Memajukan Desa di Jabar Lewat Sentuhan Siswa SMK

Bandung - TemanBaik, pemerintah terus berupaya memajukan desa. Hal ini juga dilakukan di Jawa Barat loh yang dipimpin Gubernur Ridwan Kamil. Sudah banyak program yang digulirkan, mulai dari One Village One Company (OVOC), One Pesantren One Product (OPOP), serta berbagai program lainnya.

Hal yang teranyar, digulirkan program 'SMK Membangun Desa'. Apa sih program 'SMK Membangun Desa' ini? Sesuai namanya, program ini adalah sebuah gerakan untuk membangun desa. Lewat program ini, tujuan besar yang ingin dicapai tentu membangun desa dan menghadirkan aneka kemajuan di sana.

Di tahap awal, baru-baru ini 'SMK Membangun Desa' diresmikan di SMK Karya Nasional, Kabupaten Kuningan. Sekolah ini sudah menjalin kerja sama dengan 27 desa di Kuningan. Ada beragam progran yang digulirkan dari kerja sama itu, mulai dari gerebeg masjid, pelatihan, kewirausahaan bidang webpreneur dan teknologi pengelasan, serta pelayanan service alat dan mesin pertanian.

Dengan program ini, para siswa SMK Karya Nasional bakal memberi pelatihan dan pendampingan terhadap warga di desa. Ilmu dan keterampilan yang dimiliki dari sekolah bakal ditularkan. Harapan besarnya, warga desa akan memiliki kemampuan sesuai dengan bidang pelatihan dan pendampingan yang didapatkan.

Ujung-ujungnya, warga di desa diharapkan lebih produktif dan maju. Sehingga, dari segi ekonomi, mereka juga akan mengalami perbaikan. Harapan besarnya, warga di desa itu juga bisa menularkan kembali ilmu dan kemampuannya pada warga lain. Sehingga, secara umum desa akan dibawa lebih maju.

Bakal Dihadirkan di SMK se-Jawa Barat
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Dedi Supandi mengatakan progran 'SMK Membangun Desa' bakal dihadirkan di seluruh SMK se-Jawa Barat secara bertahap. Harapannya, SMK tidak hanya memberi manfaat bagi siswanya saja, tapi juga bagi orang lain, terutama warga di desa.

"Ke depan, saya berharap dan optimistis progam SMK Membangun Desa diikuti semua SMK di Jawa Barat," kata Dedi, Senin (5/4/2021).

Secara teknis, nantinya setiap SMK di Jawa Barat bakal mendampingi dua desa binaan. Siswa yang tengah melaksanakan ujian praktik bakal dikirim ke desa. Di sanalah mereka akan mengaplikasikan ilmunya secara langsung agar bermanfaat tak hanya bagi dirinya sendiri.

Kehadiran siswa SMK itu diharapkan bisa memaksimalkan potensi yang ada di desa. Selain itu, mereka tentunya bakal 'memoles' desa dan warganya dengan ragan kemampuan yang dimiliki.

Secara umum, program yang akan digulirkan oleh masing-masing SMA tentu berbeda. Sebab, setiap SMK mengajarkan kemampuan yang berbeda bagi siswanya. Namun, garis besarnya, mereka bakal mengajarkan digitalisasi pelayanan desa, mengajarkan keahlian berdasarkan kompetensi yang diajarkan di sekolah kepada masyarakat, dan pembangunan infrastruktur.

"Digitalisasi pelayanan desa ini artinya kalau desa belum punya internet, harus dilakukan percepatan. Ajarkan dan terapkan pelayanan desa berbasis digital," jelas Dedi.

Sedangkan dengan mengajarkan kompetensi keahlian yang diajarkan sekolah kepada masyarakat, kemampuan dan potensi sumber daya manusia (SDM) di desa diharapkan bakal meningkat. Misalnya bagi siswa SMK yang belajar otomotif, mereka bisa mengajarkan warga desa seputar dunia otomotif. Sehingga, warga bisa bisa membuat usaha baru, misalnya membuka bengkel.

"Dengan begitu, maka ada upaya untuk mendorong pemulihan ekonomi (di desa). Atau siswa SMK yang paham dengan teknik las misalnya, silakan mengajarkan kepada masyarakat," ungkapnya.

Selain itu, siswa-siswi SMK juga dapat terlibat dalam pembangunan infrastruktur di desa. Dengan cara ini, kemajuan di desa diharapkan bisa dihadirkan lewat infrastruktur hasil sentuhan siswa SMK.

"Anak SMK bisa memberikan sentuhan pada infrastruktur yang dibangun, mulai dari desain dan pembagunannya," ucap Dedi.

Foto: dok. Disdik Jawa Barat/Fauzan Kesuma
Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler