Unjuk Gigi Perupa Cilik dalam Jejak Gores Queenaya dan Glory

Bandung - Dua seniman cilik Queenaya Delima Nuri (10) dan Glory Mirfat Arumsari (6) unjuk gigi dalam pameran bertajuk ‘Jejak Gores Queenaya dan Glory’ di Teras Depan Mini Gallery, Jl. Cijerokaso, Sarijadi, Kec. Sukasari, Bandung. Pameran ini merupakan bagian dari perjalanan keduanya selama mengenal dunia seni.

Beritabaik.id punya kesempatan berkunjung ke Teras Depan Mini Gallery, yang tak lain adalah beranda rumah Queenaya dan Glory. Keduanya nampak sedang bermain dengan anak-anak di lingkungan rumahnya saat kami mengunjungi pameran. Dengan semringah, Glory sang adik memaparkan cerita di balik karyanya kepada kami.

"Ini salah satu lukisan favorit aku," ujarnya sembari menunjukkan lukisan 'Manusia Unicorn'.

Karya lukis dengan medium kanvas dan akrilik ini merupakan bagian dari perjalanan Queenaya dan Glory selama mengenal seni rupa. Bakat seni keduanya difasilitasi dengan baik oleh kedua orangtuanya, Yoppy Yohana dan Titing Kartika.

Bayangkan, sejak usia 1,5 tahun, kebiasaan corat-coret yang umumnya dilakukan oleh anak usia tersebut diarsipkan dengan baik oleh Yoppy. Ia menyadari 'kebiasaan' yang umum dilakukan anak-anak usia dini ini perlu difasilitasi. Arsip gambar kedua putrinya ini disimpan rapi dan dipertunjukan dalam pameran tersebut.


Lebih dalam membahas karya yang ditampilkan, Glory menyebut ada banyak sumber inspirasi yang ia dapatkan saat melukis di atas puluhan kanvas. Seniman cilik ini di usianya yang baru enam tahun sudah mengenal berbagai macam jenis lukisan, mulai dari kartun hingga abstrak.

"Ini karya favorit aku loh," ujarnya sembari menunjuk salah satu karya. Sebagai informasi tambahan, Glory saat ini bersekolah di MI Al Inayah Kota Bandung dan duduk di bangku kelas 1. Sedangkan Queenaya adalah siswa kelas 4 di sekolah yang sama, yaitu MI Al Inayah.

Baca Ini Juga Yuk: Ini Pentingnya Mendongeng untuk Anak-anak

Berbeda dengan sang adik, kakaknya, Queenaya nampak lebih malu-malu saat ditanya mengenai karyanya. Sang ayah menyebut kalau putrinya itu memang punya jiwa melankolis yang lebih tinggi daripada sang adik.

Pengalaman visual yang diterima kedua seniman cilik ini kemudian direpresentasikan ke dalam bentuk lukisan yang bahkan kita tak akan menyangka karya ini merupakan buah tangan anak berusia 6 dan 9 tahun.

Sebut saja representasi virus korona yang digambarkan oleh Queenaya dan Glory. Pemilihan komposisi warna hingga sentuhan tangan pada lukisan ini nampak lebih 'dewasa' dari usia perupanya.

Lebih rinci lagi, jenis-jenis karya yang mereka buat berdasarkan pengalaman visualnya antara lain gambar tumbuhan yang terinspirasi dari pengalaman keduanya melihat kebun, gambar binatang yang terinspirasi dari pengalaman keduanya berkunjung ke kebun binatang. Ada pula lukisan bertajuk 'Family', yang terinspirasi dari kehangatan dalam keluarga yang mereka lihat dan rasakan sendiri.


Dalam pameran tersebut, kedua seniman cilik ini juga memamerkan dua buku karya mereka yang bertajuk 'Jejak Gores Queenaya' dan kumpulan puisi anak 'Pelangi Hati'. Sang Ibu, Titing Kartika menyebutkan, si kakak Queenaya memang punya ketertarikan literasi yang lebih kuat. Terbukti, beberapa cerpen, puisi, hingga artikel gubahan Queenaya telah dimuat di surat kabar. Portfolio artikelnya itu ditunjukkan pula oleh kedua orang tuanya dalam gelaran pameran.

"Di usianya saat ini, Queenaya sedang banyak kami perkenalkan dengan literasi. Ia juga memang aktif menulis, dan menyukai kegiatan tersebut," jelas Titing.

Selain gelar karya, pameran bertajuk 'Jejak Gores Queenaya dan Glory' ini juga menjadi salah satu bentuk edukasi yang coba dilakukan oleh kedua orangtua mereka, Yoppy dan Titing. Menurut mereka, bakat seni anak sebetulnya sudah ada sejak usia dini.

Hanya saja, sebagai orang tua tak jarang kita melewatkan momentum emas seperti kegemaran anak mencoret-coret kertas kosong, misalnya. Padahal, jika orangtua memfasilitasi naluri alamiah sang anak, nanti akan ada fase lebih lanjut dari kemampuan sang anak dalam mempraktikkan seni rupa.

TemanBaik, jika kamu tertarik melihat secara langsung karya luar biasa dari Queenaya dan Glory, terlebih jika kamu hendak membaca buku karya mereka, kamu bisa langsung bertanya dan mengajukan perjanjian apresiasi dengan Sang Ayah melalui akun Instagram @yoppy_ibun_balaraja. Pameran ini jadi salah satu gelar karya yang amat disayangkan bila kamu lewatkan begiru saja.

Foto: Rayhadn Shadiq/beritabaik.id


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler