Perjalanan Alffy Rev Bawa Lagu Nasional ke Kancah Internasional

Mojokerto - Menekuni dunia musik dan menjadikannya sebagai profesi tidaklah mudah. Tantangan bahkan tak jarang cacian dan makian harus dihadapi oleh para musisi ketika mengeluarkan sebuah karya. Hal itu juga dihadapi oleh Awwalur Rizqi Al-Firori atau yang lebih dikenal dengan nama Alffy Rev.

Siapa yang menyangka kalau seorang pemuda yang telah membawa nama musik Indonesia hingga ke Benua Eropa ini lahir di desa kecil di Jawa Timur? Ya, pria yang mengaku ingin menduniakan musik Indonesia ini lahir pada 18 Juni 1995 di daerah Trawas, Mojokerto. Alffy mengawali karir bermusiknya saat umur 9 tahun. Sebelum terkenal sebagai musisi, prestasi pertama yang diraihnya justru sebagai juara satu lomba muadzin (pria yang mengumandangkan adzan) di desanya, hingga dijuluki dengan sebutan 'Rocker Alim'.

Baru-baru ini Alffy sempat disorot oleh media internasional, yakni BBC. BBC bahkan membuat featured video yang khusus menampilkan prestasi dan karya-karya Alffy. “Saya ingin menduniakan Indonesia dengan karya-karya saya agar Indonesia bisa dipandang berkelas di dunia. Lagu-lagu Indonesia memuat nilai-nilai kebangsaan yang luar biasa, jadi saya ingin agar anak-anak muda di seluruh dunia memasukkan playlist lagu-lagu Indonesia yang bisa sejajar dengan musik-musik barat.”, ujar Alffy dalam video tersebut.

Aransemen Lagu Indonesia Raya Sempat Jadi Kontroversi
Alffy Rev mulai dikenal oleh masyarakat sejak mengaransemen lagu 'Indonesia Raya'. Aransemen tersebut sempat menimbulkan kontroversi di tengah masyarakat Indonesia. Dalam karyanya, Alffy menggabungkan unsur Electronic Dance Music (EDM) dengan instrumen gamelan saat menggubah lagu Indonesia Raya. Meskipun telah banyak ditonton hingga jutaan viewers, video aransemen lagu tersebut dianggap telah mengubah nilai-nilai moral yang terdapat dalam lagu aslinya.

Baca Ini Juga Yuk: Bottlesmoker Bikin Instrumen Lagu Patriotik dari Kegiatan Kantor

Menanggapi komentar-komentar negatif yang berdatangan kepadanya, Alffy pun menjawab dengan santai, “Ketika saya mendapat komentar negatif, saya justru ingin membuktikan bahwa karya-karya saya berikutnya akan jauh lebih besar. Itu memang hak masyarakat untuk berkomentar, tapi dengan begitu saya malah lebih semangat untuk menuangkan idealisme dalam karya yang saya buat. Saya ingin jadi manusia idealis seutuhnya.”, katanya.

Menggabungkan EDM untuk Menarik Pendengar Milenial
Alffy mengaku memilih musik EDM karena genre tersebut banyak didengarkan oleh para milenial. “Saya memilih EDM agar beat yang dihasilkan sejajar dengan musik-musik barat. Liriknya tidak berubah, kok, hanya saya menambahkan instrumen gamelan agar ada nilai-nilai kesakralannya. Saya juga tak hanya memasukkan gamelan, unsur musik dari sejumlah daerah di Indonesia juga coba saya masukkan, seperti Bali dan Batak.”, tambahnya.

Tujuan utama Alffy yaitu untuk membuat generasi muda atau milenial terus mendengarkan lagu-lagu nasional seperti layaknya mendengar musik-musik barat, tidak hanya mendengar ketika ada momentum atau acara-acara tertentu saja. Menurutnya, cara ini cukup berhasil, karena video yang diunggah di akun youtube pribadinya telah ditonton jutaan kali, termasuk music video 'Tanah Air' yang telah ditonton lebih dari 14 juta kali.

Akun youtube Alffy Rev hingga kini memiliki 650.000 lebih subscribers. Dalam mengerjakan video klipnya, Alffy benar-benar totalitas dalam mengeksplorasi tempat-tempat wisata yang ada di Indonesia. “Setiap kali shooting, saya rela untuk ribet pergi ke gunung, pantai, dan wisata-wisata di Indonesia dengan membawa barang bawaan yang tidak sedikit, biaya yang tidak murah, juga kru yang berjumlah lebih dari 50 orang. Hal tersebut saya lakukan untuk mengenalkan bahwa inilah Indonesia, ini rumah kita.”, ungkapnya.

Baca Ini Juga Yuk: Suka Puisi? Siap-siap Bakal Ada Konser Musikal Puisi Cinta

Ketika memproduksi video cover jingle Asian Games 2018, ia menceritakan kesulitannya ketika mengambil gambar di puncak Gunung Penanggungan. "Biayanya memang mahal, tetapi lebih baik berproduksi semaksimal mungkin, uang habis tidak masalah, karena itu juga investasi untuk mempersembahkan karya terbaik.", tuturnya.

Garuda Indonesia, maskapai penerbangan paling besar di Indonesia melirik karya Alffy Rev dengan semangatnya untuk mengangkat lagu-lagu nasional. Saat ini ia sedang mengerjakan aransemen 12 lagu, yang terdiri dari delapan lagu nasional dan empat lagu daerah untuk diputar sepanjang penerbangan pesawat Garuda Indonesia. Lagu ‘Bagimu Negeri’ dan ‘Rayuan Pulau Kelapa’ telah selesai ia gubah dengan menggunakan unsur EDM dan lagu tradisional.

Semangat dan kerja keras Alffy untuk terus menekuni bidangnya patut dicontoh oleh generasi milenial saat ini. Nilai-nilai nasionalisme dalam setiap karya yang dibuatnya membuat masyarakat sadar bahwa kebudayaan Indonesia sangatlah kaya dan patut untuk dilestarikan. Yuk, TemanBaik, kita dengarkan lagu-lagu nasional!


Foto: Dokumentasi Alffy Rev

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler