Selamat HUT ke-102! Ini 4 Hal Menarik dari Pemadam Kebakaran

Bandung - TemanBaik, tepat hari ini, Senin (1/3/2021), Pemadam Kebakaran (Damkar) berusia 102 tahun. Peringatan pun digelar di Gedung Sasana Bakti Praja Kemendagri, Jakarta, dengan dipimpin Kemendagri Tito Karnavian.

Peringatan digelar secara tertutup dengan jumlah peserta terbatas. Selain itu, peringatan ini jiga diikuti secara hybrid dan virtual oleh berbagai pihak di Indonesia. Tak ada kegiatan demontrasi atau pamer ketangkasan seperti yang biasa dilakukan dalam peringatan HUT Damkar.

"Kita memahami situasi (pandemi COVID-19) ini, kita harus menyesuaikan dengan protokol kesehatan, tanoa ada kerumunan-keramaian yang dapat berpotensi penularan. Maka kita laksanakan secara sederhana di ruangan ini," ujar Tito dalam sambutannya.

Nah, bicara soal Damkar, ada sejumlah hal menarik yang bisa dibahas. Apa saja, ya? Simak ulasannya, yuk!

1. Sejarah Singkat Damkar
Urusan pemadam kebakaran sendiri mulai diorganisir pemerintah kolonial Hindia Belanda pada 1873 melalui ketentuan 'Reglement op dr Brandweer in de Afdeeling stad Vorsteden van Batavia'.

Singkat cerita, pada 1 Maret 1919, Brandweer Batavia mendapat penghargaan berupa prasasti dari sekelompok orang Betawi. Penghargaan itu diberikan sebagai bentuk terima kasih mereka atas dharma bakti petugas pemadam kebakaran. Tanggal inilah yang kemudian menjadi cimal-bakal diperingatinya HUT Damkar setiap tahun.

2. Pantang Pulang Sebelum Padam
Kamu mungkin sudah familiar dengan istilah di atas. Ya, itu memang jadi prinsip kerja para petugas pemadam kebakaran. Ketika kebakaran terjadi, mereka akan jadi yang terdepan memadamkan api. Mereka tak akan pulang sampai kebakaran benar-benar padam.

Baca Ini Juga Yuk: Proteksi PLN Bagi Si Penantang Bahaya

3. Tak Hanya Piawai Memadamkan Api
Seiring perkembangan zaman, petugas damkar tak hanya piawai memadamkan api loh. Di berbagai daerah, petugas damkar punya kemampuan lain, mulai dari menangani hewan yang masuk ke rumah warga, membantu orang yang kecelakaan, bencana alam, hingga melepas cincin yang 'terjebak' di jari.

Di Bandung misalnya, petugas damkar kerap menangani berbagai masalah selain kebakaran. Mulai dari menangani tawon yang bersarang di rumah warga, kucing terjebak di atap rumah, hingga melepas cincin. Kemampuan melepas cincin pun jadi salah satu spesialisasi. Bahkan, mereka yang datang ke dokter untuk melepas cincin, biasanya justru akan diarahkan meminta bantuan damkar.

4. Kerja 24 Jam, Tak Terpengaruh Pandemi COVID-19
Sudah tahu kan jika pemadam kebakaran enggak pernah ada liburnya? Mereka harus siaga 24 jam. Sebab, kebakaran, bencana, dan masalah lain yang membutuhkan bantuan mereka bisa datang kapan saja. Tak ada alasan untuk tak membantu, ketika dibutuhkan mereka akan datang sebagai pahlawan. Bahkan, ketika tidur dan diminta bertugas, mereka akan melakukannya.

Tak hanya itu, di tengah pandemi COVID-19, ketika banyak orang membatasi kegiatan, mereka tetap beraktivitas seperti biasa. Intinya, ada pandemi atau tidak, bagi mereka sama saja, tetap berjuang melayani masyarakat yang butuh bantuan.

Namun, tentu ada proteksi yang dilakukan agar para petugas pemadam kebakaran tidak terpapar COVID-19. Sebab, potensi mereka terpapar sangat besar mengingat kerap bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Mereka bekerja dengan menerapkan protokol kesehatan. Bahkan, kini mereka punya alat baru yang wajib dibawa setiap saat, terutama ketika bertugas.

"Salah satu perlengkapan yang ada di kantong petugas pemadam kebakaran wajib adalah hand sanitizer. Jadi, bukan hanya tabung pemadam kebakaran," ungkap Tito.

Sementara secara umum, Tito berharap pemadam kebakaran semakin dicintai publik. Ia berharap di usia yang sekarang pemadam kebakaran menjadi lebih baik dalam segala hal.

"Sekali lagi, selamat ulang tahun yang ke-102, satu abad lebih. Kita doakan jajaran pemadam kebakaran makin bisa eksis dan tetap eksis, tetap survive sampai kapanpun, dan semoga Allah SWT memberikan bimbingan dan petunjuknya dalam rangka mengabdikan diri kepada masyarakat, bangsa, dan negara," tutur Tito.

Foto: Oris Riswan Budiana/beritabaik.id
Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler