Desa di Jabar Maju Berkat Inovasi

TemanBaik, berbagai desa di Jawa Barat terus mengalami kemajuan. Bahkan, kini tak ada lagi di Jawa Barat yang menyandang status desa sangat tertinggal.

Tahun ini, jumlah desa berstatus tertinggal dan desa berkembang juga terus menurun. Desa berstatus tertinggal dari 326 menjadi 121 titik, sedangkan desa berkembang dari 3.656 menjadi 3.290 titik.

Jawa Barat sendiri memiliki 5.312 desa yang tersebar di 18 kabupaten/kota. Sehingga, perlu usaha keras untuk 'menghilangkan' status desa sangat tertinggal.

Namun, di era kepemimpinan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Wakil Gubernur Uu Ruzhanul Ulum, kemajuan desa di Jawa Barat tergolong pesat. Salah satunya berkat berbagai inovasi yang dilakukan.

Bahkan, jumlah desa mandiri di Jawa Barat kini semakin banyak. Pada 2019, jumlah desa mandiri di Jawa Barat hanya 98 titik. Namun, berselang setahun, jumlahnya meningkat hampir tiga kali lipat.

"Tahun 2020 ditetapkan jumlah desa mandiri yang ada di Jawa Barat itu 270, kemudian yang sangat tertinggal sudah tidak ada," ujar Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPM-Desa) Jawa Barat Bambang Tirtoyuliono.

Pencapaian itu dilakukan setelah menggulirkan beberapa program dan inovasi. Sehingga indeks desa membangun (IDM) mengalami peningkatan yang turut mengubah status desa.

Baca Ini Juga Yuk: Menilik Surga Panas Bumi di Nusantara

Peningkatan status itu tak lain karena adanya berbagai perbaikan di sektor ekonomi, infrastruktur, hingga sosial. Berbagai peningkatan lain juga dilakukan, mulai dari pelayanan kesehatan hingga akses pendidikan dasar.

Dari keseluruhan program, ada tiga inovasi yang berperan penting dalam kemajuan desa di Jawa Barat. Ketiga inovasi itu adalah digitalisasi layanan desa, One Village One Company (OVOC), dan Gerakan Membangun Desa (Gerbang).

Dari ketiga inovasi itu, lahir beragam program turunan. Beberapa di antaranya adalah Badan Usaha Milik Desa, Jembatan Gantung Desa (Jantung Desa), Jalan Mulus Desa, dan Sapa Warga. Program-program ini di antaranya bertujuan memangkas ketimpangan kemiskinan hingga ketimpangan digitalisasi dengan wilayah perkotaan.

Hadiah Sebagai Motivasi
Membangun desa dari berbagai sektor tentu perlu dukungan dan kerja sama berbagai pihak. Sehingga, secara tidak langsung seluruh elemen di desa diajak berkolaborasi dan menghadirkan kemajuan di desa.

Sebagai tambahan motivasi, Pemprov Jawa Barat pun memberikan hadiah bagi desa yang berhasil naik status dari desa tertinggal menjadi desa mandiri. Hadiah juga diberikan bagi desa berprestasi. Cara ini diharapkan membuat berbagai pihak terlibat aktif memajukan desa.

Hadiahnya berupa mobil Maskara alias Mobil Aspirasi Kampung Juara. Ini merupakan mobil multifungsi yang bisa dipakai untuk layanan kesehatan hingga menjadi panggung kecil. Keberadaan mobil ini bisa dimanfaatkan warga desa untuk melakukan beragam kegiatan bermanfaat.

"Pada 2019 kita telah menyalurkan Maskara sebanyak 126 unit kepada 73 desa mandiri, 10 DLS to DM (Desa Laboratorium Sinergitas to Desa Mandiri), dan 43 desa berprestasi di tingkat nasional, provinsi, maupun kabupaten/kota," jelas Bambang.

Pada 2020 ini, dalam waktu dekat akan diberikan 102 unit Maskara kepada 21 Desa Mandiri, 13 desa DLS to DM, dan 68 desa berprestasi. Secara simbolis, pemberian Maskara akan diberikan pada 12 September, masing-masing tujuh unit untuk desa di Kabupaten Cirebon, tujuh desa di Kabupaten Majalengka, dan empat desa di Kuningan.

"Kriteria (desa yang mendapatkan) reward memiliki strata desa mandiri. Yang kedua, kita juga memberikan kepada desa-desa berprestasi. Jadi, manakala yang berprestasi walaupun belum menyandang strata desa mandiri, kita berikan Maskara, kemudian kita dorong bagaimana untuk bisa meningkatkan strata ke depannya," tutur Bambang.

Foto: dok. Istimewa
Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler