Portelea, Trip Hop Experience Asal Jogja Rilis Mini Album

Setelah melempar single pertama berjudul 'Traces of Love' ke kanal Youtube mereka sebelas bulan yang lalu, kini duo trip hop experience asal Yogyakarta yang menamakan proyek musiknya Portelea ini merilis mini album perdana digital yang diberi judul 'Silent Screaming'. Mini album ini total berisi 3 lagu, yaitu 'Silent Screaming', 'Traces of Love', dan 'Dark Box'.

Portelea yang digawangi oleh Catur Kurniawan (Yoyok) sebagai music programmer dan Rigisa Sejatining Ayu (Rigi) sebagai pengisi vokal ini membawa semangat Bristol Sound yang populer pada akhir tahun 80an hingga pertengahan 90an, bertempo lambat, muram, dan dibarengi dengan sentuhan elektronik.

"Musiknya 90 persen elektronik, kecuali di lagu 'Silent Screaming' karena kolaborasi bareng drummer Rizal Syaifur. Buat kami seru saja kalau ada akustiknya di sana. Soal lirik direspon sama Rigi (vokal), dia bisa menangkap kemuraman aransemennya, lalu dituangkan ke tema lagu, kemudian lirik," ujar Catur Kurniawan alias Yoyok dalam rilis yang diterima BeritaBaik.

Mengenai lagu-lagu mereka, Portelea mendapat banyak inspirasi berbagai macam peristiwa sosial. 'Silent Screaming' terinspirasi dari kisah nyata seorang anak perempuan yang tak mendapat keadilan hukum setelah diperkosa, karena yang harus mendekam di penjara bukanlah si lelaki pelaku pemerkosaan, melainkan perempuan itu.

Lagu 'Traces of Love' lebih menceritakan tentang produksi tubuh sosial, di mana rindu adalah gejala kehilangan aktivitas fisik, bukan perasaan. Sedangkan lagu yang berjudul 'Dark Box' berkisah tentang kepribadian introvert yang dipermasalahkan. Mereka yang punya sifat tertutup seolah dianggap kelainan oleh kebanyakan masyarakat.

"Kenapa kami mengangkat tema-tema ini, karena jarang ada yang mau mengangkat persoalan ini, menyuarakan kepribadian dan lingkungan sosial sekitar membuat kita bisa lebih sadar dan mengerti tentang orang lain.", ujar Yoyok.

Proses perekaman album serta mixing dan mastering dilakukan di lebih dari satu studio, seperti di Watchtower Studio dan Neverland Studio. 'Silent Screaming' dimixing dan mastering oleh Arda Neverland Studio, 'Traces of Love' oleh Bable Sagala, dan 'Dark Box' oleh Uya Cipriano dari band LastElise. Sedangkan untuk urusan artwork, Portelea mengajak Bodhi IA (@melampaui_mata), seorang perupa muda sekaligus narator dari band post-rock B.U.K.T.U.

"Kami banyak kolaborasi dengan teman-teman baik dalam menggarap album ini. Semoga saja mini album ini bisa diterima tidak hanya oleh mereka yang suka trip hop tapi juga seluruh pendengar", harap Rigi.

Portelea mulai berproses sejak pertengahan tahun 2018. Jika ditelusuri dari awal proses perkenalan antar dua personelnya, Yoyok dan Rigi seperti mengalami "serendipity" sebelum mulai bermusik bersama. Yoyok bertemu Rigi di toko Melodia Musik saat Rigi tengah membeli mikrofon. Yoyok yang kebetulan sedang bekerja di toko yang termasuk salah satu tempat nongkrong favorit para musisi Jogja itu langsung terkesima dan naksir berat dengan suara Rigi yang sedang mencoba mikrofon.

"Pas saya dengar suaranya, wah ini dia nih yang saya cari untuk proyek musik Portelea. Dia punya karakter suara kuat. Terus satu minggu kemudian saya ajak dia untuk ber-Portelea dan dia langsung mau. Sejak saat itu bikin karya bareng", kenang Yoyok.

Nah, bagi TemanBaik yang penasaran, mini album 'Silent Screaming' dari Portelea ini sudah dapat didengarkan di berbagai platform musik digital sejak 19 Juli 2019 ya. Ikuti juga sosial media mereka di @portelea.music (instagram) dan @porteleamusic (twitter).

Foto: @_stagedoc
Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler