Cerita dari Jalur Mudik, Eric Belasan Tahun Tak Lebaran di Rumah

Bandung - Dalam suasana sebelum dan sesudah Idulfitri alias Lebaran, sejumlah ruas jalan di Kabupaten Bandung kerap ramai dilintasi pengendara. Ada yang melintas untuk mudik, balik, bersilaturahmi, hingga berwisata. Kepadatan arus lalu lintas pun jadi cerita yang selalu hadir setiap tahunnya.

Mereka yang  akrab dengan suasana ini adalah para petugas di posko pengaman yang tersebar di berbagai titik, mulai dari Cileunyi, Nagreg, hingga jalur menuju tempat wisata. Mereka jadi saksi, memantau, sekaligus berusaha membuat arus lalu lintas agar terkendali selama masa sebelum dan sesudah Idulfitri.

Di posko yang ada biasanya ada berbagai petugas, mulai dari petugas Dinas Perhubungan (Dishub), Satpol PP, polisi, TNI, serta berbagai pihak lainnya. Merekalah garda terdepan yang memberi pelayanan agar arus lalu lintas bisa diupayakan selancar mungkin.

Namun, TemanBaik tahu enggak jika para petugas ini justru tak merasakan sepeti orang-orang yang dilihatnya di depan mata? Mereka enggak merasakan jadi 'peserta' arus mudik-balik, tak berwisata, hingga tak bersilraturahmi ke rumah sanak saudara. Ya, itu karena mereka harus bertugas penuh selama masa tersebut.

Eric Alam Prabowo jadi salah seorang di antara petugas yang bekerja di masa arus mudik hingga balik di posko. Ia sudah menjalani tugas tahunan itu selama 14 tahun berturut-turut. Jadi, selama kurun waktu tersebut, ia tak merasakan mudik-balik, silaturahmi dengan sanak saudara di daerah lain, dan tentunya tak merasakan suasana Lebaran.

Eric sendiri awalnya bertugas sebagai petugas pemantau penghitungan arus di Posko Cileunyi. Setelah itu, ia pindah ke posko di kawasan Nagreg. Meski begitu, secara tugas, yang diawasi adalah seluruh jalur yang ada di Kabupaten Bandung.

Baca Ini Juga Yuk: Mengintip Kesepian di Jalur Ramai Para Pemudik

Saat ini, penggemar Persib Bandung itu menjabat sebagai Koordinator Pengolahan Data dan Kehumasan. Bersama rekan-rekannya, Eric-lah yang mengumpulkan dan menyajikan data arus lalu lintas untuk masyarakat dan media massa.

Di posko, tak hanya Eric yang sudah merasakan belasan tahun tak merasakan Lebaran. Di sana, bahkan ada yang lebih lama bertugas darinya. "Banyak yang lebih dari 15 tahun bertugas di sini, termasuk yang non ASN," ucapnya.

Ketika orang lain melakukan mudik-balik hingga berwisata, para petugas inilah yang memantau arus, menghitung jumlah kendaraan yang melintas, hingga membantu kelancaran arus lalu lintas. Dalam benak mereka, memberi pelayanan menjadi prioritas.

Hanya Sekali Rasakan Lebaran di Rumah
Selama 14 tahun bertugas, Eric ternyata hanya sekali merasakan Lebaran di rumah bersama keluarga. Itu pun bukan karena kesengajaan. Sebab, biasanya tepat saat hari H Lebaran ia selalu bertugs.

Momentum itu terjadi beberapa tahun lalu ketika Idulfitri 'melenceng' dari kalender Masehi. Saat itu, di tanggal tersebut Eric memang sudah harus bekerja. Namun, ketika sidang isbat, diputuskan bahwa puasa harus ditambah sehari lagi karena hilal tak terlihat.

Otomatis, Eric yang harusnya bekerja saat Lebaran pun akhirnya bisa merasakan Lebaran bersama keluarga. Sebab, sistem kerja di sana berlaku 24 jam dan 24 berikutnya libur, begitu seterusnya.

"Lebaran di rumah itu cuma sekali. Itu kesempatan bisa pulang sama keluarga pas. Tapi, overall 14 tahun itu bertugas di posko," tuturnya.



Lebaran di Posko
Sisi lain yang jaran diulas dari posko ini adalah suasana ketika Lebaran. Di tengah tugas yang jadi rutinitas, para petugas biasanya merayakan Lebaran di posko. Mereka biasanya kumpul bersama ketika pagi-pagi harus berganti shift kerja antara kelompok kerja satu dan kelompok lainnya.

"Saat aplus itu biasanya teman-teman yang aplus bawa makanan, bawa ketupat ke posko," ucap Eric.

Saat pergantian shift itulah para petugas akan merayakan Lebaran bersama di posko. Mereka akan makan bersama. Satu sama lain pun sudah dianggap seperti keluarga. Sehingga, kegiatan seperti itu bisa jadi obat kerinduan berlebaran dengan keluarga.

Tak hanya sesama petugas, warga di sekitar posko pun kerap membuat suasana menjadi lebih hangat. Banyak di antara mereka yang selalu berkunjung ke posko ketika Lebaran. Tak hanya untuk bersilaturahmi, tapi banyak yang sengaja datang memberikan makanan.

"Di posko-posko kita biasanya warga-warga sekitar itu datang ngasih kupat, opor, rendang, dan lain-lain. Itu biasanya dinikmati bareng sama para petugas di posko, termasuk teman-teman dari kepolisian, TNI, dan lain-lain," ungkap Eric.

Hal seperti ini menurutnya jadi tradisi yang dirasa sangat positif. Sebab, antara petugas dan warga benar-benar terjalin hubungan yang hangat. Kehadiran petugas sudah dianggap seolah jadi warga setempat. Bahkan, ketika melaksanakan salat Id bersama warga, mereka kerap memberi dorongan semangat untuk bertugas.

"Warga itu banyak yang mengucapkan selamat bertugas, mengingatkan menjaga kondisi, itu malah jadi energi tambahan buat kita karena kita mendapat perhatian dari warga," jelasnya.

Perhatian dan kebersamaan dengan warga ini tentu enggak terjalin secara instan. Sebab, keberadaan posko dan petugas di berbagai titik tersebut sudah ada sejak lama. Sehingga, warga banyak yang mengenal mereka dan lama-kelamaan terjalin keakraban.

Gagal Cuti
Bertahun-tahun bertugas di posko, Eric pernah merasakan sisi kejenuhan. Ia pernah ada di titik ingin merasakan Lebaran bersama keluarga. Tak hanya Eric, rekannya juga ada yang merasakan hal serupa.

Beberapa tahun lalu, Eric dan rekannya sempat mengajukan cuti agar bisa merasakan Lebaran bersama keluarga. Namun, di tengah perjalanan, mereka berubah pikiran dan memilih kembali bertugas.

Sebab, menjelang pelaksanaan pengamanan arus mudik-balik, ada rasa 'aneh' dalam benaknya. Karena terbiasa bertahun-tahun tak berlebaran bareng keluarga, hati Eric dan rekannya justru lebih memilih bertugas dan membatalkan cuti.

"Pernah mau cuti sama teman-teman dua orang. Tapi menjelang PAM, orang lain persiapan, kita enggak (karena mengajukan cuti). Ibaratnya hati langsung menjerit. Akhirnya enggak jadi cuti dan ikut terlibat dalam pengamanan," tuturnya.

Menurutnya, panggilan untuk bertugas itu seolah sudah jadi rutinitas dan dedikasi. Sebab, ia dan rekan-rekannya sudah terbiasa selama bertahun-tahun bekerja saat orang lain libur, terutama dalam suasana Lebaran.

"Keluarga juga sudah terbiasa. Paling hari H cuma ketemu sejam-dua jam saja," ungkap Eric.

Libur Saat Orang Lain Bekerja
Nah, karena bekerja ketika orang lain libur, kapan Eric dan rekan-rekannya libur? Berbeda dengan orang kebanyakan, mereka justru akan libur ketika orang lain bekerja dan beraktivitas seperti biasa setelah suasana Lebaran usai.

Menurut Eric, tak ada libur pengganti yang diberikan. Namun, ia dan rekan-rekannya biasanya akan mengajukan cuti setelah masa tugas di posko selesai. Namun, itu pun enggak lama.

"Biasanya kita liburnya setelah arus balik selesai dengan mengajukan cuti sehari-dua hari. Waktu ini biasanya dipakai buat silaturahmi mengunjungi keluarga jauh sekaligus berwisata," tuturnya.

Meski suasana Lebaran tak lagi terasa ketika bisa merasakan libur, hal itu tetap disyukuri. Waktu yang ada benar-benar dimaksimalkan untuk melakukan hal-hal yang justru biasanya dilakukan orang lain dalam suasana Lebaran.

Foto: dokumentasi pribadi
Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler