Begini Cara Tumbuhkan Kembali Bakat Menggambar dalam Diri Kita

Bandung - TemanBaik, apa yang pertama kali terbesit di pikiranmu saat melihat temanmu yang jago menggambar? Tentu kita punya rasa iri, ya? Tahan dulu! Nyatanya, dalam diri tiap orang itu seperti sudah disematkan kemampuan menggambar sejak lahir loh.

Seniman Dwi Puspita menyebut, sebenarnya tiap orang punya kemampuan yang sama dalam menceritakan sesuatu lewat media visual. Singkatnya, ia menyebut kalau tiap orang bisa menggambar. Ya termasuk kamu. Kesimpulan itu ia dapatkan saat membuka kelas seni untuk anak-anak berkebutuhan khusus.

Ada satu momentum di mana Ita, sapaan akrabnya, menemui seorang anak penyandang tunanetra yang bisa menggambar kuda. Ia kemudian merenung, apabila diterka menggunakan logika, tentu kemampuan menggambar seekor kuda nyaris mustahil dilakukan oleh orang yang pada dasarnya mungkin, melihat kuda saja belum pernah. Lalu, dari mana proses meniru tersebut, ya?

Digabungkan dengan beberapa pengalaman berkesenian lainnya, Ita menarik kesimpulan kalau tiap orang pada dasarnya bisa menggambar. Hanya saja, seiring berjalannya waktu, ada banyak distraksi dan tolak ukur yang kadung menjadi tembok penghalang bagi kita untuk menghasilkan karya visual.

"Iya, di otak kamu tuh seolah udah minder duluan. Kayak, udahlah saya enggak bisa ngegambar, gitu. Padahal, itu semua enggak kita sadari terbentuk dari pengetahuan atau ajaran yang kita terima selama berkembang ya. Entah di sekolah, atau karena melihat teman, dan banyak faktor lain," ujarnya kepada Beritabaik.id.

Lalu, pertanyaannya, apakah kita bisa kembali ke masa-masa di mana pikiran dan batasan akan standar seni rupa itu belum ada? Menjawab pertanyaan tersebut, Ita menjawab kita bisa kembali mengosongkan standar-standar tersebut jika ingin kemampuan menggambar kita kembali tumbuh. Hanya saja, dengan berbagai pengalaman yang sudah tergores di memori, belum lagi ditambah padatnya kegiatan kita sehari-hari, hal tersebut (mengatur ulang kemampuan menggambar) bakal lebih sulit.

Baca Ini Juga Yuk: Kilas Balik Jabar 2019-2020 dalam Pameran Foto 'ARKE'

Pertama-tama, hal yang perlu dilakukan oleh kita adalah memanfaatkan waktu luang yang kita punya untuk kembali mencoba menggambar. Menurut Ita, ketidakmampuan seseorang dalam menerjemahkan isi kepalanya dalam bentuk visual atau seni rupa dikarenakan orang tersebut tidak punya waktu luang untuk mencobanya. Jadi, apabila kamu ada waktu luang, katakanlah satu hari dalam sepekan, maka waktu luang itu bisa kamu manfaatkan untuk mencoba kembali membuat karya seni rupa.

Setelahnya, sebisa mungkin kamu perlu meruntuhkan batasan-batasan tentang standar hasil karya seni rupa yang dianggap bagus. Ita menyebut tahap ini adalah mengembalikan pikiran kita seperti anak-anak. Namun, berpikir seperti anak-anak yang dimaksud ini konteksnya dalam membuat karya, ya TemanBaik.

"Mau garisnya enggak lurus kek, mau gimana kek, bikin aja dulu. Hilangin tuh batas-batas yang pernah kita dengar tentang standar gambar yang bagus itu seperti apa," sambungnya.

Setelah ada di tahap itu, hal yang perlu kita lakukan hanyalah terus berlatih dan menemukan karakter menggambar kita. Secara personal, Ita mengaku dalam kelas menggambar yang pernah dibuatnya untuk kegiatan anak, akan terasa sulit bila dirinya hendak melatih anak yang sudah 'terkontaminasi' kemampuan menggambar yang punya pola tertentu seperti komik atau manga. Oleh karenanya, sang anak tersebut akan diberikan pendekatan khusus agar bisa kembali menjadi 'polos', dan menemukan ulang karakter visualnya.

Setelah menghapus dan mereset ulang mengenai standar dan batasan dalam menggambar, kemudian meluangkan waktu untuk menggambar, serta menemukan karakter, maka tahap terakhir adalah kita perlu konsisten untuk terus menggambar. Dalam kurun waktu tertentu, kita akan mencapai titik maksimal kita saat menerjemahkan sesuatu lewat visual. Wah, ternyata potensi dalam diri kita itu besar sekali ya, TemanBaik!

"Hanya pilihannya kamu mau atau enggak? Simpel aja sih itu mah," pungkas Ita sembari tertawa.

Nah, bagaimana TemanBaik? Sudah terpikir mau menggambar apa sekarang? Yuk, jangan takut untuk memulai hal positif!

Foto: Ilustrasi Unsplash/Dragos Gontariu

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler