Alunan Harapan dan Kebahagiaan dalam Konser Virtual MCU Choir

Bandung - TemanBaik, siapa yang suka dengan alunan musik dan nyanyian dari sebuah kelompok paduan suara? Dengan aransemen musik yang indah, ditambah improvisasi nyanyian dari berbagai jenis jangkauan suara memang menyenangkan. Namun, belakangan konser paduan suara tak dapat TemanBaik saksikan secara langsung karena sedang dalam masa pandemi.

Merespons keadaan seperti sekarang, Maranatha Christian University Choir (MCUC) menghadirkan konser paduan suara dengan konsep virtual yang bertajuk "Rhythm of Hope". Dengan tema harapan di tengah pandemi, MCUC berharap lewat konsernya ini dapat menyebarkan pesan bagi orang-orang untuk tetap berbahagia diri, dan tetap beraktivitas positif serta produktif. Konser ini diadakan secara virtual lewat akun YouTube resmi MCUC pada Sabtu, (10/10) tepat pukul 20:00 WIB.

Konser ini dibuka dengan sambutan dan ucapan terima kasih dari Sri Widiyantoro, selaku rektor dari Universitas Kristen Maranatha. Sri Widiyantoro mengungkapkan bahwa hadirnya konser besar dari MCUC ini semoga menjadi pengingat untuk tetap berkarya meski sedang terdampak pandemi.

"Kami sangat mendukung adik-adik di MCUC untuk terus berkarya dan menginspirasi. Kalian adalah generasi muda harapan yang harus dapat mengisi kehidupan bangsa dengan berbagai hal yang positif," tutur Sri Widiyantoro.

Sesi pertama dibuka dengan lagu lagu yang berjudul 'Seasons of Love' karya Jonathan Larson. Lewat tampilan virtual, MCUC menggunakan konsep video yang menampilkan para personelnya bernyanyi bersama-sama. Masing-masing personel ditampilkan lewat bingkai berbentuk lingkaran, yang  dari situlah TemanBaik dapat melihat ekspresi para personel MCUC ketika bernyanyi. Sungguh sebuah perkembangan teknologi dan keajaiban musik yang dapat dikolaborasikan sehingga membentuk nyanyian yang indah dari MCUC ini.



Baca Ini Juga Yuk: Single Baru Rendy Pandugo untuk Kamu yang Rindu Rumah

Selanjutnya ada lagu yang berjudul 'The Lord Bless You and Keep You' karya John Rutter. Dengan konsep pakaian serba putih untuk visualnya, semakin menambah rasa syahdu ketika mendengar nyanyian para personel MCUC ini. Alunan musik yang indah, ditambah nyanyian paduan suara yang dikolaborasikan sedemikian rupa, semakin memperkuat pesan harapan positif yang ingin ditampilkan lewat konser ini.

Sesi ini pun dilanjutkan dengan lagu 'Dies Irae' karya Ken Steven, dan akhirnya sesi ini ditutup dengan lagu 'Izar Ederrak' karya Josh Leberdin. Dari kedua lagu ini memperlihatkan harmoni suara nyanyian para personel MCUC yang pastinya sudah berlatih lebih keras untuk konser ini. Dan hasilnya adalah sebuah karya paduan suara yang dapat menghibur dan menggetarkan hati TemanBaik ini, meski hanya lewat sebuah layar daring saja.

Sebagai selingan antara sesi pertama dan kedua, MCUC menampilkan beberapa tayangan profil mereka. MCUC berdiri sejak 30 Oktober 1983, dan sejak saat itulah MCUC telah mengukir banyak prestasi mulai dari tingkat nasional hingga tingkat internasional. Mulai dari negara Jerman, Spanyol, hingga Yunani telah mereka sambangi demi mengharumkan nama Indonesia di kancah paduan suara dunia.

Pada sesi kedua, dibuka dengan lagu 'In My Life' karya John Lennon dan Paul McCartney. Tentunya lagu ini dibawakan oleh MCUC dengan arransemen yang lebih cocok dengan paduan suara, yaitu aransemen dari Steve Zegree. Lagu dari The Beatles yang awalnya cukup pop ini, dibuat lebih jazzy, ditambah suara-suara personel dari MCUC yang sangat indah dan seakan memberikan jiwa baru bagi lagu ini.

Lagu kedua, MCUC membawakan lagu daerah Indonesia yaitu Yamko Rambe Yamko, yang diaransemen ulang oleh Agustinus Bambang Jusana, sebagai music director dan conductor dari MCUC. Lagu ini ditampilkan dengan konsep visual sangat menarik, di mana para personel MCUC bernyanyi dengan menggunakan pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia.

Aransemen yang unik dari musik dan nyanyiannya, serta koreografi tambahan semakin mempertebal karakter MCUC dalam menyanyikan lagu ini. Sungguh sebuah karya yang sangat bagus telah berhasil dipertontonkan oleh MCUC lewat konser virtual ini.

Sesi kedua ini ditutup dengan dengan lagu berjudul 'Gloria'. Sebagai penutup dari keseluruhan konser virtual ini, MCUC membawakan lagu "Hymne Maranatha' Lagu ini dinyanyikan sebagai bentuk terima kasih kepada Universitas Kristen Maranatha telah mempertemukan mereka, dan akhirnya dapat menghasilkan banyak karya paduan suara yang dapat diperdengarkan hingga seluruh dunia.

TemanBaik, MCUC dan konser 'Rhythm of Hope' adalah sebuah contoh positif untuk tetap berkarya meski berada di tengah pandemi ini. Tetap kreatif dan memanfaatkan teknologi demi berkarya adalah jalan terbaik untuk tetap produktif selama pandemi ini. Tetap semangat ya, TemanBaik!

Foto: dok. Maranatha Christian University Choir

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler