Yuk! Lebih Peduli Lansia Bareng Komunitas Go-Elderly

Jakarta - TemanBaik, seiring berjalannya waktu tentu saja usia terus bertambah. Dari anak-anak hingga dewasa, dan menjadi orang yang sudah lanjut usia (lansia). 

Tapi seringkali kita lupa, untuk lebih peduli akan keberadaan lansia. Bukan hanya untuk orang sekitar yang usianya sudah lanjut, tapi juga untuk mempersiapkan diri menghadapi hari tua nanti. 

Selain itu, pada masa pandemi COVID-19 yang masih berlangsung hingga kini, lansia menjadi salah satu kategori yang rentan loh, TemanBaik. Hal inilah yang membuat Jason Phowira, seorang mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia bersama kelima temannya membuat komunitas sosial bernama 'Go-Elderly'.


Go-Elderly merupakan sebuah komunitas sosial yang lahir sejak bulan Mei 2020 dan mempunyai fokus terhadap keberadaan lansia di Indonesia. 

Kepada Beritabaik.id, laki-laki yang akrab disapa Jason tersebut mengaku jika berdasarkan hasil riset bersama teman-temannya, di Indonesia masih sedikit komunitas yang berfokus pada lansia. 

"Ada 3 kaum paling rentan saat pandemi, anak-anak, ibu hamil, dan lansia. Kami lihat untuk ibu dan anak sudah banyak komunitasnya. Sedangkan untuk lansia cari 5 aja sulit, apalagi yang diinisiasi oleh pemuda atau mahasiswa," ujar Jason.

Baca Ini Juga Yuk: Jurnalisme Warga ala Balebengong

Sejak berdiri 5 bulan lalu, Go-Elderly memiliki dua tujuan utama. Pertama, hendak mengedukasi masyarakat termasuk lansia, pengasuh, keluarga, hingga pemuda mengenai pentingnya kesehatan dan pelayanan untuk lansia. Hal ini dilakukan Go-Elderly melalui webinar, siniar (podcast), hingga berbagai konten informatif di media sosial. 

Kedua, Go-Elderly juga memiliki fokus untuk memberdayakan lansia khususnya di Indonesia. Menurut Jason, seringkali lansia di Indonesia memiliki stigma negatif, misalnya mereka yang dinilai sudah tidak bisa mandiri dan produktif. Padahal, para lansia juga punya peran penting dalam masyarakat kok, TemanBaik.

Tentu saja dalam setiap programnya, Go-Elderly mengundang para lansia yang tergabung dalam beberapa komunitas lain yang juga memiliki fokus pada lansia di Indonesia. Disisi lain, keadaan pandemi saat ini membuat semua program Go-Elderly dilaksanakan secara virtual. Menariknya, walaupun diselenggarakan secara virtual acara tetap berjalan lancar dengan antusias besar dari para peserta.

"Penyelenggaraan program secara virtual membuktikan kalau para lansia bisa beradaptasi sama kondisi sekarang. Mereka bisa kok beradaptasi dengan teknologi," tegas Jason.



Baca Ini Juga Yuk: 'Perang' Melawan COVID-19 ala Disabilitas Kota Bandung

Wah, rupanya kondisi saat ini tidak menghalangi kita semua termasuk para lansia untuk melakukan hal bermanfaat ya, TemanBaik. 

Tentu saja tidak hanya para lansia sebagai peserta yang perlu beradaptasi, Jason dan seluruh teman-teman dari Go-Elderly juga beradaptasi. Usia yang terpaut jauh membuat mereka perlu mempelajari tentang lansia. Mulai dari mencari topik, kegiatan, hingga hiburan yang cocok dan menarik untuk para lansia. 

Jason mengaku sebelum membuat berbagai program untuk Go-Elderly, ia banyak belajar dari komunitas lain yang serupa. Salah satunya adalah komunitas Alzheimer Indonesia (ALZI). 

"Aku pernah ikut webinar yang dibuat ALZI, biar lebih tahu bagaimana mereka buat acaranya. Ngobrol juga sama eksekutif produsernya. Dari situ kita belajar dan adaptasi dengan konsep berbeda di Go-Elderly," terang Jason. 

Hampir setengah tahun berjalan, bagi Jason banyak sekali hal yang ia dapatkan dari Go-Elderly, termasuk untuk dirinya sendiri. Semenjak adanya Go-Elderly, Jason merasa kepeduliannya terhadap para lansia meningkat.

"Kebetulan di rumah ada nenek. Aku jadi lebih peduli sama kesehatan nenekku, juga lebih peduli sama orang tua, bahkan sama diri sendiri yang suatu saat nanti jadi lansia. Jadi aku tahu apa saja yang bisa dilakukan untuk mencegah penyakit saat lansia," ujar Jason. 

Selain itu, sebagai salah satu pendiri Go-Elderly, Jason bersyukur melalui Go-Elderly ia bisa memperluas relasi dan memiliki keluarga baru. Bicara soal para lansia yang menjadi peserta pada setiap kegiatan Go-Elderly, menurut Jason, kehadiran mereka membawa banyak manfaat bagi generasi muda. Para lansia yang aktif berbagi cerita dan pengalaman hidup mereka, terasa sangat menginspirasi. 

Selain berbagai kegiatan yang dilaksanakan secara virtual, Go-Elderly juga aktif melakukan kegiatan sosial loh, TemanBaik. Seperti menggalang donasi untuk para lansia yang tinggal di panti jompo. 

"Waktu buka donasi kami dapat 15 juta lebih, dan didonasikan ke salah satu panti jompo di Pekanbaru. Aku sangat terharu karena ternyata banyak yang mau ikut donasi," ujar Jason. 

Tentu saja kedepannya Jason berharap Go-Elderly bisa terus tumbuh dan bermanfaat khususnya untuk para lansia. Walaupun lahir saat kondisi pandemi, Jason ingin Go-Elderly bisa terus berjalan bahkan saat pandemi usai. 

Jason bersama teman-teman Go-Elderly juga berencana membuat aplikasi untuk membantu para lansia, TemanBaik. Aplikasi yang rencananya akan diluncurkan tahun depan ini diharapkan bisa turut memonitor dan memberikan informasi untuk lansia, termasuk di bidang kesehatan. Wah, menarik bukan? 

TemanBaik juga bisa ikut serta dalam program Go-Elderly. Saat ini mereka sedang membuka donasi untuk 70 lansia di panti werdha 'Bina Bhakti' Tangerang Selatan. Donasi ini akan dibuka hingga 30 November 2020. 

Nah untuk informasi lebih lengkap seputar donasi, dan juga informasi menarik lainnya soal lansia, TemanBaik bisa langsung cek media sosial mereka di instagram @go.elderly ya. Yuk berbuat baik dengan peduli lansia di Indonesia!

Foto: dok. Go-Elderly 

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler