Cara Unik Gabriel Mayo dalam Memasarkan Single Barunya

Jakarta - Musisi Gabriel Mayo baru saja melepas single bertajuk 'Metanoia'. Enggak seperti kebanyakan musisi yang merilis karyanya di layanan pemutar musik digital, ia justru punya cara unik dalam menjual karyanya ini.

Ya, untuk menikmati single ini, calon pendengar bisa membelinya secara langsung ke musisinya, Gabriel Mayo. Metode bayarnya pun unik, yaitu dengan menggunakan fitur Go-Pay pada aplikasi Gojek. Kendati enggak bisa diklaim sebagai sesuatu yang baru, namun cara menjual karya dengan konsep ini bisa jadi salah satu terobosan unik yang punya dampak langsung, khususnya bagi musisi yang masih kesulitan untuk meraup angka 500 ribu hingga 1 juta kali putar (stream) di layanan pemutar musik digital seperti Spotify atau Apple Music, misalnya.

Sebagai pengingat, proses memasarkan karya lewat layanan pemutar musik digital enggak semudah yang kita bayangkan. Walau lagu band kita, misalnya, sudah tersedia di berbagai platform digital seperti Spotify, Apple Music, JOOX, YouTube Music, dan masih banyak lagi, namun belum tentu kita akan mendapat penghasilan yang proporsional dari karya tersebut. Apalagi jika jumlah putar (stream)-nya masih tergolong rendah.


Gabriel Mayo sendiri saat dihubungi Beritabaik.id mengaku konsep perilisan karya berbayar secara digital ini terinspirasi dari keadaan yang dialaminya saat pandemi. Selain itu, ia juga berharap metode ini bisa jadi sarana pendekatan yang lebih intim dengan pendengar musiknya. Tentu, karena proses transaksi pembelian lagunya ditangani secara manual oleh artisnya, kedekatan antara artis dan pendengar pun otomatis terjalin.

"Di masa pandemi ini tiap musisi saling mencari cara bagaimana agar karyanya bisa dihargai. Juga mencari ‘keran penghasilan’ agar mereka tetap hidup," ujarnya.

Layanan Go-Pay sebagai medium pembayaran dipilihnya karena ia merasa aplikasi tersebut dianggap relatif dekat dengan pendengarnya. Selain itu, proses transaksinya juga relatif mudah. Ya, prosesnya sama seperti kamu melakukan transfer antar Go-Pay. Oh ya, harga single ini dibanderol Rp7 ribu. Wah, mirip seperti kalau kita membeli lagu di layanan pemutar musik digital, ya. Dari nominal tersebut, kita bisa langsung mendapatkan lagu 'Metanoia' dan artwork keren yang bisa dijadikan tampilan layar ponselmu.

Metode jualan karya seperti ini diakui oleh Gabriel bisa menjadi salah satu alternatif agar musisi tetap berpenghasilan kendati belum bisa manggung. Namun, menjual karya secara lepas ke tangan pembeli tentu memiliki risiko lagumu nanti akan mudah disebarluaskan tanpa kamu meraih keuntungan. Menyikapi hal itu, Gabriel memilih santai saja, karena ia sudah mendaftarkan seluruh lagunya sehingga lagu-lagu yang pernah dirilisnya punya kekuatan hukum.

"Hal yang paling penting adalah saya menjaga karya ini agar tidak dikomersilkan (oleh orang lain), dengan cara mendaftarkan hak hukumnya. Jadi aman sih," terangnya.

Metode jualan karya yang dilakoninya juga dirasa cukup berdampak positif. Ia berharap, terobosan semacam ini (menjual karya secara langsung ke tangan pembeli) bisa menjadi alternatif, khususnya bagi para musisi yang belum bisa mencetak angka streaming yang tinggi, agar tetap dapat berpenghasilan di tengah pandemi.



Baca Ini Juga Yuk: Menangkap Fenomena Internet dalam Album Baru Petra Sihombing

Ia juga menyoroti beberapa kawanan musisi yang terpaksa banting setir setelah kehilangan beberapa panggung. Ya, akhir-akhir ini kalau kita amati di media sosial, enggak sedikit musisi yang akhirnya meninggalkan sejenak profesi musiknya karena kebutuhan finansial yang tetap harus dipenuhi. Nah sebagai musisi, Gabriel menyebut ia juga punya andil dan tanggung jawab terhadap profesinya agar tetap bisa punya penghasilan tanpa meninggalkan profesi tersebut.

"Sama kayak misalnya kamu seorang desainer, akuntan, atau wartawan sekalipun. Dalam kondisi apapun kamu akan tetap cari rezeki dari profesimu, kan?" katanya.

Membahas isi karyanya, 'Metanoia' itu sendiri menawarkan musik pop akustik khas Gabriel Mayo. Secara musikalitas, enggak begitu banyak hal yang berubah dari musisi yang sempat menjadi drummer untuk grup musik VOX ini. Dibandingkan dengan penggarapan album ‘In Between’ yang dirilisnya pada 2019 silam, ia menyebut semangat berprosesnya masih sama, kendati ‘Metanoia’ digarap di tengah situasi pandemi.

Sedikit perbedaan pada lagu ini diakui Gabriel dari sisi lirik. Ia merasa, 'Metanoia' punya lirik yang lebih kontemplatif dan sarat akan perenungan. Ia menyebut lagu ini merupakan wujud perubahan yang ia alami dalam hidupnya, dan ia terjemahkan ke dalam musik.

"Inspirasinya itu dateng saat kita bisa menerima, dan menyapa perubahan dalam diri kita," terangnya.

Setelah 'Metanoia', ada dua hingga tiga single lagi yang akan dirilis oleh Gabriel. Ia belum mau membocorkan kapan waktu pasti dari single-single berikutnya ini akan dirilis. Kita tunggu saja, ya.

Lalu, bagaimana sih caranya kamu bisa mendapatkan lagu ini? Gampang. Pertama, kamu pergi ke aplikasi Gojek, lalu masuk ke menu Go-Pay, masukkan nomor telepon yang dituju (nomor tersebut diinfokan juga melalui unggahan Gabriel di Instagramnya, @mawyow) lalu masukkan jumlah harga sebesar 7000 dan konfirmasi pembayaranmu. Setelah itu, kamu tinggal menunggu konfirmasi pembelian single ini, dan mendapatkan lagu beserta artworknya via email. Mudah kan?

TemanBaik, cara menjual karya langsung seperti ini bisa jadi contoh untuk kamu yang sedang berjuang dengan musik yang kamu bawakan. Nah, untuk kamu yang merupakan kaum penikmat musik, membeli karya musisi secara langsung merupakan bentuk apresiasi dukungan nyata yang bisa kita lakukan di tengah situasi seperti sekarang.

Yuk, kita dukung musisi dan musik Indonesia agar bangkit dan ramai seperti sedia kala! Tetap semangat, ya.

Foto: Dok. Gabriel Mayo

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler