PUPR Targetkan Hunian Tetap di Sulawesi Selesai Akhir Tahun 2020

Jakarta - Sebagai pengganti Hunian Sementara alias Huntara yang telah dibangun, kini Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan membangun Hunian Tetap (Huntap) sebanyak 11.788 Unit.

Hal ini dilakukan sebagai upaya masa pemulihan kerusakan pascabencana gempa bumi yang disertai tsunami dan likuifaksi, yang terjadi di sejumlah wilayah di Sulawesi Tengah.

Kepala Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Kementerian PUPR di Sulawesi Tengah Arie Setiadi Moerwanto mengatakan pembangunan Huntap harus selesai pada akhir 2020. Hal itu sesuai instruksi dari Wakil Presiden RI Jusuf Kalla saat melakukan kunjungan kerja ke Kota Palu beberapa waktu lalu.

"Sesuai instruksi segera diselesaikan tahun 2020. Nantinya Hak Guna Bangunan (HGB) yang habis kontraknya seperti di wilayah Huntara Tondo tidak akan diperpanjang, dan akan diambil alih negara untuk menjadi pembangunan Huntap," kata Arie lewat laman pu.go.id.

Menurutnya, kebutuhan lahan untuk membangun huntap tersebut adalah seluas 427,4 hektare dan pembangunannya tersebar di beberapa tempat. Yakni di Duyu sebanyak 450 unit, di Tondo-Talise 4.878 unit, di Pombawe sebanyak 3.000 unit, serta Huntap Satelit sebanyak 3.460 unit.

Huntap Satelit tersebut dibangun di Desa Loru Kabupaten Sigi sebanyak 100 unit, Desa Sibalaya Utara Kabupaten Sigi 40 unit dan Desa Lambara Kabupaten Sigi 100 unit.

Ada juga di Desa Bangga Kabupaten Sigi 400 unit, Desa Salua Kabupaten Sigi sebanyak 200 unit, Kelurahan Ganti Kabupaten Nelayan sebanyak 125 unit, dan Desa Lompio Kabupaten Donggala sebanyak 230 unit.

"Pada tahap awal akan dilakukan sebanyak 1.600 unit menggunakan teknologi rumah tahan gempa yakni Risha tipe 36 dengan biaya pembangunan Rp 50 juta per unit," ujarnya.

Arie menjelaskan kalau huntap bukan ganti rugi, melainkan bantuan dari Pemerintah. Huntap juga akan dirancang sesuai dengan jumlah anggota keluarga.

"Huntap bukan merupakan ganti rugi, namun bantuan dari Pemerintah. Konsepnya adalah rumah tumbuh. Kami juga tengah membahas usulan warga yang membutuhkan luasan rumah lebih besar karena jumlah anggota keluarganya banyak, sehingga diharapkan bisa dikerjakan dari awal pembangunan huntap," tambah Arie.

Pembangunan Huntap dilengkapi jalan lingkungan selebar 3 meter, menggunakan Beton serta utilasi lainnya seperti drainase, gorong-gorong, dan pedestrian. Pembangunan hunian tetap ini melibatkan beberapa pihak, termasuk Yayasan Buddha Tzu Chi yang berencana membangun sebanyak kurang lebih 200 unit rumah di daerah Tondo dan Pombewe.

Selain hunian untuk masyarakat, Kementerian PUPR juga merehabilitasi beberapa fasilitas kesehatan seperti Rumah Sakit Undata (Kota Palu), Rumah Sakit Anutapura (Kota Palu), Rehabilitasi Rumah Sakit Tora Belo (Kabupaten Sigi), Puskesmas Tipo (Kota Palu), dan Instalasi Farmasi Provinsi Sulteng (Kota Palu).

Kemudian juga merekonstruksi sekolah dan madrasah. Seperti di Kabupaten Donggala sebanyak 22 sekolah dan 14 madrasah. Kota Palu sebanyak 7 sekolah dan 2 madrasah, Kabupaten Sigi sebanyak 11 sekolah dan 19 madrasah, serta di Kabupaten Parimo sebanyak 2 sekolah dan 6 madrasah.

Foto: pu.go.id

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler