Icip Uniknya Rasa Ikan Salmon Bumbu Asam Padeh Khas Minangkabau

Bandung - Norwegia, tersohor punya tekstur yang empuk, lembut dan gurih banget. Selain diolah menjadi kuliner berkiblat western, ternyata protein yang kaya omega 3 ini enak juga loh saat diracik jadi masakan khas Minangkabau.

Ya, kreasi ini diusung oleh Executive Chef Mason Hotel Kota Baru Parahyangan, Henry Brahmana. Titelnya Ikan Salmon asam Padeh. Olahan yang bermakna kuah asam pedas ini berasal dari Sumatera Barat. Selain rendang yang sudah mendunia, asam padeh juga enggak kalah nampol di lidah.

"Saya pilih Norwegian Salmon karena karakternya yang gurih dan lembut di lidah. Kalau resep auntentiknya sih menggunakan ikan tuna, tongkol atau tenggiri. Tapi biasanya tekstur dari ketiga ikan tersebut lebih keras, jadi saya menginovasinya dengan salmon yang lembut dan jauh lebih lezat," ujar Chef Henry kepada BeritaBaik.


Kalau diintip dari tampilan menunya, bumbu merah asam padeh ini sangat menggoda selera. Menggunakan rempah bumbu merah, rasa khas asam dari asam padeh biasanya menggunakan asam kandis. Selain cabai merah, bawang purih dan merah, kuah ini juga punya aroma yang menggoda karena diberi daun kunyit dan lengkuas.

"Seperti umumnya masakan khas Minang, bumbu asam padeh juga sebelumnya ditumis sampai matang dan mengental. Biar rasanya lebih ciamik, memasak asam padeh juga wajib menggunakan api kecil loh.

"Kunci dari kelezatannya ada pada metode memasak dengan api kecil. Jadi saat bumbu asam padeh sudah matang sempurna, baru dimasukkan ikan salmon. Memasak ikan jenis ini juga enggak boleh terlalu lama, cukup sekitar 15 menit saja," ungkapnya.

Makan Ikan Salmon Asam Padeh di tempat ini, TemanBaik juga bisa menambahkan nasi hangat sebagai pelengkap karbohidrat. Pesan satu porsi menu ini, dijamin mengenyangkan banget loh TemanBaik.

Buat kamu yang tergoda tampilannya, yuk melipir ke Santai All Day Dining Restaurant di Mason Pine Hotel Kota Baru Parahyangan. Satu porsinya dibanderol dengan harga Rp 125 ribu ++. 

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler