Intip Manfaat Bendungan Bendo di Ponorogo yang Sedang Dibangun

Bandung - Bendungan Bendo yang berlokasi di Desa Ngindeng, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur masih dalam proses pembangunan. Saat ini, progres pembangunan sudah 77 persen dan ditargetkan selesai dikerjakan pada akhir 2019.

Secara keseluruhan, bendungan itu memiliki luas genangan hingga 169,94 hektare dan daya tampung mencapai 43,14 juta meter kubik. Jika selesai dibangun, bendungan itu akan menjadi suplai air irigasi untuk 7.700 hektare lahan pertanian di Ponorogo dan Madiun.

Saat bendungan sudah beroperasi, intensitas tanam di kawasan Ponorogo dan Madiun diharapkan meningkat signifikan dari sekali menjadi tiga kali tanam dalam setahun.

Selain untuk pertanian, Bendungan Bendo akan menjadi sumber air baku domestik dan industri. Kapasitasnya mencapai 790 liter per detik. Sedangkan untuk suplai air baku bagi kawasan Madiun dan Ponorogo masing-masing 418 liter per detik dan 372 liter per detik.

Kehadiran Bendungan Bendo juga akan mampu mereduksi debit banjir di kawasan Ponorogo dari 1.300 meter kubik per detik menjadi 400 meter kubik per detik.

"Bendungan ini sangat penting sekali untuk pengairan sawah-sawah, tetapi juga untuk pemenuhan kebutuhan air baku warga sekitar," kata Presiden Joko Widodo di laman resmi Kementerian PUPR.

Dirjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR Hari Suprayogi mengatakan pembangunan Bendungan Bendo sudah dimulai sejak 2013 lalu. Tapi, pengerjaan sempat tertunda karena masalah pembebasan lahan.

"Namun saat ini proses pembebasan lahannya sudah mencapai 94%, sudah bebas seluas 277 hektare dari 295 hektare lahan yang dibutuhkan," jelas Hari.

Secara umum, Bendungan Bendo memiliki ketinggian 71 meter dengan tipe urugan. Bendungan ini membendung Sungai Keyang yang merupakan anak Sungai Bengawan Madiun.

Biaya pembangunannya menggunakan APBN sebanyak Rp716,56 miliar. Pengerjaannya dilakukan oleh PT Wijaya Karya, PT Hutama Karya, dan PT Nindya Karya (KSO).

Foto: Biro Pers Setpres






Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler