Kemendikbudristek Hadirkan Museum Batik Indonesia di TMII

Jakarta - Memperingati Hari Museum Internasional yang jatuh pada 18 Mei, Kemendikbudristek memperkenalkan Museum Batik Indonesia sebagai upaya pelestarian batik melalui museum. Saat ini, museum yang berada di kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) itu sedang dalam proses perampungan.

Dalam jumpa pers dan seminar daring yang juga disiarkan lewat kanal YouTube Budaya Saya, Hilmar Farid selaku Dirjen Kebudayaan pada Kemendikbudristek menyebut momen Hari Museum Internasional ini bisa dijadikan ajang re-imajinasi. Dengan begitu, kita bisa membayangkan peran museum dalam pelestarian secara luas dalam kondisi saat ini. Sebagai informasi pula, tema besar dari Hari Museum Internasional 2021 menyinggung masa depan museum, atau The Future of Museum.

Di sisi lain, pelestarian batik disebut Hilmar bisa disandingkan dengan upaya pelestarian museum itu sendiri. Dengan begitu, warisan budaya asal Indonesia yang ditetapkan UNESCO pada 2009 ini punya ruang pamer, bisa eksis, dan lestari.

"Langkah tersebut (pembangunan Museum Batik di TMII) adalah upaya pelestarian batik lewat museum, agar nanti kita bisa bikin pameran, konservasi, dan masih banyak lagi," ujarnya dalam jumpa pers daring, Selasa (18/5/2021).



Baca Ini Juga Yuk: Tutup Usia, Ini Perjalanan Teguh Esha Kreator Ali Topan

Dalam jumpa pers tersebut, diputar pula video perkenalan Museum Batik Indonesia. Video singkat ini secara utuh dapat merepresentasikan suasana museum tersebut. Kita jadi bisa membayangkan kalau museumnya sudah bisa dikunjungi nanti.

Museum Batik Indonesia itu sendiri terletak di kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur. Museum ini menempati lahan seluas 4.980 meter persegi. Arsitektur bangunan museum mengambil filosofi selembar kain yang terlipat, yang mana sepanjang sisi atasnya seperti dilapisi oleh motif batik.

Terdapat enam tema pameran di dalam museum. Pertama, Sejarah Batik Nusantara. Di sini, direpresentasikan asal muasal batik di Nusantara melalui pendekatan bukti-bukti sejarah.

Lalu ada Khazanah Batik Nusantara. Di ruang ini, dipamerkan berbagai jenis batik yang berkembang di Indonesia, mulai dari Batik Keraton, Pesisiran, dan batik-batik yang mendapat pengaruh dari budaya luar Nusantara.

Ketiga, ada ruang teknik pembuatan batik. Seperti kita ketahui, proses membuat batik adalah teknik merintang warna dengan canting yang disebut batik tulis. Di ruangan ini, kita dapat melihat teknik pembuatan batik.

Selanjutnya, di ruang pamer penggunaan batik, pengunjung dapat melihat penggunaan batik secara tradisional. Beberapa contoh penggunaan secara tradisional itu sendiri meliputi batik sebagai pakaian atau busana dan kain gendongan.

Masih ada pula ruang perkembangan batik. Di sini, pengunjung dapat melihat perkembangan batik yang terus mengalami peningkatan dari masa ke masa. Dua ruang pamer yang terakhir disebut boleh jadi referensi bagi kita yang hendak mengembangkan batik sebagai tren fesyen di masa yang akan datang.

Terakhir, ada Galeri Kemahsyuran. Ruang ini merupakan penghormatan kita terhadap tokoh yang melestarikan batik. Tertulis dalam video ini, ada beberapa nama seperti R.A Kartini, R.A Kardinah, dan R.A Roekmini sebagai Srikandi Batik dari Jepara.

Bagaimana nih, TemanBaik? Sudah enggak sabar ya kepengin berkunjung ke Museum Batik Indonesia? Sabar ya, setelah proses perampungannya usai, semoga kita bisa berwisata edukasi ke sana.

TemanBaik, keberadaan batik agar lestari adalah tugas kita semua. Semoga hadirnya Museum Batik Indonesia ini dapat melestarikan dua hal penting sekaligus, baik itu museumnya, apalagi batik-nya. Selamat Hari Museum Internasional!


Foto: Tangkapan Layar Seminar Daring 'Masa Depan Batik Indonesia: Upaya Pelestarian Batik Melalui Museum' oleh Budaya Saya.
Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler