Tiga Tradisi Saat Idulfitri yang Sebaiknya 'Dimodifikasi'

Bandung - TemanBaik, khususnya umat Islam, pasti sedang menantikan Idulfitri alias Lebaran yang merupakan hari kemenangan. Ini jadi momentum puncak setelah kamu melaksanakan puasa di bulan Ramadan.

Nah, jika berbicara tentang Idulfitri, tentu enggak terlepas dari tiga tradisi. Pertama adalah takbiran, kedua ialah silaturahmi dan yang ketiga adalah berziarah. Enggak afdal kan rasanya jika dua hal ini enggak dilakukan?

Ketiga kegiatan itu boleh dilaksanakan kok. Namun, mau enggak mau harus dilakukan dengan cara berbeda dibanding biasanya. Untuk takbiran, hindari melakukan takbiran keliling, ya. Ini berlaku untuk semua daerah di Indonesia sesuai edaran Menteri Agama.

"Untuk saat ini, karena pandemi COVID-19 masih menyebar di mana-mana, maka Menteri Agama mengeluarkan surat edaran melarang takbiran keliling, takbiran di jalanan," kata Kepala Kementerian Agama Kota Bandung Tedi Ahmad Junaedi.

Kegiatan takbiran sendiri diperbolehkan kok. Namun, sesuai surat edaran Menteri Agama, takbiran hanya boleh dilaksanakan di masjid atau musala dengan jumlah terbatas. Itu pun yang boleh hadir di tempat maksimal hanya 10 persen dari kapasitas yang ada.

Baca Ini Juga Yuk: Idulfitri yang Jatuh pada 13 Mei 2021 dan Hikmah Positifnya

Karena itu, sebaiknya kamu hanya melakukan takbiran di masjid atau musala. Jika ternyata di sana kapasitasnya sudah penuh, kamu bisa melakukannya di rumah kok.

"Untuk malam takbiran menyambut Idulfitri, dalam rangka mengagungkan asma Allah, ini dapat dilaksanakan (dengan kapasitas terbatas), bukan berarti dilarang," ungkap Tedi.

Hal serupa juga diucapkan Ketua MUI Kota Bandung Miftah Faridl. Untuk saat ini, jauh lebih penting melaksanakan tabkiran di masjid, musala, atau di rumah saja. Apalagi dalam kondisi ketika pandemi masih jadi hal yang berbahaya untuk melakukan takbiran keliling.

"Lebih utama dilakukan takbiran itu di masjid (atau musala) atau di rumah daripada (melakukan takbiran keliling yang) membahayakan," ucapnya.

Kalaupun kamu mau melaksanakan takbiran di masjid atau musala, tetap jalankan protokol kesehatan ya. Pastikan memakai masker selama kegiatan berlangsung, menjaga jarak, dan rajin mencuci tangan.

Tradisi kedua yang harus dihindari adalah melakukan silaturahmi dengan keluarga besar, kerabat, atau siapapun. Namun, bukan berarti dilarang ya. Hanya saja, akan lebih baik jika kamu membatasi kegiatan silaturahmi tatap muka, terutama menghindari berkumpul dengan banyak orang.

Bersilaturahmi secara virtual lebih disarankan di tengah pandemi. Hal ini untuk meminimalisir kontak fisik yang bisa jadi sarana penularan COVID-19.

Sebab, kamu dan mereka enggak pernah tahu apakah akan tertular atau menularkan COVID-19 melalui kerumunan tersebut. Meski dalam skala kelompok kecil, COVID-19 bisa saja ikut hadir. Enggak mau kan sampai ini terjadi?

Jika ternyata kegiatan silaturahmi ini enggak bisa dihindari secara virtual, kamu sebaiknya bersikap bijak. Usahakan memastikan orang yang mengunjungimu melaksanakan protokol kesehatan dengan baik dan benar.

Jangan karena judulnya silaturahmi, apalagi sudah lama enggak bertemu, lalu kamu dengan leluasa melanggar protokol kesehatan. Hindari bersalaman, berpelukan, apalagi cipika-cipiki, ya.

Tradisi ketiga adalah ziarah ke makam keluarga. Kegiatan ini juga sangat disarankan dilakukan dengan cara berbeda. Jika biasanya ada yang dilakukan keluarga besar di waktu bersamaan hingga tumplek di makam, untuk Lebaran kali ini sebaiknya kamu melakukan ziarah dengan sedikit 'modifikasi'.

Kamu dan keluarga besar disarankan mengatur waktu agar kegiatan ziarah ke makam keluarga dilakukan dengan membagi shift. Dengan begitu, ziarah bisa dilakukan di waktu berbeda oleh masing-masing keluarga. Sehingga, di pemakaman enggak terjadi kerumunan yang berpotensi jadi tempat penularan COVID-19.

"Tidak ada ketentuan dalam agama kalau ziarah itu harus ramai-ramai. Kemudian halal-bihalal atau silaturahim (pertemuan fisik), itu bisa ditangguhkan," ujarnya.

"Sekarang ini kalau mau silaturahim bisa lewat virtual. Insya Allah, dengan keikhlasan, semua (upaya menghindari penularan COVID-19 saat Lebaran) akan menjadi kemaslahatan," tutur Miftah.

Foto: Ilustrasi Unsplash/Siti Rahmanah Mat Daud
Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler