Menelisik Konsep Triple Helix dalam Ekosistem Musik

Bandung - TemanBaik, bicara ekosistem musik bagi suatu kota tentu melibatkan banyak peran di dalamnya. Beberapa di antaranya adalah enterpreneur musik, komunitas dan ketersedian ruang kreatif untuk berkarya. Sinergitas yang seimbang antar peran tersebut, akan membantu perkembangan ekosistem musik yang ideal. Seperti apa sih penjelsasannya, simak yuk! 

Salah satu kunci dalam menciptakan ekosistem musik yang ideal menurut Idhar adalah munculnya keseimbangan triple helix, yang berasal dari pelaku industri, pemerintah dan middle man. Nah, meski dianggap cukup vital, Idhar menyayangkan karena kehadiran middle man ini justru tak ada.

"Middle man itu peran orang yang melakukan advokasi, lobby, riset, kajian sehingga pihak ini bisa menjembatani pihak pemerintah dengan pelaku musik di Indonesia," ujarnya.

Ia mencontohkan kehadiran aliansi di bidang profesi tertentu, yang mana aliansi ini bisa berperan sebagai mediator saat seorang pekerja di bidang tersebut mengalami permasalahan di lapangan saat bekerja.

"Ya, analoginya kayak jurnalis kan ada aliansi AJI (Aliansi Jurnalis Independen), atau aliansi jurnalis lainnya. Itu di tiap wilayah kan ada . Nah, musisi juga harus punya yang kayak gitu. Itu namanya peran middle man, yang memberi fasilitas mediasi saat musisi atau pelaku industri musiknya, misalnya terjadi sesuatu yang enggak diharapkan," jelas Idhar Resmadi, yang juga penulis buku 'Jurnalisme Musik dan Selingkar Wilayahnya'.

Ia mencontohkan ruang kreatif M Bloc Space di Jakarta sebagai salah satu wahana kreatif yang mengandalkan keseimbangan triple helix yang dimaksud.

Untuk konsep triple helix ini, Idhar menilai, idealnya pemerintah hadir cukup sebagai fasilitator. Dalam konteks Kota Bandung saja, yang saat ini memiliki beragam ruang kreatif seperti Bandung Creative Hub, misalnya, ia menilai optimalisasi dari fasilitas tersebut akan maksimal bila peran serta komunitas lebih banyak dilibatkan.

"Pemerintah itu jangan ditempatkan sebagai eksekutor. Mereka fasilitator. Biarkan komunitas yang maju untuk mengeksekusi fasilitas yang dimiliki pemerintah. Berbicara aspek ekonomi, justru kolaborasi keduanya ini bisa banyak menopang banget nilai ekonomi. Enggak menutup kemungkinan bakal meningkatkan pendapatan daerah," katanya.

Baca Ini Juga Yuk: Bicara Ekosistem Musik di Bandung dengan Idhar Resmadi

Optimisme dan Modal Sosial
Berbicara mengenai kondisi ekosistem musik hari ini, Idhar mengaku optimis di Kota Bandung bakal tumbuh ekosistem musik yang ideal. Namun, optimisme tersebut mesti dibarengi beberapa syarat.

"Bandung itu kuat di modal sosial dan pertemanan. Ini bisa dikembangkan untuk menarik aspek lain di ekosistem musik," ujarnya.

Momentum pandemi korona yang sedang kita lalui ini dianggap Idhar sebagai salah satu ajang menyetel ulang kesepakatan bersama terkait peran para aktor dalam ekosistem musik di Bandung.

Lebih lanjut lagi, penguatan komunitas selalu ia tekankan agar bisa dilakukan. Sehingga, saat pandemi mereda dan industri mulai masuk era kenormalan baru, berbagai langkah strategis terkait upaya menghadirkan ekosistem industri musik yang ideal dapat terwujud.

Perwujudan ekosistem musik yang ideal juga sebetulnya sudah dilakukan lewat beberapa komunitas seperti Patrakomala dan festival musik tahunan Musikonik. Dengan berbagai upaya tersebut, ditambah penyetelan ulang persepsi soal kebutuhan ekosistem musik, Idhar optimis subsektor musik bakal jadi lokomotif yang juga memajukan gerbong-gerbong industri kreatif lainnya di Kota Bandung.

"Intinya, saya mendorong music enterpreneur, khususnya yang muda-muda nih. Yuk kita gerak untuk bikin sesuatu buat kemajuan ekosistem musik di Bandung," pungkasnya.

TemanBaik, kamu pelaku dalam ekosistem musik? Yuk, kuatkan kegiatan berbasis komunitas dan lincahkan kegiatan komunitasmu. Jangan lupa, ciptakan pola triple helix yang ideal, ya. Dengan mengaplikasikan hal tersebut, bukan mustahil bidang profesimu saat ini bisa menjadi kekuatan ekonomi yang baru di era kenormalan baru ini. Semangat ya!

Foto: Rayhadi Shadiq/beritabaik.id 

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler