'Pancaroba Perubahan', Balada Pop Folk Nyentrik ala Hutan Hujan

Malang - Grup musik Hutan Hujan melepas single bertajuk 'Pancaroba Perubahan'. Single baru ini menawarkan sisi yang lebih segar dari musikalitas kwintet asal Malang ini.

Nuansa pop, balada, folk, dan selipan musik timur tengah begitu menohok pada lagu ini. Coba deh, tengok perubahan birama hingga nuansa musik yang dibalut dengan rapi. Unsur strings di bait lagu seolah menguatkan tema langgam yang dibawakan dalam vokalnya. Belum lagi klimaks lagu dengan sentuhan musik timur tengah. Kendati mungkin perlu penyesuaian di telinga saat awal-awal kita mendengarkannya, namun lagu ini punya varian nada yang mudah menempel di ingatan.

Dalam keterangan resmi yang diterima oleh Beritabaik.id, Sigit Prasetyo sekalu penulis lagu ini menyebut kalau 'Pancaroba Perubahan' terinspirasi dari kekacauan hari-hari ini. Liriknya adalah keluh kesah perubahan perilaku manusia di era digital. Menurutnya, manusia lebih berani berekspresi dan berucap kata tanpa mempedulikan lawan bicaranya.

"Hal di atas bisa jadi belati bermata dua, di satu sisi mengungkapkan kejujuran. Tapi di lain sisi satu kata dapat membunuh perasaan orang lain dengan atau tanpa disadari. Tak heran jika belakangan timeline social media kita penuh dengan umpatan dan caci maki dari sesama warganet," ujarnya.

Baca Ini Juga Yuk: Azmy Z Hadirkan Kembali Musik Pop Melayu Lewat Single Barunya

Proses kreatif kemudian berlanjut dengan melibatkan Edy Priono, sang gitaris. Karena merupakan sahabat karib dari Sigit, proses kreatif pun tidak memerlukan waktu yang lama. Seluruh ide diinterpretasikan dengan baik secara bersama-sama. Edy menyebut ringkasnya proses kreatif dikarenakan persahabatannya dengan Sigit yang menjadikan mereka ‘satu frekuensi’. 

TemanBaik, single baru Hutan Hujan yang bertajuk ‘Pancaroba’ sudah tersedia di berbagai platform digital. Video musik dan proses di balik layarnya pun sudah bisa kita saksikan melalui kanal YouTube Hutan Hujan.

"Simpul kata, semoga kita segera menyesuaikan diri dengan perubahan dunia yang sedang terjadi. Kadang, Peradaban berjalan pelan kejam, merubah pengertian menjadi saling tikam," tutup mereka.

Foto: Dok. Hutan Hujan

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler