Tampil Beda, Efek Rumah Kaca Duet dengan Dua Musisi Bandung

Bandung - Bandung menjadi kota yang tak pernah dilewatkan ketika Efek Rumah Kaca melakukan tur. Dalam rangkaian 'Tur Kemarau 2018', ERK singgah kembali di Kota Kembang pada Rabu (29/8) di Teater Terbuka Dago Tea House, Bandung. Lewat konser bertitel '#BandungKonserLagi' yang digagas oleh promotor Submarine, band yang dihuni oleh Cholil Mahmud (vokal, gitar), Poppie Airil (bas), dan Akbar Bagus Sudibyo (drum) memberikan sajian yang berbeda dari biasanya.

Konser dibagi menjadi dua set, pada set pertama ERK menyanyikan satu album 'Kamar Gelap' secara berurutan. "Halo, selamat malam, udah ketebak ya dari setlist nya ini album apa. Album ini kita rilis 10 tahun yang lalu," sapa Cholil pada penonton yang hadir.

Usai menyanyikan sejumlah trek yang terdapat di album 'Kamar Gelap', Cholil kemudian memanggil salah seorang pemain biola ke atas panggung. "Lagu ini akan dibantu oleh teman saya, namanya Estu', tutur Cholil sebelum membawakan 'Laki-laki Pemalu'.

Estu sendiri merupakan seorang pemain biola dari Klab Jazz, sebuah komunitas jazz yang ada di kota Bandung. Efek Rumah Kaca turun panggung untuk beristirahat sejenak. Lalu naik pentas kembali untuk melanjutkan sesi kedua. Kali ini ERK membawakan trek dari album 'Sinestesia' yang diselingi oleh nomor 'Seperti Rahim Ibu', lagu yang menjadi original soundtrack Mata Najwa. Kala lagu ini dibawakan, penonton turut menyumbangkan suaranya hingga tercipta koor massal.

Cholil kembali mengajak salah seorang lelaki untuk naik panggung. Kali ini ia memanggil Oscar Lolang, solois dari Bandung. Mereka berduet membawakan lagu 'Melankolia' sembari diiringi petikan gitar dari Lolang.

Setelah secara estafet membawakan lagu 'Di Udara' dan 'Jalang', di lagu berikutnya Cholil tak mau bernyanyi sendiri. Ia pun memanggil Estu dan Lolang untuk bersama sama membawakan lagu 'Desember'. Iringan biola dari Estu seketika membuat suasana menjadi lebih haru.

"Terima kasih Lolang, terima kasih juga Estu," kata sang frontman sebelum membawakan nomor wajib 'Lagu Cinta Melulu'.

Set panjang dihadirkan selama hampir dua jam, area konser dipenuhi oleh 1.500 penonton yang tak pernah padam mengiringi Cholil bernyanyi. "Terima kasih sudah menonton, dan mau menonton lagi. Terima kasih yang sudah rela datang dari jauh," ujarnya pada penonton. Konser berakhir dan ditutup oleh lagu 'Sebelah Mata'.

Efek Rumah Kaca menghadirkan sesuatu yang beda pada malam itu. Jika biasanya materi 'Sinestesia' disajikan di set pembuka, kali ini Cholil menyajikannya di set kedua. Sepanjang konser, kita seakan dibuat bertanya-tanya, lagu apa yang akan dinyanyikan selanjutnya. Duet ERK dengan dua musisi Bandung juga di luar dugaan, walau pada akhirnya para penonton tetap khusyu menikmatinya.

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler