Serunya Kolaborasi Musisi di Konser Virtual Musika Foresta

Jakarta - Konser virtual Musika Foresta akhirnya selesai digelar pada Sabtu (31/10). Konser yang diadakan oleh gerakan Hutan Itu Indonesia berhasil meraup cukup banyak penonton meski ditayangkan secara virtual. Konser ini berlangsung selama kurang lebih dua jam, dan diisi oleh berbagai penampilan dari para artis yang turut meramaikan jalannya gelaran kali ini.

Acara ini dibuka oleh pemandu acara Rian Ibram, sekaligus menyapa para penonton yang telah hadir di berbagai platform yang telah disediakan oleh Hutan Itu Indonesia. Pada tayangan konser ini, di sudut kanan bawah terdapat jumlah donasi yang telah dikumpulkan untuk gerakan adopsi hutan dalam rangka Hari Hutan Indonesia. Terhitung di awal pembukaan acara, angka menunjukan kurang lebih telah terkumpul lebih dari Rp70 juta.

Penampil pertama pada gelaran ini ada KunoKini, dengan mengusung aliran musik yang mereka sebut indo beat pop. Lagu dengan irama yang asyik, membawa para penonton untuk bergoyang bersama secara virtual. Selanjutnya ada penampilan dari Achi Hardjakusumah yang berkolaborasi dengan Asido Manullang. Mereka membawakan lagu yang berjudul 'Sebelum Terbenam' dengan format akustik.


Tak berhenti di situ, konser langsung dilanjutkan dengan penampilan kolaborasi yang unik dan menarik dari ayah dan anak, Alam Urbach dan juga Natasya Urbach. Akhirnya sesi pertama ini ditutup dengan lagu 'Hanya Untukmu' yang dinyanyikan oleh Astrid.

Baca Ini Juga Yuk: Kebimbangan Hati dalam Single Baru Lourentia Kinkin

Rian Ibram sebagai pemandu acara lalu melanjutkan dengan sesi bincang-bincang secara virtual dengan para musisi yang telah tampil sebelumnya. Mereka menceritakan berbagai pengalaman mereka ketika tahun 2017 lalu mengikuti Musika Foresta Experience. Para musisi diajak untuk masuk ke dalam hutan untuk mencari inspirasi membuat lagu di sana.

Ternyata, konser ini tak hanya diisi oleh penampilan para musisi. Di sesi selanjutnya ada penampilan spesial dari stand up comedian perempuan Sakdiyah Ma’ruf. Sakdiyah membawakan materi yang berhubungan dengan hutan dan tentunya menghadirkan cukup banyak gelak tawa di kolom komentar langsung Musika Foresta.

Penampilan pun dilanjutkan oleh Nadya Fatira dengan tiga lagunya yang berjudul 'Langit yang Sama', 'Lagu Tanpa Huruf R' dan juga 'Penyendiri'. Berbincang langsung dengan Nadya Fatira pun hadir dalam sesi ini,di sini Nadya mengungkapkan ketertarikannya untuk jalan-jalan ke hutan. Selanjutnya ada Mario Ginanjar yang berkolaborasi dengan Ibee Music. Sama dengan sesi sebelumnya, Mario Ginanjar membawakan tiga buah lagu yaitu 'Sungguh Rindu' , 'Menyimpan Hati', dan juga 'Cinta Kita Sama'.


Akhirnya sampailah Musika Foresta di puncaknya. Yang menjadi penampil pada puncak acara ini ada Danilla dan juga Ardhito Pramono. Danilla tampil terlebih dahulu dengan tiga buah lagu, salah satunya lagu yang membesarkan nama Danilla seperti sekarang yaitu 'Terpaut oleh Waktu'. Lalu akhirnya Ardhito menyanyikan lagunya yang berasal dari original soundtrack film terbarunya 'Story of Kale: When Someone’s in Love' yang diberi judul 'Sudah'.

Sebagai penutup pada rangkaian konser ini ada medley dari lagu-lagu daerah yang ada di Indonesia, dan dinyanyikan oleh seluruh pengisi acara pada malam itu secara bergantian.

Sungguh malam yang menyenangkan! Semoga selanjutnya konser Musika Foresta dapat dilaksanakan secara langsung, bahkan diadakan di tengah hutan agar dapat lebih memahami arti hutan sebenarnya. Sampai jumpa di konser Musika Foresta selanjutnya, TemanBaik!

Foto: Tangkapan Layar Musika Foresta/Ridzky Rangga Pradana

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler