.Feast Tuangkan Keresahan dalam Single ‘Di Padang Lumpuh’

Grup musik .Feast merilis single bertajuk ‘Di Padang Lumpuh’ pada Jum’at (1/5/2020). Dalam keterangan resminya, mereka menyebut lagu yang rilis di bawah naungan Sun Eater ini terinspirasi dari beberapa pertanyaan tentang publik yang dilarang menyuarakan kebaikan dan keresahan.

“Lagu ini adalah sedikit gambaran dari apa yang kami lihat dan dengar sejak perkenalan pertama kami dengan aktivisme sosial saat masih menjadi mahasiswa,” tulis .Feast dalam keterangan resminya.

Secara musikal, konsep yang disajikan .Feast dalam lagu ini nampak berbeda dengan karya-karya mereka terdahulu. Bila pada lagu-lagunya terdahulu seperti ‘Peradaban’, misalnya, yang mana mereka banyak mengandalkan lapisan-lapisan unsur musik elektronik. Nah, pada lagu ini, instrumen yang dibunyikan terdengar lebih organik.

Sebut saja tabuhan drum bertempo sedang dan isian gitar dengan distorsi kental membuka lagu ini tanpa basa-basi. Karakter vokal Baskara yang biasanya bernyanyi di jangkauan nada rendah berubah menjadi lebih galak, dengan sedikit bebunyian efek distorsi pada vokal. Melodi utama lagu ini ditegaskan oleh isian gitar elektrik dan lapisan syntheizer di belakangnya. Bila kamu cukup familiar dengan musik yang disajikan .Feast sebelumnya, tak mengherankan kamu seolah merasa ‘pangling’ begitu mendengar lagu ini.

Urusan lirik, jangan diragukan lagi. Sejak pertama kemunculannya, .Feast memang identik dengan lirik yang lugas, sarkas dan penuh kritik. Unsur ini pula yang masih bisa kamu dapatkan. Dibalut musik yang lebih organik dan terkesan lebih sangar, lagu ini terasa komplet sebagai medium untuk menyampaikan keresahan. Direkam pada awal Januari 2020 dan melalui proses olah suara hingga Maret 2020, total mereka menghabiskan waktu tiga bulan lebih untuk menggarap lagu ini.

Sebagai pamungkas, mereka berpandangan lewat lagu ini bahwa pendapat adalah sesuatu yang sangat wajar, dan seharusnya digunakan untuk mendapatkan solusi, terutama saat tujuannya sama-sama baik. Dan sebuah pendapat idealnya tak dijadikan sebagai instrumen adu domba antar kelompok, apalagi dipelintir dan dibelokkan maknanya.

“Di manapun kita berada, jangan terpecah belah, ingat siapa musuh sebenarnya dan apa yang sama-sama diperjuangkan dari awal,” tutup .Feast.

Saat ini, ‘Di Padang Lumpuh’ sudah bisa kamu dengarkan lewat berbagai platform digital. Bila TemanBaik ingin mendengar eksplorasi musik yang lebih organik dari Baskara Putra dan kawan-kawan, lagu ini sangat direkomendasikan untukmu. Bagaimana? Sudah ada yang dengar lagunya?


Foto: Dok. .Feast

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler