Tiga Pakaian 'Tak Biasa' ASN di Jawa Barat

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil punya kebijakan tersendiri dalam mengatur pakaian aparatur sipil negara (ASN) yang bekerja di lingkup pemerintahan daerah Jawa Barat. Mereka mengenakan tiga pakaian 'tak biasa' biasa dalam sepekan. Apa saja ya?

1. Pakaian Pramuka
Para ASN mulai wajib menggunakan pakaian atau seragam Pramuka sepekan sekali terhitung Maret 2021. Pakaian Pramuka ini dipakai pada tanggal 14 setiap bulannya.

"Jabar membuat kebijakan baru setiap tanggal 14 semua ASN Jabar harus mengenakan baju pramuka," ujar Emil.

Hal ini dimulai sejak Senin (15/3/2021), pria yang akrab disapa Emil itu memakai pakaian Pramuka lengkap dengan atributnya. Hal serupa juga diikuti ASN loh.

Loh, kok dipakai tanggal 15 Maret? Itu karena 14 Maret jatuh pada hari minggu alias tanggal merah. Sehingga, penggunaan pakaian Pramuka tetap dilakukan dengan jeda satu hari.

Lalu, kenapa sih kebijakan ini diberlakukan? Kebijakan ini didasarkan pada Peraturan Gubernur (Pergub) Jawa Barat Nomor 15 Tahun 2021 tentang Perubahan Kedua atas Pergub Nomor 99 Tahun 2015 tentang Pakaian Dinas di Lingkungan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat.

Pada pasal 43B menyatakan gubernur, wakil gubernur, dan ASN diwajibkan mengenakan pakaian pramuka beserta atribut lengkap setiap tanggal 14. 

Baca Ini Juga Yuk: Mengenal Anjing Bernyanyi dari Papua

2. Pakaian Bernuansa Santri
Pakaian 'tak biasa' berikutnya yang dipakai ASN di Jawa Barat adalah pakaian bernuansa santri. Penggunaan pakaian ini dilakukan pada tanggal 22 setiap bulannya.

Tanggal 22 dipilih karena Hari Santri Nasional diperingati setiap 22 Oktober. Sehingga, tanggal 22 setiap bulannya dipilih sebagai waktu yang pas untuk menggunakan pakaian bernuansa santri. Tujuan utama kebijakan ini adalah menghormati jasa ara santri.

"Selain menghormati Hari Santri Nasional yang diperingati setahun sekali yaitu tanggal 22 Oktober, juga tiap bulan kita menghormati budaya santri," tutur Emil. 

Iya, memang enggak semua ASN merupakan umat muslim? Tapi, kebijakan penggunaan pakaian bernuansa santri ini enggak mengikat kok. Khusus bagi non muslim, mereka tidak diwajibkan menggunakan pakaian bernuansa santri. Sebagai gantinya, setiap tanggal 22 mereka diperboleh menggunakan pakaian lain, yang penting rapi dan sopan.

3. Pakaian Adat
Pakaian terakhir yang wajib dipakai Emil, Wagub Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum, dan para ASN di Jawa Barat adalah pakaian dinas harian (PDH) budaya daerah. Kebijakan ini berlaku pada hari kamis setiap pekannya.

Namun, penggunaan pakaian adat atau daerah ini fleksibel kok. Mereka bisa memakai pakaian adat Sunda, Betawi, dan Cirebonan. Kebijakan ini bertujuan sebagai pelestarian budaya daerah.

Foto: dok. Diskominfo Jabar

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler