22 Provinsi Kini Punya 120 Jembatan Gantung yang Kokoh

Jakarta - TemanBaik, pembangunan infrastruktur di berbagai daerah terus dilakukan pemerintah. Salah satunya adalah pembangunan jembatan gantung. Mau tahu jumlahnya? Saat ini sudah dibangun 120 jembatan gantung di 22 provinsi di Indonesia. Keren kan?

Jembatan sebanyak itu dibangun dengan alokasi anggaran tahun 2019 dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Tujuan dari dihadirkannya jembatan gantung itu adalah untuk memperlancar mobilitas dan memangkas waktu tempuh antar desa.

Mayoritas, sebelum adanya jembatan gantung, warga desa harus memutar jauh untuk pergi dari satu tempat ke tempat lain. Bahkan, ada yang harus lebih dulu melewati lereng, bukit, jurang, dan sungai. Sehingga, waktu tempuh menjadi sangat lama. Tapi, dengan hadirnya jembatan gantung, waktu tempuh jelas jadi lebih sedikit.

"Hadirnya jembatan ini akan mempermudah dan memperpendek akses warga masyarakat perdesaan menuju sekolah, pasar, tempat kerja, mengurus administrasi ke kantor kelurahan atau kecamatan, dan akses silaturahmi antar warga," kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono di laman resmi Kementerian PUPR.

Dari total 120 jembatan yang telah selesai tersebut, di antarnaya di Provinsi Aceh ada sebanyak dua unit, Sumatera Utara enam unit, Riau dua unit, Sumatera Barat lima unit, Sumatera Selatan tiga unit, dan Lampung satu unit.

Baca Ini Juga Yuk: Slot Kosong Tempat Parkir di Bandung Akan Bisa Dicek dari Jauh

Berikutnya ada di Banten empat unit, Jawa Barat 28 unit, Jawa Tengah sembilan unit, DIY dua unit, Jawa Timur 16 unit, Bali satu unit, NTB dua unit, NTT lima unit, Kalimantan Barat enam unit, Kalimantan Tengah lima unit, Sulawesi Selatan sembilan unit, Sulawesi Barat tiga unit, Sulawesi Tengah lima unit, Sulawesi Tenggara dua unit, Sulawesi Utara satu unit, Maluku satu unit, dan Papua dua unit).

Berbagai jembatan gantung itu pun jelas enggak dibuat sembarangan. Semuanya dirancang secara matang, mulai dari pemilihan material hingga penerapan teknologi yang berkualitas. Penggunaan material jembatan gantung seperti baja, kabel, dan baut juga menggunakan produk dalam negeri alias buatan Indonesia loh.

Salah satu jembatan gantung yang dibangun dengan rangka baja dan beton berada di Kampung Kaye Distrik Agats Kabupaten Asmat, Provinsi Papua karena kondisi geografis daerah tersebut berupa rawa. Jembatan gantung ini dibangun sepanjang 72 meter dengan lebar 1,6 meter.

Jembatan ini berfungsi untuk menghubungkan Kampung Keye menuju Ibu Kota Kabupaten Asmat, Agats. Anggaran pembangunannya sebesar Rp89,1 miliar yang dikerjakan oleh kontraktor PT. Wijaya Karya dengan melibatkan pekerja lokal dari sejumlah kampung diantaranya Kaye, Syuru, dan Aswet.

Pembangunan jembatan gantung itu merupakan usulan dari Pemerintah Daerah setempat, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), TNI, dan DPRD yang diajukan kepada Kementerian PUPR. Pembangunannya sendiri mempertimbangkan kondisi wilayah, sosial, ekonomi, potensi wilayah dan kesesuaian lokasi, manfaat, serta urgensi pembangunan jembatan.

Beberapa kriteria pemilihan lokasi didasarkan pada jembatan digunakan oleh pelajar sekolah dan ekonomi antardesa, jembatan pejalan kaki dalam kondisi kritis atau bahkan runtuh, kondisi jalan akses memungkinkan untuk memobilisasi rangka jembatan, menghubungkan minimal dua desa, dan akses memutar apabila tidak ada jembatan cukup jauh atau minimal 5 kilometer.

Sementara meski sudah banyak membangun jembatan, Kementerian PUPR masih akan erus menambahnya loh. Tentunya jembatan yang ada akan tersebar di berbagai wilayah di Indonesia. Pada tahun 2020 ini, Kementerian PUPR melalui Ditjen Bina Marga telah menganggarkan Rp 710 miliar untuk membangun sebanyak 148 unit jembatan gantung.

Foto: dok. PUPR/www.pu.go.id

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler