Saat Cewek-cewek Beradu Kata di Ubud Writers & Readers Festival

Ubud - Ragam acara digelar pada hari pertama penyelenggaraan Ubud Writers & Readers Festival (UWRF) 2018, Rabu (24/10/2018). Selain workshop 'Writing Feminism', ada satu sesi menarik yang membuka ruang ekspresi bagi perempuan lewat 'Women of Words Poetry Slam'.

Dalam kegiatan yang digelar di Betelnut Cafe Ubud ini, perempuan ditantang dan diajak untuk berekspresi melalui puisi. Pendaftaran untuk berpartisipasi dalam gelaran ini dibuka satu jam sebelum acara dimulai. Terkumpul 20 orang peserta yang kemudian bergantian mengekspresikan dirinya melalui kata dan rima, baik lewat bahasa Indonesia maupun Inggris.

Macam-macam tema dan gaya ditampilkan oleh para peserta yang berasal dari berbagai penjuru dunia. Tema yang dibawakan pun beragam, mulai dari seksualitas, kepercayaan diri, kebangkitan, hingga alam raya. Setiap penampil diberikan waktu tiga menit dan dinilai langsung oleh lima orang juri. Tishani Doshi sang penyair kenamaan India adalah salah satunya.

Di sela-sela acara, Tishani juga menampilkan puisinya yang berjudul 'Girls are Coming Out of the Woods'. Dalam kesempatan itu ia memberikan apresiasi untuk penyelenggara UWRF 2018 serta para peserta Women of Words Poetry Slam.

"Thank you everyone for coming and participating, pouring your heart out on the stage. This room is filled with positive energy, it's wonderful!" ujar Tishani yang disambut tepuk tangan meriah dari semua yang hadir.

Tidak mudah memilih yang terbaik dari 20 peserta yang membawa masing-masing keunikan dan begitu banyak rasa ke atas panggung. Di penghujung acara, nama Shana dipanggil sebagai yang terbaik. Puisi patah hati yang dibawakannya dengan kasual namun penuh makna mendalam untuk sang mantan kekasih memang layak menyandang gelar tersebut.

Ubud Writers & Readers Festival (UWRF) adalah perhelatan sastra, seni, dan budaya paling dinantikan di Asia Tenggara kembali lagi di tahun 2018 ini. UWRF 2018 berlangsung sejak Rabu (24/10/2018) hingga Minggu (28/10/2018). Mengusung tema "Jagadhita" (dunia yang kita ciptakan), UWRF 2018 mengajak kita mengeksplorasi kondisi dunia saat ini melalui beragam workshop, diskusi, pertunjukan, dan pameran. Salah satu isu yang menjadi highlight dari UWRF 2018 adalah perempuan, baik itu dari segi pencapaian, representasi, serta perjuangan yang layak diapresiasi.


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler