'Satu Hati', Berbagi Ilmu Berkebun hingga Bibit Tanaman

Bandung - TemanBaik, tahu enggak jika di Kota Bandung ada banyak kelompok tani yang aktif melakukan urban farming. Memanfaatkan lahan terbatas di sekitar tempat tinggalnya yang selama ini 'mati', mereka bisa bercocok tanam dan menghasilkan aneka sayuran.

Program ini diberi nama 'Buruan SAE' yang artinya Pekarangan Sehat, Alami, dan Ekonomis. Sejauh ini, ada 190 kelompok tani yang menjalankan 'Buruan SAE' dan terdata di Pemkot Bandung melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP). Jumlah ini tersebar di 151 kecamatan.

Melalui program ini, para kelompok tani ini memberdayakan orang-orang di wilayahnya untuk bercocok tanam. Hasil panen pun bisa dinikmati masyarakat. Bahkan, ada yang hasil panennya sudah bisa dijual loh.



Selain itu, mereka juga enggak pelit ilmu loh. Mereka kerap menularkan ilmu seputar bercocok tanam pada masyarakat lain di luar tempat tinggalnya. Ada juga kelompok tani yang dikunjugi warga dari daerah lain, termasuk dari luar Bandung, untuk belajar cara mengembangkan urban farming.

"Jadi, kelompok-kelompok tani ini juga diharapkan jadi penyebar ilmu," kata Kepala DKPP Kota Bandung Gin Gin Ginanjar.

Baca Ini Juga Yuk: Yuk! Ikutan #AksiBaik Miftahul Jannah untuk NTT


Deklarasikan 'Satu Hati'
Lalu, apa hubungannya ya kelompok tani ini dengan gerakan Satu Hati? Satu Hati ini merupakan singkatan dari Saling Bantu Hasil Tani. Secara resmi, gerakan ini dideklarasikan 190 perwakilan kelompok tani di Plaza Balai Kota Bandung, Jumat (9/4/2021).

Mereka mengikrarkan enam komitmen. Pertama, mendukung ketahanan pangan Kota Bandung. Kedua, menjaga ketersediaan pangan, sayur, ternak, ikan, buah-buahan, tanaman obat keluarga, pembibitan, komposting, olahan hasil sesuai dengan program Buruan SAE, terutama dalam menghadapi hari besar keagamaan nasional.

Ketiga, berkomitmen menghasilkan dan menjaga pangan yang aman dan sehat. Keempat, selalu berbagi pangan hasil Buruan SAE kepada warga atau kelompok masyarakat berkekurangan. Kelima, menanam berbagai macam jenis cabai sebagai dukungan penanganan inflasi dari produk pangan.

Keenam, mendukung penyelesaian masalah stunting. Terakhir, menjadikan kelompok berkebun sebagai pusat edukasi Buruan SAE. "Sebetulnya sebelum deklarasi ini, semua ini sudah berjalan," ucap Gin Gin.

Meski begitu, dengan adanya deklarasi, gerakan Satu Hati diharapkan lebih bisa digaungkan. Sehingga, kehadiran program Buruan SAE diharapkan bakal lebih masif di masyarakat. Dengan begitu, akan makin banyak masyarakat yang memiliki kelompok tani dan mau menjalankan urban farming.

Sementara itu, Wali Kota Bandung Oded M. Danial mengatakan deklarasi gerakan Satu Hati itu merupakan inisiatif para kelompok tani. Mereka ingin menebar semangat menghadirkan urban farming pada masyakat yang belum aktif melakukannya.

Hadirnya urban farming lewat Buruan SAE itu pun diharapkan memberi manfaat. Dalam skala paling kecil, kebutuhan warga akan sayuran diharapkan bisa terpenuhi sendiri melalui urban farming. Harapan besarnya, kegiatan ini bisa menunjang ketahanan pangan di Kota Bandung secara umum.

"Semakin banyak Buruan SAE di masyarakat, maka tujuan program Buruan SAE bisa menghadirkan ketahanan pangan di Kota Bandung (insya Allah bisa terwujud)," tutur Oded.

Foto: Oris Riswan Budiana/beritabaik.id
Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler