Intip Sistem Ramah Lingkungan di TPA Rawa Kucing Tangerang

Tangerang - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) baru-baru ini menyelesaikan pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Rawa Kucing Kota Tangerang, Provinsi Banten menggunakan sistem sanitary landfill yang ramah lingkungan. Penerapan sistem ini membuat kawasan sekitar tidak tercemar atau berbau dari timbunan sampah.

Melalui laman pu.go.id, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan kalau pembangunan infrastruktur pengolahan sampah ini dapat dilakukan mulai dari sumbernya.

"Pembangunan infrastruktur pengolahan sampah skala kawasan dinilai efektif untuk volume sampah yang tidak terlalu besar, sehingga pengurangan sampah dapat dilakukan mulai dari sumbernya. Dukungan Pemerintah Kabupaten atau Kota juga diperlukan terutama dalam penyediaan lahan," ujarnya.

Pembangunan area penimbunan sampah atau blok landfill merupakan bagian dari sistem sanitasi perkotaan seiring dengan peningkatan jumlah penduduk dan produksi sampah rumah tangga dari masyarakat.

Dengan metode sanitary landfill, sampah dibuang dan ditumpuk di lokasi cekung, dipadatkan dan kemudian ditimbun dengan tanah sehingga tidak menimbulkan bau busuk dan dapat mencegah berkembangnya bibit penyakit.

TPA Rawa Kucing sendiri telah beroperasi sejak tahun 1992 yang pengelolaannya di bawah Pemerintah Kota Tangerang. TPA ini mampu menampung sampah domestik/timbulan sampah sebesar 900–1.000 ton/hari dengan estimasi sampah yang dihasilkan dari rumah tangga sebanyak 400.000 KK.

Baca Ini Juga Yuk: Kementerian PUPR Bangun Rusunawa Terintegrasi Pasar Tradisional

Total luas area TPA Rawa Kucing sekitar 35 hektare, dengan luas sel sampah untuk penimbunan sekitar 14,6 hektare. Pembangunan penimbunan/blok landfill TPA Rawa Kucing yang dikerjakan Kementerian PUPR seluas 5,2 hektare yang terdiri dari Sel C, D, E, dan F. TPA ini juga telah didesain untuk dapat digunakan sebagai sumber energi melalui pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa).

Kementerian PUPR melalui Ditjen Cipta Karya juga membangun fasilitas pendukung lainnya seperti peningkatan akses keluar masuk truk pengangkut sampah dengan pekerjaan perkerasan jalan sepanjang 1,4 Km, pembangunan Unit Pengolahan Lindi berkapasitas 10 m3/hari, dan saluran ase sepanjang 1,4 Km.

Pembangunannya dilakukan sejak 2017 dan telah diselesaikan pada tahun 2018. Biaya pembangunannya sebesar Rp 82,7 miliar yang bersumber dari APBN.

Di area TPA Rawa Kucing juga terdapat ruang terbuka hijau yakni Bukit Ambekan yang kerap dijadikan tempat istirahat dan swafoto oleh masyarakat. Bukit tersebut merupakan sampah yang sudah dipadatkan, ditimbun tanah dan dilakukan penghijauan

Selain membangun infrastruktur fisik, Kementerian PUPR berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Tangerang juga melakukan pembinaan kepada masyarakat dan komunitas untuk dapat mengolah sampah dengan pendekatan 3R yakni reuse, recycling dan reduce.

Dengan begini, sampah mengalami reduksi sekitar 35 persen atau sampah yang sampai ke TPA hanya 65 persen dari volume sampah yang mencapai 900-1.000 ton/hari. Oleh sebab itu, dibangun unit pengolahan sampah menjadi kompos yang dilakukan oleh masyarakat sekitar.


Foto: pu.go.id

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler