Aksi Badut Daring Kampanyekan Prokes di Hari Anak Nasional

TemanBaik, 23 Juli 2021 ini diperingati sebagai Hari Anak Nasional. Di tengah pandemi COVID-19, tentu peringatannya digelar berbeda. Salah satunya terlihat di TK Assalaam Bandung.

Di sini, dihadirkan kegiatan hiburan dengan menampilkan badut. Sang badut pun beraksi di atas panggung, lengkap dengan latar belakang bertuliskan Hari Anak Nasional .

Namun, tentu tak ada siswa yang menyaksikan di lokasi. Hanya guru yang hadir di lokasi, itu pun untuk membuat acara berjalan lancar. Sebab, aksi badut ini ditampilkan melalui Zoom, serta live Instagram dan Facebook pihak sekolah.

Sang badut pun tampil begitu menghibur dengan aneka tingkah dan aksinya. Bahkan, sesekali terdengar para guru yang hadir di lokasi juga tertawa.

"Maaf ya ibu-ibu, ini khusus untuk anak-anak," ujar sang badut seolah menegur para guru.

Bukannya diam, para guru malah makin tertawa mendengar ucapannya. Berkali-kali hal ini terjadi. Sebab, para guru seolah tak kuasa menahan tawa saat melihat aksi sang badut.

Dalam aksinya, badut ini menampilkan berbagai hal menarik, mulai dari bercerita, bernyanyi menggunakan boneka tangan, hingga melancarkan aksi sulap. Para guru dan siswa yang melihat daring pun dibuat terkesima.

Tak kalah menarik, badut ini juga mengampanyekan protokol kesehatan. Ia beberapa kali menyampaikan agar para siswa disiplin menerapkan protokol kesehatan. Seusai tampil, sang badut dengan ramah menyatakan kesediaannya berbincang. "Yuk, sekarang aja. Takutnya akang ada kegiatan lain," ujarnya membuka perbincangan usai membersihkan wajah.

Kalimat itu seolah menggugah pandangan bahwa sosok di balik kostum badut begitu menghargai waktu yang dimiliki orang lain. Sehingga, ketimbang membereskan seluruh perlengkapan aksinya, ia lebih memilih melayani permintaan wawancara.

Sambil duduk santai di salah satu area sekolah, ia menjawab setiap pertanyaan yang disampaikan. Ia terlihat mudah akrab dengan gaya bicara yang asyik dan mudah nyambung.

Pesan Bagi Anak-anak
Sosok badut itu mengaku bernama Hendayana. Ia akrab disapa Henda. Usianya 41 tahun dan tinggal di Kota Cimahi. Ia tampil dalam peringatan Hari Anak Nasional di TK Assalaam karena diundang pihak sekolah. Ia diberi tugas menghibur siswa di sana meski secara daring.

Ia pun sangat antusias. Selain karena memang senang dengan anak-anak, ia bisa menghibur mereka di tengah peringatan Hari Anak Nasional. Apalagi, ia punya pesan yang ingin dibawa, yakni mengampanyekan protokol kesehatan.

"Harapan saya di masa seperti ini, memang kalau lihat kondisi kan COVID-19 makin merajalela dan ini harapan saya buat anak-anak, jangan putus semangat untuk belajar, jangan putus semangat untuk bercita-cita, tetap semangat, dan terutama tetap belajar di rumah dengan cara (menerapkan) protokol, prokesnya jangan lupa," kata Henda.

Henda lalu bercerita soal alasannya mengampanyekan protokol kesehatan lewat aksinya sebagai badut. Ia berharap anak-anak yang menyaksikan semakin sadar dan disiplin menerapkan protokol kesehatan. Tujuan besarnya tentu agar mereka tidak terpapar COVID-19.

Sebab, cara mengajak anak menerapkan protokol kesehatan tentu berbeda. Perlu cara khusus agar lebih menyenangkan dan membuat mereka tahu pentingnya protokol kesehatan.

"Biasanya dengan cara mendongeng mereka akan hapal. Contoh kayak tadi saya (ajak) ayo teman-teman pakai maskernya, kemudian mereka akan lebih kena ketimbang cuap-cuap aja. Tapi, dengan cara mendongeng, dengan cara edukatif seperti itu, biasanya akan kena dengan mereka, dengan usia di anak-anak," tutur Henda.

Ia sendiri sebenarnya lebih suka tampil langsung di hadapan anak untuk mengampanyekan protokol kesehatan. Namun, kondisi saat ini tidak memungkinkan. Sehingga, beraksi secara daring jadi solusinya.

"Sebetulnya sih kalau saya harus memilih, saya lebih enak show di depan anak-anak. Tapi, karena kondisi seperti ini, harus job (daring), bukan jadi satu halangan bagi saya, bukan menjadi suatu hambatan bagi saya. Tetap bahwa saya harus menyampaikan kepada anak-anak cara (menerapkan) protokol kesehatannya melalui daring, dengan daring seperti ini, ditambah gimmick dengan alat sulap, dengan dongeng," jelas Henda.


Foto: Oris Riswan/Beritabaik.id

Bandung -



Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler