Kampung Daun, Restoran Eksotis dan Legendaris Sejak 1999

Bandung - Menikmati sajian makanan dengan suasana yang indah tentu memberi kepuasan tersendiri. Selain nyaman di lidah dan kenyang di perut, makan di tempat dengan suasana yang indah bakal bikin mood kamu kembali segar.

Salah satu tempat yang direkomendasikan untuk dikunjungi adalah Kampung Daun. Berlokasi di kawasan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, restoran ini bisa jadi tempat mencari makanan lezat sekaligus melepas penat.

Kampung Daun sendiri termasuk restoran yang cukup legendaris. Pengunjungnya pun tak hanya berasal dari kawasan Bandung Raya. Bahkan, wisatawan dari luar Bandung banyak yang sengaja jauh-jauh datang ke lokasi demi sensasi makan sambil menikmati eksotisnya suasana di lokasi.


Hadir Sejak 1999
General Manager Kampung Daun Ari Hermanto mengatakan sudah sejak 1999 Kampung Daun hadir. Konsep utamanya adalah restoran dengan konsep makanan dan suasana khas pedesaan Sunda. Ciri khasnya, sejak awal hingga kini, tempat makan di sini berupa saung.

Saung ini jadi tempat yang cuku mengasyikkan untuk makan-makan. Sebab, suasana keakraban bisa lebih terjalin. Makan pun terasa lebih 'ngampung' karena lesehan.

"Awalnya dulu hanya empat-lima saung, tapi makin ke sini makin berkembang. Sekarang ada 47 saung. Luas areanya sendiri 3,5 hektare," ujar Ari.

Soal konsep ala perkampungan Sunda, sengaja dibuat terlihat senatural mungkin. Saung yang jadi area makan  pun terbuat dari kayu. Pohon dan tanaman di lokasi pun dibuat dengan tampilan sealami mungkin selayaknya khas di perkampungan Sunda zaman dulu.

Para pegawai di sini juga menerapkan keramahan tinggi terhadap pengunjung. Sehingga, identitas seolah perkampungan Sunda benar-benar akan terasa. Pelayanan maksimal pun diberikan demi memuaskan pengunjung.

"Kita ingin menghadirkan konsep kalau orang datang ke Kampung Daun tuh ngerasaain di perkampungan Sunda yang terkenal someah (ramah), bageur (baik), dan lingkungan yang asri," tutur Ari.

Ragam Menu Menarik
Tak lengkap rasanya jika tak membahas menu. Secara umum, Kampung Daun menghadirkan makanan khas Sunda. Di antaranya nasi tutug oncom, nasi liwet, aneka olahan ikan gurame, sate maranggi, hingga camilan seperti surabi atau serabi.

Namun, seiring perkembangannya, ada banyak menu dari daerah lain, termasuk makanan internasional yang dihadirkan di sini. Mulai dari soto seger, tahu walik, hingga spageti dan pizza. Untuk minuman juga beragam, mulai dari es cendol, aneka kopi dan teh, hingga minuman kaya rempah yang menjadi tren tersendiri sejak pandemi COVID-19 melanda.

"Untuk menu, yang signature di kita ada nasi kukus, tapi ini cuma diadain pas weekend aja. Makanan favorit pengunjung itu di antaranya bebek goreng dan bebek bakar. Kalau minuman, sekarang yang lagi banyak (dipesan) tuh wedang uwuh, empon-empon, herbal daun kelor, wedang temulawak," tutur Ari.

Khusus untuk aneka minuman rempah yang dihadirkan, bahan bakunya dipasok dari daerah lain di Jawa Tengah. Sebab, tak mudah mendapatkan aneka rempah seperti itu di Bandung. Sehingga, pihak pengelola berburu dan mendatangkannya langsung dari Jawa Tengah.

Bahan baku rempah yang didatangkan adalah dalam bentuk kering. Di sini, rempah itu akan diolah sedemikian rupa agar bisa disajikan bagi pengunjung. Tak hanya menghilangkan dahaga, minuman dari olahan rempah ini tentu kaya akan manfaat.

Ada Air Terjun dan Cadas Gantung
Jika kamu berkunjung ke Kampung Daun, pastikan mengabadikan momen dengan berpose di berbagai spot ikonik. Sebab, ada banyak spot menarik untuk dijadikan latar belakang obyek foto.

Dari berbagai tempat menarik, ada titik yang begitu ikonik di sini, yaitu air terjun dan sungai alami. Selain itu, ada batu berukuran besar di area kanan yang membentang di bagian atas.

Batu ini terlihat seperti menggantung. Sehingga, orang kerap menyebutnya dengan sebutan cadas gantung. Sejak awal, cadas gantung ini memang sudah ada di lokasi. Bukan dihilangkan, justru kehadiran cadas ini tetap dipertahankan dan akhirnya memberi nuansa unik tersendiri.

"Orang banyak yang nyangka cadas gantung ini buatan, padahal itu memang aslinya begitu. Dari awal bentuknya juga begitu, enggak dipapas," tutur Ari.

Hadirkan Kenyamanan di Tengah Pandemi
Namun, Kampung Daun sempat ditutup sementara sekitar empat bulan ketika masa awal-awal pandemi COVID-19. Seiring adanya relaksasi, restoran ini kembali bisa beroperasi dengan berbagai syarat, khususnya wajib menerapkan protokol kesehatan.

Tak hanya sekadar asal mengikuti arahan dari pemerintah setempat, manajemen melakukan langkah lebih. Pihak manajemen memberlakukan berbagai standar tinggi dan protokol kesehatan super ketat. Tujuan besarnya tentu demi membuat pengunjung merasa aman dan nyaman berkunjung ke lokasi meski pandemi COVID-19 masih melanda.

Tempat cuci tangan ada di banyak titik, tempat makan disterilkan berkala, peralatan makan disterilkan sebelum dipakai pengunjung, bahkan makanan yang dibawa pegawai juga dibungkus dengan plastik.

Para pegawai juga diawasi dengan ketat. Jika tak menerapkan protokol kesehatan saat bekerja, peringatan akan langsung diberikan. Pakaian yang dikenakan wajib dipakai setiap, bahkan mereka rutin dites COVID-19 secara berkala.

Tak hanya itu, di tempat ini juga meminimalisir sentuhan tangan. Mulai dari pemesanan menu menggunakan ponsel hingga pembayaran wajib non tunai. Bahkan, toilet pun menggunakan sensor agar penggunaan berbagai peralatan di lokasi tak menggunakan sentuhan tangan.

Nah, sebelum masuk ke lokasi, pastikan kamu sudah mengisi data diri di pintu masuk dengan memindai barcode lebih dulu. Sebab, sebelum informasi yang diminta lengkap diisi, kamu enggak akan bisa masuk ke lokasi. Pendataan ini sengaja dilakukan agar memudahkan manajemen mencari data pengunjung ketika terjadi sesuatu, misalnya jika suatu saat ada yang terpapar COVID-19. Sehingga, tracking dan tracing bisa dilakukan dengan mudah.

Apa yang dilakukan manajemen Kampung Daun ini mendapat pengakuan dari Kementerian Kesehatan. Akhir 2020 lalu, Kampung Daun mendapat sertifikat sebagai restoran yang menerapkan protokol kesehatan terbaik.

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler