Kisah Anton Taufik Mengajarkan Teman Tuli Berpantomim

Bandung - TemanBaik, di antara kamu ada yang senang dengan aksi pantomim enggak nih? Tapi, apa jadinya jika aksi pantomim dimainkan oleh tuna rungu alias teman Tuli? Di Bandung ada loh. Simak ulasannya yuk!

Seni pantomim ini menjadi salah satu ekstrakurikuler di SLBN Cicendo Kota Bandung. Pengajar atau pembinanya adalah Anton Taufik. Anton yang merupakan teman Tuli ini adalah seniman pantomim sejak 1996.

"Saya jadi aktif di pantomim dari 1996. Dulu saya sekolah di SLBN Cicendo juga, dulu ikut belajarnya di sini," ujar Anton kepada BeritaBaik.id.

Karena kemampuan yang dimilikinya, Anton memutuskan menjadi pembina ekstrakurikuler pantomim pada siswa di sana sejak beberapa tahun lalu. Ia ingin membagi kemampuannya agar siswa memiliki keahlian berpantomim untuk menghibur orang lain, bahkan mendapatkan uang darinya.

Dalam melatih, jelas selalu ada kesulitan yang dihadapi. Tapi, hal itu justru menjadi tantangan baginya. Apalagi, ia bersemangat karena yang mengikuti ekstrakurikuler pantomim memang siswa yang berminat, bukan wajib atau paksaan.

Sehingga, pengajaran yang diberikan relatif bisa dijalankan dengan mudah. Kendala yang ada pun dianggap sebagai hal biasa. Sebab, namanya proses belajar, pasti akan dipahami setahap demi setahap. Apa sih bagian paling susah mengajarkan pantomim?

"Mereka biasanya kesulitan dalam ekspresi. Jadi harus selalu diulang-ulang. Kalau ada yang salah, bisa diulang sampai beberapa kali," jelas Anton.

Menurutnya, membuat siswa bisa berekspresi adalah seni tersendiri. Sebab, ekspresi itulah yang kemudian menjadi sarana mereka untuk menyampaikan sesuatu, termasuk menghibur penonton.

Selain itu, mereka juga dilatih untuk bisa melakukan berbagai gerakan secara nyata. Misalnya adegan menembak menggunakan pistol hingga gestur kaget.

Ia pun puas ketika anak-anak bisa memiliki kemampuan berpantomim. Sebab, bukan perkara mudah untuk mempelajarinya. Apalagi, mereka terlihat memang memiliki bakat. Sehingga, ketika bakat berpadu dengan latihan, hasilnya dinilai luar biasa.

"Anak-anak menjadi punya gerakan akting, punya kelenturan ekspresi, dan mereka juga punya kemampuan akting yang luar biasa," tutur Anton.

Saat ini, esktrakurikuler pantomim di SLBN Cicendo ada delapan anggota dari berbagai tingkatan. Meski jumlahnya sedikit, mereka kerap tampil dalam berbagai kegiatan, baik di sekolah maupun luar sekolah.

"Kalau latihan, dalam seminggu bisa jadi (untuk satu pertunjukkan)," pungkas Anton.

Foto: Oris Riswan Budiana/beritabaik.id
Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler