Simpang Siur Vaksin COVID-19 Bikin Meninggal, Yuk! Cek Faktanya

Jakarta - TemanBaik, vaksinasi COVID-19 masih terus berjalan hingga kini dan beberapa waktu ke depan. Bahkan, selain vaksinasi gratis dari pemerintah, vaksinasi gotong royong alias difasilitasi perusahaan juga sudah bergulir.

Namun, hingga kini masih saja ada informasi simpang siur dan hoaks yang bertebaran, terutama melalui media sosial. Salah satunya vaksinasi COVID-19 bikin meninggal. Informasi ini pun dibarengi beberapa orang yang meninggal dan disebut-sebut akibat vaksinasi COVID-19.

Ternyata, hingga kini meninggalnya orang-orang akibat vaksinasi COVID-19 enggak terbukti loh. Kalaupun ada yang meninggal, itu lebih disebabkan faktor lain, bukan karena vaksin. Nah, biar enggak terjebak hoaks, simak penjelasannya, nih!

Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas KIPI) mencatat ada 27 kasus kematian yang sebelumnya diduga akibat vaksin Sinovac. Namun, setelah diinvestigasi, hal itu ternyata tidak terkait dengan vaksinasi.

Baca Ini Juga Yuk: Ini Alasan agar Kamu Tetap Waspada di Tengah Peralihan Musim

Dari kasus itu, 10 orang meninggal akibat terinfeksi COVID-19, 14 orang karena penyakit jantung dan pembuluh darah, satu orang karena gangguan fungsi ginjal secara mendadak, serta dua orang akibat diabetes melitus dan hipertensi tidak terkontrol.

"Kenapa kami bisa membuat diagnosa itu? Karena datanya lengkap. Diperiksa, dirawat, di-rontgen, diperiksa lab, di CT-scan, dapat diagnosisnya," kata Ketua Komnas KIPI Prof. Hindra Irawan Satari di laman Kementerian Kesehatan.

Di luar itu, sempat juga ada kabar yang menyebutkan tiga orang meninggal akibat vaksin AstraZeneca. Namun, setelah ditelusuri, ternyata meninggalnya akibat penyakit lain.

Karena itu, kamu enggak perlu khawatir untuk divaksinasi. Sebab, vaksinasi ini akan berguna untuk meningkatkan kekebalan tubuh dari COVID-19. Namun, yang perlu diingat, bukan berarti tubuh kamu tidak akan terpapar. Potensi terpapar tetap ada, hanya saja potensi mengalami gejala berat bisa lebih diminimalisir.

Kalaupun ada dampak akibat vaksinasi COVID-19, KIPI pasti mendapatkan datanya. Pengumuman pun bakal dilakukan jadi, enggak usah takut lagi, ya!

Vaksinasi sendiri dilakukan secara gratis oleh pemerintah dengan sasaran lansia dan pegawai publik. Program ini masih berlangsung hingga sekarang.

Sedangkan bagi para pekerja atau karyawan, ada program vaksinasi gotong royong. Bedanya, vaksinasi ini dibiayai pihak perusahaan. Sehingga, karyawan enggak perlu mengeluarkan uang untuk biaya vaksinasi.

Foto: Ilustrasi Unsplah/Daniel Schludi
Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler