Yuk! Kenalan dengan Fase Musik Jazz dari Masa ke Masa

Bandung - TemanBaik pernah dengar musik jazz (jaz)? Di balik popularitasnya yang menanjak belakangan ini, rupanya perjalanan musik jaz itu panjang juga loh.

Beritabaik.id punya kesempatan untuk ngobrol dengan Galih Ramadhan. Dia adalah dosen di Jurusan Seni Musik, Fakultas Ilmu Seni dan Sastra Universitas Pasundan. Galih memaparkan beberapa periode pada musik jaz sebelum masuk ke era sekarang. Ia juga menjelaskan karakteristik antar periode, yang uniknya punya perbedaan dan ciri masing-masing.

"Ada yang bilang jaz itu akarnya dari blues. Kalau menurutku itu enggak tepat, karena memang kedua musik ini secara historikal memang sudah ada dan saling mempengaruhi," terang Galih.

Perkembangan musik jaz dari awal kemunculannya hingga saat ini melewati beberapa fase. Biasanya, satu fase perkembangan musik jaz terjadi antara 5 hingga 10 tahun. Namun, Galih menambahkan, setelah berakhirnya sebuah fase perkembangan dan memasuki fase baru, jenis musik yang telah melewati waktu 5 hingga 10 tahun tadi masih tetap berjalan.

Penasaran kan? Yuk, simak perjalanannya!



Sebelum Histori
Awal abad ke-19, sekitar 400.000 penduduk asli Afrika telah dibawa ke Amerika dan dijadikan budak. Kebanyakan dari mereka diangkut dari Afrika Barat. Di tempat lain, unsur-unsur Afrika dalam musik para budak dilarang atau secara eksplisit ditekan. Selama masa Pemberontakan Stono tahun 1739, drum telah digunakan untuk menandakan serangan terhadap penduduk kulit putih. Karena ingin mencegah pemberontakan lebih lanjut, South Carolina melarang penggunaan drum oleh budak. Kode Georgia bukan hanya melarang penggunaan drum, tetapi juga alat musik tiup horn atau instrumen keras lainnya.

Fase Awal Musik Jazz, New Orleans
Fase awal musik jaz dalam sejarah adalah fase New Orleans dan Chicago. Fase ini berlangsung selama satu dekade, yaitu selama tahun 1920 hingga 1930-an. Karakter musik jaz kala itu banyak menggunakan improvisasi secara kolektif. Instrumen yang ditonjolkan atau frontline instrument di era ini adalah alat musik tiup seperti trompet, cornet, klarinet, dan trombon. Uniknya, pada fase New Orleans, peran gitar dan bas dalam format musik jaz diisi oleh banjo dan tuba. Pada gaya Chicago, instrumen saksofon mulai diperkenalkan sebagai frontline.

Irama yang dimainkan pada jaz era New Orleans cenderung flat atau datar. Kalau kamu penasaran sama jenis musik jaz fase ini, coba deh kamu cari dengan kata kunci Brass Band awal New Orleans. Beberapa musisi yang bisa kamu jadikan referensi antata lain Louis Amstrong, Bix Biederbecke, Jelly Roll, Sidney Bechey, Earl 'Fatha' Hines, dan masih banyak lagi.

Nah, adakah di antara kamu yang mendengarkan lagu-lagu dari musisi tersebut?

Baca Ini Juga Yuk: Belangbenar, Ceritakan Isu dalam Diri Manusia Lewat Single Baru

Fase Wing atau Big Band
Fase berikutnya dalam sejarah perkembangan musik jaz ini dianggap fase paling populer. Ya, namanya fase wing atau big band, berkembang pada dekade 1930-an. Era ini melahirkan sejumlah musisi antara lain Duke Ellington, Count Basie, Coleman Hawkins, Lester Young, Roy Eldridge, dan masih banyak lagi.

Karakteristik musik jaz fase ini lebih menekankan pada aransemen lagunya. Jadi, enggak lagi menekankan pada improvisasi pemain instrumen secara individu. Nuansa swing pada fase ini lebih terasa lembut. Selain itu, pada fase ini mulai sering bermunculan istilah tutti dalam komposisi lagu.

Sedikit informasi nih, tutti adalah baris melodi pada lagu yang dimainkan oleh beberapa instrumen. Nada yang dimainkan biasanya dipecah atau diberlakukan pembagian suara untuk mencapai harmoni. Tutti ini biasanya juga banyak dijumpai pada akhir lagu. Galih menyebut ini sebagai tutti klimaks. Uniknya, gaya tutti semacam ini kemudian berkembang hingga saat ini.

Kalau kamu masih penasaran seperti apa bentuk tutti secara umum, musisi Isyana Sarasvati pernah mengunggah video dengan tagar #isyanatuttichallange. Nah, coba deh kamu cek unggahan dengan tagar tersebut, permainan melodi yang dimainkan berbarengan seperti demikianlah yang dimaksud dengan tutti.

Fase Bop
Pernah dengar istilah yang kerap diejakan "bibop" saat menonton pertunjukan jaz? Nah, boleh jadi istilah itu adalah kepanjangan dari sejarah perkembangan jaz. Fase bop ini berlangsung pada era 1945 hingga 1950, tepatnya setelah Perang Dunia kedua. Karakteristik musik jaz pada fase ini menekankan improvisasi yang tergolong rumit dan tempo yang tergolong cepat.

Ketukan drum pada musik jaz fase bop lebih interaktif. Melodi yang rumit dan kaku ini biasanya dimainkan secara unison atau satu nada.

Charlie Parker, Dizzy Gillespie, Bud Powell, Thelonious Monk, Max Roach, Dexter Gordon, dan J.J Johnson merupakan musisi penting pada jaz di fase ini. Sudah pernah dengar musik dari salah satunya?

Fase Cool
Fase berikutnya dalam perkembangan sejarah musik jaz adalah fase cool. Fase ini seakan jadi awal kepopuleran Miles Davis dalam skena musik jaz. Fase ini berlangsung antara tahun 1950 hingga 1955.

Karakteristik cool jaz antara lain musiknya bersifat lebih tenang, dan tidak terburu-buru sebelum masuk pendekatan improvisasi. Selain itu, dinamika musik dan melodi pada jenis musik ini terasa lebih lembut. Terdapat pula kombinasi baru dalam pengusian instrumen seperti hadirnya flute, cello, french horn, dan oboe (obo).

"Cool jaz itu kayak era peregangan lah. Sebelum era cool jaz, musik jaz tuh njelimet (rumit) gitu," kata Galih.

Selain Miles Davis, musisi penting di fase ini adalah Dave Brubeck, Paul Desmond & Lee Konitz, Gerry Mulligan, Modern Jazz Quartet, Stan Getz, dan Gil Evans. Adakah di antara kamu yang punya rekomendasi lagu dari musisi-musisi tersebut?

Fase Hard Bop
Setelah fase pendinginan sejenak, dekade 50-an dihabiskan dengan kemunculan fase Hard Bop pada perkembangan musik jaz. Era ini menekankan gaya pembawaan yang 'mentah' dan keras, tentu dengan pendekatan emosional. Berbeda dengan jenis musik pada fase Bop, di fase Hard Bop ini tempo dan melodi yang digunakan lebih lambat dan sederhana.

Musisi yang cukup populer pada era ini antara lain Horace Silver. Namun, ada pula nama Art Blakey & The Jazz Messengers, Sonny Rollins, Cliffod Brown, Charles Mingus, dan Benny Golson.

Baca Ini Juga Yuk: Nostalgia dengan Musik Lawas Lewat Single Baru Manner House

Fase Free Jazz (Avant Garde)
Setelah beberapa era pada perkembangan musik jaz, pada awal dekade 60-an, muncul jenis free jaz atau avant garde, yang boleh jadi berangkat dari kegelisahan para seniman jaz dunia.

Karakteristik pada fase free jaz ini terdengar lebih bebas dan terbuka. Biasanya, tekstur bunyi pada isian di lagu-lagu dengan gaya free jaz ini diolah sedemikian rupa. Kemunculan bebunyian tidak umum seperti noise atau scream banyak hadir di fase jaz ini.

Coba deh, kamu dengar musik dari Ornetye Coleman, Cecil Taylor, Albert Ayler, dan Anthony Braxton. Mereka adalah musisi penting di era free jaz ini.

Fase Fusion/Jazz Rock
Pada awal dekade 70-an, perkembangan musik jaz melahirkan jenis musik fusion dan jazz rock. Nah, pada fase ini, kehadiran teknologi instrumen mulai amat kentara. Mulai dari penggunaan gitar elektrik beserta efek distorsi, kibor, hingga syntheseizer. Teknologi juga banyak diberlakukan pada sesi rekaman.

Nama-nama musisi berpengaruhnya pun terdengar lebih populer dan lebih segar. Sebut saja Chick Corea, Weather Report, John McLaughlin, dan masih banyak lagi. Nama Miles Davis juga masih muncul pada fase ini.

Fase Elektisme
Fase elektisme ini berlangsung cukup lama, mulai pada awal dekade 1980 hingga 1990-an. Saat berkembang di fase ini, musik jaz tidak menganut tren gaya dominan tunggal. Selain itu, kecanggihan lebih lanjut dari jaz elektronik di fase jaz rock bisa dirasakan. Perluasan teknik instrumental dan vokal juga banyak dijumpai pada fase ini. Perkembangan musik jaz pada fase ini juga bersamaan dengan pertumbuhan gaya jaz eropa dan world music.

Sejumlah nama seperti Pat Metheny, John Schofield, Bobby McFerrin, dan masih banyak lagi, turut menghiasi fase ini. Ada yang mengenal nama-nama musisi di atas?

Setelah berada dalam fase ini, Galih menyebut belum ditemukan lagi fase baru dalam perkembangan musik jaz. Hanya saja, sebagai pelaku musik alias musisi jaz, Galih merasa jaz hari ini sudah jauh berkembang. Bahkan, tiap wilayah di penjuru dunia seolah punya jaz-nya masing-masing, tentu dengan gaya atau warna musik dari wilayah tersebut.

"Bermain musik itu kayak representasi dari keseluruhan aspek yang dijalani oleh musisinya. Jadi, sentuhan akor atau nada tertentu dalam sebuah komposisi lagu, enggak lantas bikin lagu itu jadi nge-jaz," ujar Galih.

Setelah melewati perjalanan yang amat panjang, musik jaz yang notabene berasal dari musik era perbudakan kini menjelma jadi musik dengan sajian megah, tanpa terkecuali di Indonesia. Tengok saja perhelatan musik jaz di Indonesia, yang sekarang justru identik dengan kemegahan dan tiketnya dibanderol dengan harga yang relatif mahal.

Selain itu, musik jaz yang dulunya dianggap musik rumit, saat ini mulai akrab di telinga anak muda. Elastis dan fleksibelnya aliran musik ini menjadikan jaz dengan mudah dipadukan dengan aspek lain seperti teknologi musik. Boleh jadi, dalam waktu dekat ini akan muncul fase baru dalam perjalanan musik jaz.

Lalu, berkaca dari perjalanan musik jazz tadi, siapa musisi jazz favorit TemanBaik?

Foto: Rayhadi Shadiq/beritabaik.id

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler