Nonton Pertunjukan Ketoprak yang Masih Eksis di Surabaya

Surabaya - Saat ini, generasi muda sudah cukup jarang bahkan terbilang langka melihat adanya pertunjukan seni tradisional. Karena jarang melihat pertunjukan seni, anak-anak muda pun mungkin tak kenal ada seni Ketoprak.

Di Surabaya, TemanBaik masih akan menemui suguhan pertunjukan tradisional ini. Sebuah pentas drama yang di iringi dengan alat musik tradisional.

Seperti yang digelar di Gedung Balai Budaya dan Gedung Balai Pemuda akhir pekan lalu. BeritaBaik sempat menyaksikan pertunjukan menarik. Menceritakan tentang kisah dua orang gadis anak kerajaan yang dilamar oleh dua abdi raja atau anak buah nya sendiri. Pertunjukan ketoprak ini dibawakan oleh grup bernama Cakra Budaya.

Dengan pemain sekitar 50 orang yang terlibat dalam pertunjukan ini. Termasuk para pemain, rawit (pengiring musik), dekorasi panggung, tata rias dan sebagainya. Sebenarnya pertunjukan ketoprak ini diyakini berasal dari wilayah Jawa Tengah. Untuk Jawa Timur sendiri termasuk Surabaya memiliki kesenian serupa bernama ludruk yang memiliki sedikit perbedaan dengan ketoprak.

"Ketoprak itu lebih sering sejarah kalau yang tadi memang cerita humor, jarang-jarang sih sebenernya humor di ketoprak biasanya Ludruk yang humor. Karena kalau Ludruk bahasanya sehari-hari, kalau ketoprak itu bahasanya halus banget bukan bahasa sehar-hari," ujar Ricky salah satu pemain.

Ia pun menambahkan Ketoprak biasanya bawa nama kerajaan. "Kalau ceritanya kerajaan itu tokoh nya memang yang ada, karena kalau kerajaan nama tokoh itu nggak bisa diubah," katanya.

Pertunjukkan di Gedung Balai Budaya dan Gedung Balai Pemuda ini ternyata memang rutin menggelar acara kesenian seperti ketoprak, ludruk dan sebagainya. Karena acara ini memang digelar oleh Dinas Pariwisata Surabaya.

Ricky mengatakan untuk kelompok yang tampil seperti Ketoprak Cakra Budaya ini memang group atau induk yang terdaftar di Dinas Pariwisata. "Setiap sanggar harus punya induk yang terdaftar di Dinas Pariwisata untuk bisa pentas. Karena memang disiapkan dana nya dari dinas untuk acara seperti ini," tutur Ricky.

Wah, kalau ada pertunjukan rutin seperti ini, anak-anak muda seharusnya bisa lebih mengenal kebudayaan daerah ya! Jangan lupa nonton kalau ke Surabaya ya!

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler