Mulai Simulasi Tatap Muka, Ini yang Perlu Dibawa Siswa ke Sekolah

Bandung - TemanBaik, simulasi pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT) saat ini sedang dijalankan di berbagai daerah. Bagi kamu yang punya anak sekolah, ada hal penting untuk diketahui, nih!

PTMT sendiri bakal berlangsung beberapa tahap. Setiap tahapnya, jumlah siswa yang sekolah tatap muka akan bertambah hingga akhirnya 100 persen hadir di sekolah.

Mereka yang sekolah tentu membutuhkan "senjata" karena saat ini pandemi COVID-19 masih terjadi. Apa saja kelengkapan yang perlu disiapkan dan dibawa, baik oleh orang tua maupun siswa. Apa saja?

Masker
Penggunaan sangat diwajibkan dalam kehidupan saat ini, terutama jika pergi ke tempat publik hingga sekolah. Pastikan kamu memakai masker dari pergi hingga pulang.

Untuk masker, yang lebih disarankan adalah memakai masker bedah. Sebab, masker ini jauh lebih efektif menghadang penularan dan penyebaran COVID-19.

"Tapi kalau tidak ada masker bedah bukan berarti kalau adanya masker kain, boleh pakai masker kain tapi ada aturan mainnya. Dia harus tiga lapis, empat jam sekali harus diganti. Jadi kekuatan si masker kain berbeda dengan si masker bedah," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kota Bandung Rosye Arosdiani Apip.

Bekali Hand Sanitizer
Siswa atau orang tua sebaiknya membekali hand sanitizer di tas. Sehingga, ketika tidak menemukan sabun dan air bersih untuk cuci tangan, hand sanitizer bisa dipakai sebagai solusi instan agar meminimalisir terpapar COVID-19, baik ketika di perjalanan atau tempat lain.

Tanamkan Jaga Jarak
Ini juga tak kalah penting. Siswa harus menerapkan jaga jarak dengan orang lain, termasuk ketika di sekolah. Hindari bersentuhan fisik.

Jika siswa masih kecil, orang tua sebaiknya tak lelah mengingatkan anaknya untuk taat pada prosedur ini. Terus ingatkan agar tidak berkerumun. Selain itu, pastikan siswa hanya pergi ke sekolah saja. Sepulang sekolah juga langsung menuju ke rumah.

Baca Ini Juga Yuk: Cerita dari Simulasi Sekolah Tatap Muka di SLB

Face Shield
Face shield alias pelindung wajah ini disarankan dipakai siswa maupun guru. Namun, pelindung wajah ini bersifat tambahan alias tidak bersifat wajib.

Jika tak punya, tak perlu memaksakan diri membeli pelindung wajah. Apalagi jika orang tua tak punya uang untuk membelikannya.

"Harus pakai masker, face shield hanya tambahan. Jadi yang wajibnya adalah masker. Tidak ada kewajiban kalau untuk (memakai) face shield," ungkapnya.

Bawa Bekal Makanan Sendiri
Ini juga jadi 'senjata' untuk meminimalisir penularan dan penyebaran COVID-19. Berikan siswa bekal makanan oleh orang tua. Sebab, sebelum kantin sekolah belum diperbolehkan dibuka untuk sementara.

"Karena tidak boleh ada (penjual) makanan di sekolah, anak-anak sebaiknya bawa bekal dari rumah," ucap Rosye.

Namun, perlu diingat ya, saat makan, pastikan siswa menjaga jarak dengan siswa lain. Tujuannya demi meminimalisir makanan yang dibawa terpapar droplet dari orang lain dan akhirnya masuk ke tubuh.

Makanan yang dibawa pun disarankan mengandung gizi cukup bagi anak. Sehingga, daya tahan tubuh mereka diharapkan akan kuat dan terhindar dari paparan virus atau penyakit lainnya.

Antar-jemput Siswa
Para orang tua juga disarankan untuk mengantar-jemput anaknya sekolah jika memiliki kendaraan. Sehingga, mereka tidak memakai kendaraan umum jika jarak dari rumah ke sekolah cukup jauh.

Sebab, potensi terpapar COVID-19 atau penyakit lain saat ada di kendaraan umum cukup terbuka. Oleh karena itu, diantar-jemput orang tua sangat disarankan. Jika anak memiliki kendaraan sendiri dan boleh memakainya, ini juga lebih baik.

Sementara jika orang tua atau anaknya tidak punya kendaraan, naik kendaraan umum juga boleh kok. Hanya saja, usahakan pastikan protokol kesehatan dijaga dengan baik ya.

Bahkan, jika jarak dari rumah ke sekolah cukup dekat, berjalan kaki jauh lebih baik. Ya, hitung-hitung olahraga karena berjalan kaki jauh lebih menyehatkan daripada naik kendaraan.

Foto: Oris Riswan/beritabaik.id
Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler