Menjaga Asa Juara dan Kisah Manis Badminton Indonesia

Jakarta - TemanBaik, tentu tahu dong Indonesia punya prestasi gemilang di ajang Olimpiade, khususnya di cabang olahraga badminton alias bulu tangkis? Di ajang olahraga tertinggi dunia ini, badminton Indonesia bisa dibilang jagonya.

Tahu enggak berapa kali atlet badminton Indonesia meraih emas alias juara di Olimpiade? Jawabannya adalah tujuh kali. Jelas sebuah prestasi hebat yang bikin bangga rakyat Indonesia.

Lalu, tahu enggak siapa saja atlet badminton Indonesia peraih medali emas Olimpiade? Ini daftarnya:
1. Susi Susanti
Susi meraih medali emas di nomor tunggal putri saat Olimpiade digelar di Barcelona, Spanyol, pada 1992. Ia mengalahkan pebulutangkis Korea Selatan Bang Soo-hyun.

2. Alan Budikusuma
Pria yang kini jadi suami Susi Susanti ini juga meraih medali emas Olimpiade di tempat dan tahun yang sama dengan sang istri, Olimpiade Barcelona 1992. Ia menegaskan sebagai yang terbaik di nomor tunggal putra.

3. Rexy Mainakkaty/Ricky Subagja
Pada Olimpiade Atlanta, Italia, pada 1996, pasangan ganda putra Rexy Mainaky/Ricky Subagja meraih medali emasnya. Mereka mengalahkan pasangan asal Malaysia, Cheah Soon Kit/Yap Kim Hock.

4. Tony Gunawan/Candra Wijaya
Pasangan ganda putra ini meraih medali emas dalam Olimpiade Sydney, Australia, pada tahun 2000. Mereka mengalahkan pasangan Korea Selatan Lee Dong Soo/Yoo Yong Sung di partai puncak.

5. Taufik Hidayat
Pria asal Pangalengan, Kabupaten Bandung ini meraih medali emas pada Olimpiade Athena, Yunani, pada 2004. Ia mencatatkan namanya sebagai tunggal putra kedua yang berhasik meraih medali emas setelah Alan Budikusuma. Taufik mengalahkan pebulutangkis asal Korea Selatan Shon Seung Mo di partai final.

6. Markis Kido/Hendra Setiawan
Pasangan ganda putra ini berhasil meraih emas dalam Olimpiade Beijing pada 2008. Mereka mengalahkan pebulutangkis China di partai puncak, yakni Cai Yun/Fu Haifeng.

7. Liliyana Natsir/Tontowi Ahmad
Pasangan yang dikenal dengan nama Owi/Butet ini jadi pasangan ganda campuran pertama dari Indonesia yang berhasil meraih medali emas Olimpiad. Mereka meraihnya dalam Olimpiade Rio de Janeiro, Brasil, pada 2016.


                                                                              Foto: dok. Badmintonindonesia.org

Baca Ini Juga Yuk: Madu hingga Noken Jadi Kandidat Pernak-pernik PON XX

Asa Juara di Benak Atlet Indonesia
TemanBaik, manis banget kan prestasi badminton Indonesia di ajang Olimpiade? Tradisi dan kisah manis inilah yang diharapkan kembali terulang, tepatnya di Olimpiade Tokyo, Jepang.

Kegiatan ini bakal berlangsung 23 Juli hingga 8 Agustus 2021. Olimpiade ini tetap memakai tahun 2020 di belakangnya. Sebab, harusnya memang Olimpiade itu digelar pada 2020 lalu, tapi terpaksa diundur karena pandemi.

Kontingen Indonesia pun sudah ditempa dengan sangat keras agar siap menatap Olimpiade Tokyo. Dalam waktu dekat, tim akan bertolak menuju Tokyo. Saat ini, kondisi para atlet sudah siap tempur.

"Untuk persiapan, saya lihat semua pemain dan pelatih dalam keadaan baik dan fokus. Walaupun dengan keadaan sulit seperti ini, mereka tidak terganggu," kata Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Rionny Mainaky di laman PBSI.

Selain persiapan skill dan mental, tim juga disiapkan dari sisi kesehatan. Untuk memastikannya, mereka bahkan sudah menjalani vaksinasi dan tes sebelum berangkat. Rencananya, rombongan tim akan bertolak dari Jakarta pada Kamis (8/7/2021).

"Kami akan berangkat tanggal 8 Juli ke Kumamoto untuk adaptasi selama 10 hari sebelum ke Tokyo. Penerbangan kami lewat Haneda dan ada waktu transit sembilan jam di sana untuk mengurus berbagai macam dokumen dan lain-lain," jelas Rionny.

Di Olimpiade nanti, pebulutangkis asal Indonesia jelas adalah orang-orang terbaik. Sebab, mereka jadi tumpuan asa bagi Indonesia untuk meneruskan asa dan tradisi juara Olimpiade.

"Kondisi semua juga sehat dan saya pastikan semua pemain siap untuk bertanding. Saya juga pastikan Indonesia mengirim tim terbaik yang ada saat ini," tuturnya.

Para atlet itu adalah Jonatan Christie, Anthony Sinisuka Ginting (tunggal putra), Gregoria Mariska Tunjung (tunggal putri), Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan (ganda putra), Greysia Polii/Apriyani Rahayu (ganda putri), dan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti (ganda campuran).

Misi meraih medali emas pun dirasa bukan hal mudah. Namun, optimisme besar ada di benak seluruh anggota tim, federasi, dan tentunya masyarakat Indonesia. Jadi, doakan perjuangan para atlet kita ya, TemanBaik.

"Beban kami memang berat, tapi mudah-mudahan kami bisa mempertahankan tradisi emas Olimpiade untuk Indonesia. Ganda putra dan ganda campuran yang kami targetkan semoga mereka bisa maksimal," tuturnya.

"Untuk tunggal putra dan ganda putri juga saya rasa mereka berpeluang mendapat medali dan sebisa mungkin harus dapat medali. Dan tunggal putri yang saya pegang sendiri, bisa membuat kejutan. Gregoria saya harap bisa menyumbang medali. Itu cita-cita kami," pungkas Rionny.

Foto: dok. Instagram.com/@taufikhidayatofficial
Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler