3 Mahasiswa Ini Raih Penghargaan dari Taiwan & Sri Lanka

Kota Denpasar - Tiga mahasiswa Universitas Udayana berhasil meraih medali emas dalam ajang International Invention & Design EXPO 6-8 Desember 2019 lalu di Kaohsiung, Taiwan. Mereka adalah I Putu Yudhi Arta Wijayakusuma, Mazroatul Khusni, dan Claudia Angel Marpaung.

Mereka membawa inovasi bertajuk Bali Local Seeds Bank: Eco-Friendly And Conservation Inovation For Saving Local Seeds. "Selama ini petani banyak menggunakan benih GMO (Genetically Modified Organism) dan hybrid, dari yang awalnya menggunakan benih lokal," ujar Yudhi, Minggu (5/1//2020) pada BeritaBaik.

Hal ini, kata Yudhi, menyebabkan benih-benih lokal khususnya di Bali semakin menghilang. Akhirnya ia dan kedua rekannya membudidayakan sejumlah benih lokal dalam kajian tersebut. Benih yang sudah dibudidayakan antara lain gumitir, mentimun, sayur hijau, sawi, dan pisang kayu.

Ia menjelaskan proses kajian ini, dilakukan selama satu tahun sejak Oktober 2018. Saat ini mereka juga masih mengumpulkan berbagai benih lokal dari para petani. "Setelah benih lokal itu dikumpulkan, kami coba melakukan budi daya di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Unud, seluas 1 are," katanya.

Baca Ini Juga Yuk: Bangga! Mahasiswa UGM Jadi Juara Kompetisi di AI-JAM Jepang 2019

Menurut Yudhi benih lokal tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk ritual keagamaan di Bali. Pasalnya, lanjut dia, hingga saat ini belum ada benih GMO yang dapat menunjang aspek keagamaan bagi warga di Bali.

Ia berharap agar generasi milenial menumbuhkan rasa peduli terhadap kondisi plasma nutfah asli di Bali yang mulai menipis."Padahal apabila diolah usaha pertanian juga dapat bernilai ekonomis," sambungnya.

Selain dimanfaatkan dalam penelitian, benih lokal ini juga bisa didistribusikan kepada kalangan petani dan masyarakat umum dengan mekanisme socialpreneur.

Sedangkan untuk program sosial, inovasi ini dapat dimanfaatkan oleh para akademisi sebagai bahan penelitian dan bagi kalangan petani digunakan sebagai bahan untuk bertani. "Benih lokal selalu bisa dikembangkan, sehingga para petani bisa mandiri terhadap keberadaan benih," ujarnya.

Selain berhasil meraih emas di Taiwan inovasi yang mereka bawa juga berhasil mendapat special reward dari Ministry of Science Technology and Research Republik Sri Lanka. Selanjutnya inovasi ini akan mereka bawa dalam perlombaan di Thailand 2-6 Februari 2020.


Foto: dok. Universitas Udayana


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler