Mahidana, Tempat Kamu "Ngejamu" dengan Cara yang Berbeda

Bandung - TemanBaik pasti tahu jamu kan? Ya, salah satu warisan leluhur dari Indonesia yang memanfaatkan kekayaan rempah dan diketahui memiliki banyak manfaat untuk kesehatan tubuh. 

Namun sayangnya jamu seringkali dicap sebagai minuman untuk orang tua, kuno, hingga memiliki rasa yang kurang cocok di lidah anak muda. Tapi TemanBaik harus tahu, kalau sekarang banyak loh cara enak minum jamu tanpa mengurangi khasiatnya. 

Beritabaik.id berkesempatan untuk main ke kafe jamu 'Mahidana' yang terletak di jalan Ranggamalela 8 Kota Bandung, nih TemanBaik. Berdiri sejak 17 Agustus 2020, Mahidana menawarkan beragam menu jamu yang diracik dengan cita rasa nikmat untuk segala umur, termasuk generasi muda.

Berawal dari keinginan ketiga pendirinya Shella, Verry, dan Dani untuk berkarya di luar profesi mereka sebagai seorang banker. Ketertarikan ketiganya pada jamu membuat mereka ingin menjadikan jamu sebagai minuman yang bisa dinikmati banyak orang. 

"Kebetulan aku suka banget kunyit asem, dan Dani juga suka cobain jamu di Jakarta. Jadi kita mikir gimana cara bikin jamu yang bisa dinikmati semua orang. Baunya gak nyengat, rasanya bisa diterima, tapi tetap sehat," cerita Shella, salah satu pendiri 'Mahidana' pada Beritabaik.id.


Baca Ini Juga Yuk: Begini Cara Bikin Croffle Sendiri, Jajanan Korea yang Lagi Hit

'Mahidana' berarti warisan dari tanah dan leluhur, hal ini sejalan dengan jamu sebagai warisan leluhur Indonesia yang menyehatkan. Namun, tidak hanya untuk melestarikan budaya leluhur, Mahidana hadir dengan membawa tiga nilai utama. 

"Pertama ingin plant based, semua minuman kita vegan friendly. Berbahan dasar rempah dan pakai susu kelapa atau kedelai. Kedua, sustainable jadi kemasannya botol dan plastiknya dari singkong. Ketiga, lokal. Rempah kita dari urban farming Bandung dan ada yang ditanam sendiri," jelas Shella.  

Shella menambahkan, Mahidana ingin menghadirkan jamu yang lebih modern tanpa menghilangkan identitas jamu yaitu sebagai minuman sehat. Di sini kesehatan menjadi fokus utama, bukan hanya untuk manusia tetapi juga lingkungan.

Bicara soal menu, 'Mahidana' menawarkan dua jenis jamu yang berbeda, TemanBaik. Pertama ada basic jamu yang terdiri dari kunyit asam, bir pletok, dan beras kencur. Menu ini berisi jamu tradisional Indonesia untuk mereka yang sudah lama mengenal jamu. 

Kedua ada menu jamu yang hadir lebih 'modern' yaitu delight jamu dengan nuansa minuman segar dan creamy. Menu ini cocok untuk TemanBaik yang baru mencoba jamu, atau ingin mencoba jamu dengan cita rasa berbeda dari sebelumnya. 


Jika TemanBaik ingin jamu yang segar, bisa mencoba Mahidana Signature dengan bahan dasar bunga telang, Et Lingera dengan bahan dasar kecombrang yang cenderung asam, hingga Turmeric Bit yaitu kunyit asam namun dengan rasa yang lebih manis dari kunyit asam pada umumnya. 

Sedangkan untuk minuman yang lebih creamy, TemanBaik bisa mencoba Ginger Candy yang rasanya seperti permen susu jahe, atau Galama Latte yaitu campuran kencur dan susu kelapa. 

Tidak hanya itu, kalau TemanBaik suka dengan minuman coklat atau matcha, di Mahidana juga kok! Tersedia menu Choco Band yaitu campuran coklat dan jahe yang manis dan hangat, atau Moringa Latte yaitu minuman dari daun kelor yang dibuat mirip matcha. Menarik bukan?

Menu jamu di Mahidana sudah bisa TemanBaik nikmati mulai dari harga Rp23 ribu untuk basic jamu. Sedangkan untuk delight jamu harga yang ditawarkan mulai dari Rp28 Ribu hingga Rp33 ribu. 


Selain minuman, Mahidana juga menyajikan beberapa pilihan jajanan tradisional Indonesia yang cocok disantap bersama jamu. Seperti klepon, awug, lontong, hingga berbagai jenis keripik. Pilihan jajanan ini tidak tersedia setiap hari, melainkan bergantian sesuai kesediaan. 

Semua rempah yang akan dijadikan jamu juga diracik sendiri oleh ketiga pemilik Mahidana loh, TemanBaik. Hal ini dilakukan untuk tetap menjaga kualitas bahan dari setiap menu jamu yang dihidangkan. 

"Kami racik bertiga sebagai owner. Jadi kami buat formulanya dan kirim ke Mahidana per dua hari. Kalau kelamaan takutnya enggak fresh, karena harus dijaga kualitasnya," ujar Shella. 


Bahkan guna memperluas target pasar dan merealisasikan impian menjadikan jamu sebagai minuman untuk segala usia, semua menu jamu di Mahidana melewati berbagai proses riset dan uji coba.

"Bahkan pas tester kita ngajak anak-anak kecil seusia SD, karena kalau anak-anak kan jujur ya masalah rasa. Ternyata mereka suka, makannya waktu itu ok untuk kita buat," ujar Shella.

Bukan hanya itu, para peramu jamu di Mahidana juga diberikan pelatihan dan pengetahuan seputar jamu sebelum melayani pelanggan. Hal ini diakui oleh Annisa, salah seorang peramu di Mahidana yang sempat diwawancarai Beritabaik.id. 

"Awalnya aku kaget karena tempatnya jamu bukan kopi. Tapi kita pas training dikasih tahu kok soal jamu dan disuruh coba juga, dan ternyata enak," cerita Annisa.

Dengan para peramu yang terlatih, jika TemanBaik berkunjung ke 'Mahidana' dan bingung ingin memesan apa atau memiliki keluhan kesehatan tubuh, bisa loh untuk konsul terlebih dahulu. Nanti para peramu akan memberikan rekomendasi jamu yang cocok dengan selera TemanBaik. 

Walau belum setahun sejak berdirinya, Shella berharap 'Mahidana' bisa meningkatkan kesadaran masyarakat, terutama generasi muda, soal jamu dan menjadikan jamu sebagai minuman yang bisa dikonsumsi sehari-hari. 

"Kalau sekarang anak-anak muda bilangnya 'hari ini kita belum ngopi', kita inginnya 'hari ini kita belum minum jamu'. Kita mau angkat jamu seringan mungkin biar mudah diterima," tutup Shella. 

Bagaimana TemanBaik, tertarik untuk mencoba? Nah, jika sedang berkunjung ke Bandung dan ingin mencoba jamu enak dan memiliki banyak manfaat untuk kesehatan tubuh, jangan ragu untuk mampir ke 'Mahidana Jamu' ya!

Foto: Ridzky Rangga Pradana/beritabaik.id


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler