Memetik Hikmah dari Ambulans yang Wara-wiri di Jalan

Bandung - TemanBaik, belakangan ini ambulans semakin sering wara-wiri di jalanan. Tak hanya membawa pasien COVID-19, ada juga ambulans yang wara-wiri membawa jenazah pasien COVID-19.

Kondisi ini enggak terlepas dari melonjaknya kasus COVID-19 di Indonesia dalam beberapa pekan terakhir. Kasus COVID-19 makin tak terkendali, mereka yang meregang nyawa pun seolah tiada henti.

Makin seringnya melihat atau mendengar sirine ambulans ini oleh sebagian orang dirasa menjadi tekanan psikis tersendiri. Sebab, setiap harinya ambulans bisa melintas berkali-kali di jalanan.

Bahkan, wara-wiri ambulans ini berpotensi membuat tingkat kecemasan orang terhadap COVID-19 semakin menjadi-jadi. Wajarkah kecemasan ini?

Menurut pakar kesehatan masyarakat Universitas Padjadjaran (Unpad) Dr. Irvan Arfiandi, kecemasan akibat wara-wiri ambulans ini adalah hal wajar. Sebab, kondisi saat ini memang sangat mengkhawatirkan.

Baca Ini Juga Yuk: Hal Penting yang Perlu Diperhatikan saat Isolasi Mandiri

Kehadiran ambulans itu pun seolah pertanda bagi publik agar semakin waspada terhadap penyebaran COVID-19. Apalagi, tingkat kecemasan ini bisa makin menguat setelah melihat pemberitaan, pesan yang masuk melalui media sosial atau aplikasi percakapan, hingga fakta bahwa orang yang dikenal atau keluarga terpapar COVID-19 hingga meninggal dunia.

"Itu kenyataan (kondisi sekarang genting), kita enggak bisa mengelak dari fakta ini. Memang ada sebagian masyarakat mengalami kecemasan yang meningkat, itu sesuatu yang wajar," ujar Irvan.

Apalagi, ambulans memang kerap identik dengan sesuatu yang bersifat negatif, yakni orang sakit atau kematian. Sehingga, ketika semakin sering mendengar sirine atau melihat ambulans, terutama di tengah pandemi sekarang, kecemasan itu bisa makin menjadi-jadi.

Namun, sebaiknya kamu enggak terlalu larut dalam kecemasan yang ada. Ya, takut atau waspada itu harus. Namun, rasa takut itu sebaiknya jadi hal positif yang membangun kesadaran kamu akan pentingnya menjalankan protokol kesehatan dengan baik dan benar.

"Bagi orang yang bisa memaknai (situasi tersebut) dengan baik, insya Allah akan diterima sebagai pesan kebaikan. Tapi, bagi orang yang mungkin punya respons negatif terhadap pesan yang ada, jadinya enggak bagus," jelas Irvan.

Singkatnya, ketika kehadiran ambulans semakin sering kamu dengar atau jumpai, sebaiknya kamu memaknainya sebagai pengingat bahwa situasi sekarang sedang enggak baik-baik saja. Suara atau wujud ambulans yang kamu temui itu jadi alarm bagi kamu untuk semakin waspada.

TemanBaik, yuk tetap jalankan protokol kesehatan dengan baik dan benar. Jangan sampai kasus COVID-19 terus melonjak seperti sekarang.

Foto: Ilustrasi Pexels/Antonio Batinic

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler