Hitam Putih dalam Single Baru Plastisin

Bandung - Grup musik Plastisin belum lama ini melepas single bertajuk 'Sampar'. Lagu ini punya banyak nuansa musik dan liriknya seolah dapat diterjemahkan ke dalam beberapa situasi.

Perlu waktu 2 tahun untuk menggarap lagu ini. Ketika dirilis pada tahun 2020, mereka tidak menyangka waktu perilisan single ini akan bertepatan dengan situasi pandemi korona.

Menangkap fenomena ini, 'Sampar' kemudian disajikan dalam format video klip dengan mengambil momentum pandemi. Nuansa hitam putih, pemandangan kota dan adegan pertolongan tim media ditampilkan sepanjang video klipnya. Beruntung, kolaborasi antara musik dan visualnya ini cocok.

"Wabah kadang kala bisa menjelma menjadi apa saja, seperti apa yang (kami) Plastisin tulis," jelas mereka dalam keterangan resminya.


Baca Ini Juga Yuk: Gandeng Musisi Idola, Navicula Gelar Konser Virtual

Kembali ke unsur musiknya, 'Sampar' disajikan dengan rasa musik rock alternatif era 90-an. Semua yang mereka implementasikan adalah refleksi dari masing-masing member Plastisin, seperti pop, grunge, hardrock, shoegaze ala My Bloody Valentine, dan progresif rock. Tengok saja bagian pembuka lagu ini yang tak berbelit. Lagu dibuka dengan iringan musik pop dan sentuhan gitar elektrik.

Kerumitan lagu mulai muncul saat memasuki bagian interlude atau melodi utama. Bebunyian synthesizer sebagai melodi utama disambut dengan transisi musik dari rock alternatif menuju progresif rock. Ya, setelah bagian ini, Plastisin seolah memainkan pola iringan progresif, yang menampilkan kemampuan antar instrumen untuk seolah terdengar berjalan sendiri-sendiri, namun tetap satu irama. Coba dengar deh!

Secara lirikal, lagu ini menyajikan lirik berbahasa Indonesia. Mereka mengaku lirik yang ditulis terinspirasi dari lirik lagu-lagu rock Indonesia pada awal kemunculannya. Walau menyajikan diksi yang relatif kompleks, namun kekayaan musikal dalam lagu ini seolah jadi daya tarik bagi audiens untuk tetap bertahan mendengarkan lagu ini.

Sekarang, lagu 'Sampar' dari Plastisin telah tersedia di berbagai platform digital. Begitupula video klipnya sudah bisa kamu tonton di YouTube. Nah, bagaimana pendapatmu tentang lagu ini?

Foto: dok. Plastisin


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler