'Terapi Jiwa', 30 Hari Menggambar ala Yuki Agriardi

Bandung - TemanBaik, pameran seni keren kembali hadir nih. Kali ini dipersembahkan oleh Yuki Agriardi. Bertajuk '30 Days of Weekdays', pameran ini digelar di Gormeteria, Jl. Pasir Kaliki No. 176 Bandung. Istimewanya, kami berjumpa dengan sang kreator, Yuki, saat mengunjungi pameran ini.

Saat ditanya mengenai 45 karya yang nampil dalam pameran '30 Days of Weekdays', Yuki menjelaskan kalau seluruh karya ini dikerjakan dalam kurun waktu 30 hari selepas dirinya beraktivitas. Sebagai informasi, Yuki adalah dosen Desain Interior Institut Teknologi Bandung (ITB).


Ia menjelaskan selama proses kreatif, dirinya menggambar secara acak apapun yang ada di kepalanya. Di samping itu, proses menggambar ini disebutnya sebagai relaksasi atas kepenatannya seharian berkutat dengan rutinitas. Senafas dengan judulnya, karya-karya ini hanya dibuat hanya pada hari kerja atau weekday. 

"Setiap karya itu kayak penutup hari saya di hari itu. Antara hari Senin sampai Jum'at. Jam menggambarnya pun selepas kerja. Jadi saya bisa mulai jam 5 atau bahkan jam 10 malam," terangnya, Minggu (30/5/2021).

Kendati tersemat kata 30 hari, tetapi enggak setiap hari Yuki menghasilkan karya. Kadang, ada masa di mana dirinya terlalu lelah dan sama sekali tidak menghasilkan karya apapun. Tetapi saat ia sedang bersemangat, kadang ia bisa menghasilkan 2 hingga 3 karya per harinya.



Baca Ini Juga Yuk: Webtoon 'Lore Olympus' Kini Bisa Dinikmati Pembaca Indonesia

Secara filosofis, '30 Days of Weekdays' juga mengandung pesan tersembunyi di baliknya. Yuki menyebut karya ini membawa pesan tentang ruang. Spesifiknya lagi, lewat ke-45 karya ini, ia coba mengisahkan ruang hewan dan manusia di tengah ruang habitat. Menurut pandangan Yuki dalam karya ini, manusia idealnya menjadi bagian dari keutuhan alam, bukanlah bagian yang mengobservasi alam.

Karya-karya ini dibuat dengan menggunakan oil pastel. Yuki mengaku, proses kreatif dengan medium tersebut seolah menjadi terapi tersendiri baginya. Ya, menggambar dengan oil pastel seolah menghadirkan rasa tenang, sehingga ia mengaku menemukan pencarian dirinya baik secara visual maupun kontekstual.

"Ngikutin nalar aja (proses menggambarnya). Jadi, ada yang ngegambarin emosi saya pada hari itu, visual yang saya lihat, atau kadang memori masa lalu yang enggak kepikiran sebelumnya. Dan saya baru buka gambar-gambarnya ya di sini, sebelum pameran. Makanya kayak ketawa-ketawa sendiri, 'loh kok ada gambar ini?' kurang lebih gitu," terangnya mengenai proses kreatif '30 Days of Weekdays'.

Sebagai informasi tambahan, Yuki juga bakal merilis sebuah buku yang merupakan hasil dari proses berkaryanya tadi. Lebih kerennya lagi, jika dalam pameran '30 Days of Weekdays' ada 45 karya, dalam bukunya nanti, Yuki bakal memamerkan 100 gambar yang dikerjakannya dalam kurun waktu dua tahun. Momen pengerjaannya pun sama: seusai berkegiatan, dan di hari kerja.

Buku bertajuk 'The Lyrics of Self-Acceptance' tersebut kabarnya rilis di bawah naungan penerbit Gramedia Pustaka Utama dan akan diluncurkan di tempat yang sama, pada akhir pekan depan. Jangan lewatkan momennya, dan jangan sampai kehabisan nih!

TemanBaik, rupanya di antara beribu kegiatan yang dijalankan sehari-hari, tiap orang punya cara unik dalam merilis keluh kesahnya. Ada enggak di antara kamu yang terbesit menjajal cara ini sebagai ajang relaksasi harianmu? Jika perlu inspirasi untuk memulai, kamu bisa datang dulu ke pameran ini, sebab pamerannya masih berlangsung hingga 26 Juni 2021 nanti. Jangan sampai terlewatkan, ya.

Foto: Rayhadi Shadiq/Beritabaik.id

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler