Cerita Sutradara Riri Riza di Balik Film Terbaru 'Humba Dreams'

Sumba yang akrab disebut Humba telah menjadi tempat istimewa bagi sutradara Riri RIza dan Miles Films. Berawal dari perjalanan pertama mereka bertemu dengan Sumba sekitar tahun 2012/2013 saat Mira Lesmana, Riri Riza dan Ifa Isfansyah sedang mencari kemungkinan-kemungkinan lokasi untuk film Pendekar Tongkat Emas. Pertemuan awal mereka dengan Sumba ternyata sangat membuat mereka jatuh cinta dan terinspirasi untuk membuat sesuatu di Sumba. Hingga mereka dan Sumba pada akhirnya mempunyai hubungan yang spesial.

"Terus terang kami terpukau dengan Sumba, dengan berbagai kompleksitasnya, keindahannya, dari berbagai cerita yang ada di dalamnya. Mulai dari Sumba Barat, akhirnya kami turun ke Sumba Timur. Dari Sumba Timur itulah kami akhirnya menjalin hubungan yang semakin lama semakin dekat, dan kami akhirnya jadi terus bolak-balik ke Sumba. Berbagai project kami buat di sana, mulai dari film Pendekar Tongkat Emas kemudian kami membuat sebuah iklan dan beberapa proyek lainnya. Setelah itu saya ngobrol sama Riri, mari kita buat sesuatu lagi tentang Humba. Apapun itu rasanya kecintaan kami terhadap Sumba perlu kami ekspresikan lebih jauh dalam berbagai bentuk," ujar Mira Lesmana pada saat Media Gathering 'Humba Dreams' yang berlangsung di Greenhost Hotel (27/7/2019).

Merasa bahwa dengan merilis film Pendekar Tongkat Emas pada tahun 2014 saja tidak cukup untuk menggambarkan bagaimana kecintaan mereka terhadap Sumba, maka Riri Riza terinspirasi untuk membuat project 'Humba Dreams' yang dimulai dari membuat filmnya terlebih dahulu.

Film 'Humba Dreams' menceritakan tentang Martin (J.S. Khairen), seorang mahasiswa sekolah film Jakarta yang pulang ke Sumba untuk suatu tugas yang tak mudah. Perjalanan mempertemukan Martin dengan Anna (Ully Triani), dan berbagai pertanyaan tentang Humba dan dirinya perlahan menemukan jawaban.

Ketika menggarap ide untuk film 'Humba Dreams', Riri Riza mencoba menangkap dan menggali budaya masyarakat Sumba dan menemukan bagaimana kematian dalam kepercayaan lokal Marapu adalah peristiwa penting yang menjadi sentral dalam kehidupan masyarakat Sumba. Bersamaan dengan itu, masyarakat Sumba juga dihadapkan pada isu-isu kontemporer, seperti kesulitan perekonomian, konsumerisme, dan persoalan pengelolaan limbah.

"Sumba telah menjadi bagian cerita dari banyak film Indonesia. Film ini adalah sebuah sisi dari Sumba masa kini, yang masih serta dengan tradisi namun menghadapi tantangan jaman modern," tutur Mira Lesmana, produser Miles Films.

Pada bulan Juni lalu, film 'Humba Dreams' telah diputar World Premiere pada ajang Shanghai International Film Festival 2019 dan mendapat sambutan baik di sana. Film ini telah memenangkan CJ Entertainment Award di Asian Project Market (APM) Busan International Film Festival pada tahun 2017.

Kini 'Humba Dreams' akhirnya mengawali perjalanan rilisnya di Indonesia pada JAFF Movie Night 3.2 yang diadakan pada 27 Juli 2019 (khusus undangan) dan 3-4 Agustus 2019 (untuk umum).

Setelah film Humba Dreams dibuat, Riri Riza memutuskan untuk membawa Sumba ikut serta ke medium lain dengan membuat rangkaian kedua dari project Humba Dreams berupa instalasi seni berjudul 'Humba Dreams (un)Exposed' di festival seni kontemporer terbesar di Indonesia, ARTJOG MMXIX yang digelar sepanjang 25 Juli – 25 Agustus 2019 di Jogja National Museum (JNM).

"Medium film saja tidak cukup untuk menggambarkan apa yang kami temui, maka akhirnya menjadi sebuah project. Tentu saja selain film yang sudah selesai, kita berpikir untuk memperkaya pengalaman ini, membaginya kepada penonton melalui sebuah partisipasi dalam ARTJOG, dalam sebuah instalasi seni. Intinya sumba itu adalah satu pengalaman yang sangat kompleks dan kaya luar biasa, medium film saja tidak cukup," tutur Riri Riza.

Project 'Humba Dreams' ini ternyata tak hanya sampai pada film dan instalasi seni di ARTJOG tersebut, namun Riri Riza juga berencana untuk membuat rangkaian ketiga dalam bentuk buku atau jurnal yang berisi catatan-catatan yang selama ini ia buat tentang Sumba yang saat ini masih dalam proses pembuatan.

Foto: Ella Lukita


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler