Begini Cara Menyetel Nada Pada Angklung

Bandung - TemanBaik, familiarkah kamu dengan alat musik angklung? Rupanya, di balik keberadaan sebuah angklung, terdapat sebuah proses panjang.

Beritabaik.id punya kesempatan mengikuti sesi workshop pembuatan angklung di Saung Angklung Udjo. Dalam sesi workshop tersebut, dijelaskan bahwa proses pembuatan satu angklung bisa memakan waktu yang amat panjang. Proses tersebut meliputi pemilihan bambu, pembuatan rangka, penyetelan nada, hingga finishing atau penyempurnaan akhir.

Nah, dari sekian banyak rangkaian proses pembuatan angklung, ada satu tahap yang cukup krusial yaitu tahap penyetelan nada. Kenapa dibilang krusial? Bayangkan jika proses cukup panjang dari mulai pemilihan bambu hingga finishing sudah dilakukan, namun ternyata saat penyetelan nadanya tidak dilakukan kroscek yang benar, maka produk angklung yang selesai dibuat akan sumbang nadanya.

Lalu, seperti apa sih cara penyetelan nada pada angklung? Yuk simak langkah-langkahnya!

Menentukan Nada yang Dituju
Langkah pertama adalah menentukan terlebih dahulu nada yang akan kita setel. Misalnya, kita hendak membuat angklung bernada do (atau C, atau 1). Kita bisa menggunakan bantuan alat musik kibor, atau mungkin alat pengukur nada (tuner) digital, atau mungkin dengan angklung yang sudah disetel untuk memudahkan pekerjaan kita.

Sebagai informasi, bila kamu menggunakan kibor atau piano, maka kamu bisa menyamakan nada angklung tersebut dengan nada do atau 1. Apabila menggunakan tuner digital, kamu bisa menyamakan frekuensi nada tabung bambu yang akan disetel dengan nada do atau C.

Nah, setelah itu, ambil tabung bambu yang hendak disetel dan kita akan mulai menyerutnya.

Baca Ini Juga Yuk: Mengenal Harmonika, Alat Musik Mungil Berdaya Eksplorasi Tinggi

Menyerut Tabung Bambu
Langkah berikutnya ialah kita harus menyerut tabung bambu yang akan disetel. Langkah ini perlu dilakukan secara hati-hati. Pasalnya, selain berisiko melukai bagian tubuh, kita perlu jeli mendengarkan perbedaan nada setelah kita menyerut tabung bambu.

Intinya, menyerut tabung bambu ini adalah proses mengejar kemiripan nada tabung bambu yang akan disetel dengan nada alat bantu. Oleh karenanya, sembari menyerut tabung bambu, sesekali kita perlu membunyikan tabung tersebut. Jangan sampai karena keasyikan menyerut bambu, nada yang hendak dikejar malah meleset.

Menurut salah satu pengerajin dalam workshop tersebut, hal yang perlu kamu ketahui adalah semakin tabung bambu angklungmu diserut, maka nadanya akan semakin rendah. Jadi, jangan sampai saat hendak mengejar nada tertentu, karena keasyikan menyerut bambu, nada hasil setelanmu justru meleset dan terlalu rendah dari nada yang hendak dikejar.

Memasang Tabung ke Rangka
Setelah itu, tabung bambu yang sudah disetel dimasukkan ke dalam rangka. Terdapat dua tabung bambu dalam satu buah angklung dengan nada yang sama, namun ketinggian (oktaf) nadanya berbeda.

Tahap terakhir adalah menjahit tabung bambu ke rangka angklung dengan rotan. Setelah dijahit ke rangka, barulah angklung bisa diuji bunyi.

Fakta yang menarik dari proses pembuatan angklung adalah satu buah angklung bisa memakan waktu mulai 3 hingga 4 tahun karena proses pengeringan bambunya. Selain itu, ada fakta yang tak kalah menarik, yaitu jika kita membunyikan bambu dengan satu nada tertentu, maka bambu dengan nada yang sama akan bergetar juga.

TemanBaik, berkaca pada proses pembuatan angklung yang memakan waktu cukup panjang, maka tak ada salahnya untuk kita melestarikan salah satu musik tradisional ini. Sebagai informasi tambahan, apabila kamu hendak mengetahui lebih lanjut mengenai pembuatan angklung, kamu bisa hadir ke pertunjukan reguler di Saung Angklung Udjo, ya. Karena dalam sesi pertunjukan, terdapat segmen workshop pembuatan angklung.

Foto: Rayhadi Shadiq/beritabaik.id


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler