Menebar Manfaat Lewat Tas Plastik dari Kediri

Kediri - TemanBaik, jika kamu pernah ke Kediri dan membeli tas anyaman plastik, bisa jadi itu adalah produk yang dibuat Riatul Laili. Ia merupakan warga Dusun Ngandong, Desa Nanggungan, Kayen Kidul, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.

Usaha tas anyaman plastik ini diawali dari pelatihan yang disgelar Pemerintah Desa Nanggungan. Setelah memiliki keahlian membuat tas, Ria mengajari tetangganya, terutama ibu-ibu. Tak cukup mengajari, Ria bahkan merekrut mereka menjadi pekerja.

Bersama para pekerjanya, Ria memproduksi tas anyaman. Harga dari tas ini pun cukup terjangkau, mulai dari Rp6 ribu hingga Rp60 ribu. Tak hanya itu, mereka juga memproduksi cinderamata hajatan dari anyaman daun jali.

Seiring waktu, usaha ini mulai berkembang. Ibu-ibu di sana pun banyak yang merasakan dampak positif, terutama pekerja. Sebab, mereka bisa mendapatkan pemasukan dari aktivitas menganyam plastik menjadi tas. Ini sejalan dengan misi Ria agar usahanya bisa bermanfaat bagi orang lain.

"Kita kan ingin memberdayakan ibu-ibu di sini. Bisa menghasilkan meskipun sedikit, bisa untuk jajan. Kita juga pengin bantu keuangan keluarga," ujar Ria dikutip dari laman resmi Pemprov Jawa Tengah.



Baca Ini Juga Yuk: Enggak Asal, Ini Alasan PMI Berikan Makanan Bagi Pendonor

Namun, di tengah geliat usaha yang dijalankan, pandemi COVID-19 datang menghantam. Usaha tas anyaman plastik ini pun turut terdampak hebat. Pesanan yang datang semakin surut. "Pemesanan turun drastis di bawah 50 persen," ungkapnya.

Sadar dengan kondisi yang ada, Ria tak mau patah semangat begitu saja. Ia bekerja keras terus berusaha memasarkan produknya. Ia pun akhirnya mengakses program #LapakGanjar.

Program #LapakGanjar sendiri adalah program promosi produk yang dilakukan melalui unggahan media sosial milik Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Ini dilakukan sebagai bentuk dukungan bagi pelaku UMKM agar usahanya bisa tetap berjalan.

Ria kemudian mengunggah foto produknya melalui akun Instagram @ria.nanggungan2233 beberapa waktu lalu. Ia memamerkan tas anyaman plastik model de coupage dan menandai akun @ganjar_pranowo.

Unggahan Ria kemudian di-repost oleh Ganjar. Meski Ria orang Jawa Timur, tapi Ganjar bersedia mempromosikan usahanya. Hal ini seolah menuai berkah tersendiri. Banyak yang memesan produk tas anyaman Ria.

"Kami berusaha untuk maju dan pengin besar, lalu kami ikut #LapakGanjar. Setelahnya, DM (direct message/pesan langsung) lewat Instagram pun bermunculan, sampai kami kewalahan memenuhi kebutuhan luar kota," tutur Ria.

Tak hanya banjir pesanan dari Kediri, kini justru ia kebanjiran pesanan dari luar kota, termasuk dari luar negeri. Namun, ia tak bisa memenuhi pesanan dengan cepat mengingat saat ini jumlah pekerjanya terbatas, yakni hanya 10 orang. Mereka hanya mampu memproduksi 50 tas setiap harinya.

"Antusiasnya begitu besar karena dari luar kota, dari luar negeri, dari luar pulau pun ada. Kami tidak dapat memenuhi pemasaran. Di luar pulau masih sedikit capai target. Tapi, kami sudah sempat mengirim ke Sulawesi 300 tas, ke Bali 200 tas, dan Vietnam 50 tas," ungkap Ria.

Ia pun bersyukur karena usahanya kini bergeliat kembali setelah dilanda hantaman berat selama setahun lebih sejak pandemi terjadi. Kini, Ria terus merajut asa memproduksi tas dan memberdayakan ibu-ibu di lingkungan tempat tinggalnya.

Di balik perjalanan usahanya, Ria pun berpesan kepada para pelaku usaha, terutama sesama perajin di Jawa Timur, untuk tetap semangat menjalankan usaha. Salah satu yang penting saat ini adalah memanfaatkan media sosial sebagai etalase untuk menjual produk.

Foto: www.jatengprov.go.id

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler