Memupuk Semangat Kebangkitan Ekonomi Kreatif di Jabar

Bandung - TemanBaik, bicara tentang Jawa Barat, tentu tak akan lepas dari ekonomi kreatif. Sebab, ada begitu banyak kegiatan ekonomi yang mengandalkan kreativitas.

Sebagai gambaran, pada 2016 lalu Jawa Barat berkontribusi pada ekspor ekonomi kreatif dengan persentase 31,96% atau senilai 6,5 juta dollar Amerika Serikat. Jawa Barat pun jadi salah satu penyumbang PDRB tertinggi ekonomi kreatif dengan 11,81% atau Rp191.134 triliun.

Namun, sejak 2020, ada tantangan besar bagi sektor ekonomi kreatif di Jawa Barat usai dilanda pandemi COVID-19. Catatan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat, selama 2020 ada 16.104 pelaku ekonomi kreatif yang terkena imbas pandemi.

Bahkan, data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat pada 2020 mencatat adanya kontraksi ekonomi sebesar 4,08% year-on-year atau penurunan sebesar 5,15% pada kuartal ketiga tahun 2020.

Sementara jika dilihat dari sisi produksi, pertumbuhan terendah terdapat pada usaha jasa sebesar -18,93% yang di dalamnya termasuk beberapa subsektor ekonomi kreatif yang terkait dengan usaha jasa.

Baca Ini Juga Yuk: Kreasi Seni Ciamik dalam Konten #SamaSamaBelajar TikTok

Meski begitu, Jawa Barat tak mau menyerah. Berbagai langkah dilakukan agar ekonomi kreatif perlahan kembali pulih. Sehingga, secara umum ekonomi di Jawa Barat juga akan terus bergeliat.

"Pengembangan ekonomi kreatif di Jawa Barat akan terus didorong melalui kegiatan-kegiatan dukungan pemulihan ekonomi pasca dampak COVID-19," kata Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Menurut pria yang akrab disapa Emil itu, pengembangan ekonomi kreatif juga didorong melalui pedesaan. Tujuannya agar desa-desa di Jawa Barat bisa menjadi Desa Kreatif Juara.

Desa Kreatif Juara ini dibangun berbasiskan kekuatan budaya lokal dan pemberdayaan masyarakat dalam menghasilkan karya kreatif yang dapat berbicara di pasar lokal dan global. Sehingga, akan dapat dicapai visi 'Tinggal di Desa, Rezeki Kota, Bisnis Mendunia'.

"Potensi ekonomi kreatif Jawa Barat sendiri merupakan potensi ekonomi kreatif tertinggi di Indonesia. Terdapat 27 kabupaten/kota di Jawa Barat yang memiliki ciri khas dan potensi ekonomi kreatifnya masing-masing," ujar mantan Wali Kota Bandung itu.

Untuk menopang bergeliatnya ekonomi kreatif, pemerintah Jawa Barat melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan menghadirkan Buku Infografis Ekonomi Kreatif Jawa Barat 2020. Harapannya, buku ini jadi wadah informasi bagi masyarakat luas untuk mengetahui potensi ekonomi kreatif di setiap kabupaten/kota di Jawa Barat.

Baca Ini Juga Yuk: Ini Enam Hal yang Dapat Seimbangkan Bisnis Kreatifmu

Buku ini juga sekaligus menjadi arahan dan gambaran bagi pemerintah, komunitas kreatif, dan para pelaku ekonomi kreatif dalam pengembangan ekonomi kreatif menuju Ekonomi Kreatif Juara.

"Hadirnya Buku Infografis Ekonomi Kreatif Jawa Barat 2020 juga diharapkan mampu menjadi informasi yang menarik bagi masyarakat untuk turut serta dan ikut berpartisipasi dalam pengembangan ekonomi kreatif Jawa Barat," tuturnya.

"Saya meyakini bahwa masa depan kita ada pada ekonomi imajinasi, yaitu ekonomi yang hadir karena adanya kreativitas yang berbasis kearifan lokal Jawa Barat," ucap Emil.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat Dedi Taufik mengatakan, potensi ekonomi kreatif yang tinggi di Jawa Barat harus menjadi pilar utama pemulihan ekonomi akibat dampak pandemi. Hadirnya Buku Infografis Ekonomi Kreatif Jawa Barat 2020 pun diharapkan menuai manfaat besar.

"Kehadiran Buku Infografis Ekonomi Kreatif Jawa Barat 2020 ini diharapkan mampu menjadi sumber informasi mengenai potensi subsektor unggulan ekonomi kreatif di masing-masing kabupaten/kota di Jawa Barat. Buku ini juga diharapkan menjadi daya tarik bagi wisatawan, investor, dan masyarakat secara luas terhadap ekonomi kreatif di Jawa Barat," harap Dedi.


Foto: dokumentasi Katalog EKRAF Jabar Vol.1


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler