Manfaat Besar Bendungan Mila di NTB yang Segera Diisi Air

Bandung - Kabupaten Dompu di Nusa Tenggara Barat (NTB) kini memiliki bendungan baru bernama Bendungan Mila. Proyek seharga Rp233 miliar yang dibangun sejak 2015 itu kini sudah rampung dan siap dilakukan impounding atau penggenangan pada awal Desember 2018.

Bendungan Mila akan mampu menampung air sebanyak 6,57 juta meter kubik dengan luas genangan mencapai 84,52 hektare. Apa manfaat besar dari bendungan itu?

"Dengan adanya suplai air dari bendungan, petani yang sebelumnya hanya satu kali tanam setahun, bisa bertambah dua sampai tiga kali," kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono di laman resmi Kementerian PUPR.

Bendungan Mila merupakan bendungan multifungsi untuk mendukung kontinuitas suplai air daerah irigasi (DI) Rababaka seluas 1.689 hektare di Kecamatan Woja. Dengan adanya bendungan itu, indeks pertanian di sana diharapkan meningkat dari 186 persen menjadi 300 persen.

Bendungan itu juga akan menjadi sumber air baku dengan kapasitas sebesar 100 liter per detik untuk Kecamatan Woja dan Dompu. Bahkan, bendungan itu mampu mereduksi banjir sebesar 143 meter kubik per detik di Kecamatan Woja.

Sementara selain Bendungan Mila, di Pulau Sumbawa juga sudah ada satu bendungan baru yaitu Bendungan Taju. Bendungan ini sudah diresmikan pada 30 Juli 2018 oleh Presiden Joko Widodo.

Bendungan Mila dan Taju merupakan bagian dari Sistem Irigasi Rababaka Kompleks (SIRK). Rababaka sendiri merupakan nama sungai di Kabupaten Dompu yang potensial sebagai sumber air untuk irigasi dan air baku. Sungai Rababaka menjadi sumber untuk pengisian Bendungan Taju dan Bendungan Mila.

Sementara ke depan, total akan ada lima bendungan di NTB. Selain Bendungan Taju dan Mila, ada Bendungan Bintang Bano yang sedang dalam pembangunan konstruksi. Akan dibangun juga Bendungan Beringin Sila dan Meninting.


Foto: Kementerian PUPR

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler