Madame & Toean Bawa Musik ‘40-an dalam Single ‘Paris de Java’

Grup musik asal Bandung Madame & Toean baru saja melepas single bertajuk ‘Paris de Java’. Lagu ini merupakan single ketiga dari grup musik yang beranggotakan Rahma Sekar Savitri (vokal), Taufik Hidayat (gitar), Charly Septriana (gitar), Ilham Septia (kontrabas), Mega Ariani (selo) dan Indira E. Hartanto (biola).

Melalui keterangan resminya, mereka menyebut lagu ini membawa cerita tentang indahnya kota kelahiran Madame & Toean. Pemilihan diksi ‘Paris de Java’ itu sendiri diambil dari citra Kota Bandung yang melekat di mata kebanyakan orang. Akan tetapi, pilihan katanya kemudian dimodifikasi menjadi bergaya Eropa, sebagaimana citra yang ditawarkan Madame & Toean dalam bersikap. Jika masyarakat mengenal Bandung dengan istilah Paris Van Java, maka di tangan Madame & Toean diksi itu dirajut menjadi ‘Paris De Java’.

“Inti dari lagu ini adalah rasa kecintaan kami terhadap Kota Bandung, karena itulah di dalam liriknya kami memasukan nama-nama daerah yang terkenal, mulai dari Braga, Cihampelas dan lain sebagainya. Menurut kami, nama-nama itu juga bisa mewakili citra atau identitas yang selama ini dekat dengan Kota Bandung di mata banyak orang,” ujar Rahma Sekar Savitri 

Secara musikal, lagu ini menyuguhkan gaya musik gipsy jaz era ‘40-an. Dibuka dengan lantunan vokal dan gitar yang mendayu, kemudian pendengar bakal “dikagetkan” dengan irama musik yang bertransformasi menjadi cepat, layaknya gipsy jaz ‘40-an tadi. Secara umum, dominasi gitar akustik dan alat gesek pada lagu ini turut merepresentasikan warna musik yang secara konsisten disajikan Madame & Toean sejak awal kemunculannya.

Sementara itu dari sisi penulisan lirik, ‘Paris de Java’ disajikan dengan dua pendekatan bahasa, yakni bahasa Prancis dan Bahasa Sunda. Wah, tentu ini jadi perpaduan yang sayang sekali kalau kamu lewatkan, TemanBaik!

Penggambaran kota itu sendiri enggak hanya nampil dari sisi lagunya saja. Pada pembuatan sampul (artwork) lagunya, Madame & Toean juga menyelipkan sesuatu yang mencerminkan Kota Bandung. Ya, mereka menuangkan gambaran salah satu sudut Kota Bandung, atau tepatnya potret di sekitar Monumen Solidaritas Asia Afrika di Jalan Asia Afrika. Tempat yang dinilai menyimpan nilai sejarah yang amat sentimentil dan tidak bisa dipisahkan begitu saja dengan Kota Bandung. Mereka menggandeng nama Lutfil Hadi pada proses kreatif pembuatan sampul ini.

Sebagai pengingat, Madame & Toean sebelumnya pernah merilis beberapa single, antara lain ‘Bonjour’ sebagai debut single mereka pada tahun 2018. Sebelum merilis ‘Paris de Java’, mereka juga pernah merilis lagu berjudul ‘L’arc en Ciel’ pada awal 2020 silam.

TemanBaik, saat ini ‘Paris de Java’ sudah bisa kamu dengarkan di berbagai layanan pemutar musik digital. Selamat berakhir pekan!



Foto: Dok. Madame & Toean



Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler