Menyaksikan Pentas untuk Penyandang Disabilitas di Bali

Denpasar - I Gede Agus Mertayasa tumbuh dengan kondisi yang kurang sempurna. Meski ia harus menjalani hidup dalam keterbatasan, namun imajinasi dan kreativitasnya justru melampaui batas.

Di atas kursi rodanya ratusan lukisan di atas kanvas sudah ia goreskan. Beberapa di antaranya sedang dipamerkan dalam Festival Kesenian Bali (FKB) Penyandang Disabilitas yang berlangsung di Art Center, Denpasar, Bali, Jumat (4/10/2019).

Lukisan Mertayasa yang dipamerkan sebagian besar bertemakan adat dan budaya Bali dan  Dewa dalam ajaran Hindu. “Kebanyakan hasil lukisannya memang lebih banyak gambar para dewa-dewa. Mungkin dengan melukis seperti itu, perasaan dia bisa lebih nyaman dan tenang," tutur Ketut Sudana, sang ayah pada BeritaBaik.

Sudana mengisahkan bakat kreatif yang dimiliki putranya sudah terlihat sejak ia kecil. “Mertayasa sudah mulai melukis sejak kecil. Setelah tamat SMP tahun 2014 dia mulai menekuni dan rutin melukis di rumah,” kenang dia sambil memperlihatkan sejumlah lukisan putranya semasa SMP.

Saat itu kemampuan Mertayasa mulai dilirik banyak pihak. Bahkan pertengahan tahun 2018 lalu ia berkesempatan menggelar pameran tunggal dengan dibantu Yayasan Bunga Bali di Desa Budaya Kesiman Kertalangu, Bali.

Baca Ini Juga Yuk: Ini Dia Nenden Sinthawati, Penyanyi Jazz Netra yang Inspiratif

“Meski anak saya tidak masuk dalam yayasan disabilitas, banyak pihak sudah membantu memberikan jalan agar karyanya bisa diikutkan dalam pameran ataupun festival,” kata Sudana.

Ia juga bercerita putranya banyak belajar seni lukis dengan teman-teman sebayanya. "Ia tak aktif di komunitas lukis, tapi anak saya banyak belajar melukis bareng teman-temannya," tutur dia.

Selain dituangkan lewat kanvas atau kertas, lukisan Agus juga disablon di kaos. Namun untuk kaos yang ada karya lukisan Mertayasa belum dibuat dalam jumlah banyak. "Belum dijual banyak, hanya saja kalau ada yang mesan kami buatkan," jelas dia.

Jika ada yang ingin memiliki salah satu karya putranya, Sudana tidak mematok harga. “Seikhlasnya saja, bahkan ada yang diberikan dengan cuma-cuma untuk hadiah pertemanan,” kata dia. Sementara itu untuk kaos bergambar lukisan Mertayasa dapat dibeli seharga seratus ribu.

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler