'Menunda Kekalahan', Karya Todung Mulya Lubis di Dunia Sastra

Bandung - Todung Mulya Lubis baru saja merilis novel bertajuk 'Menunda Kekalahan'. Rilis di bawah naungan penerbit Gramedia Pustaka Utama, novel ini seolah mengangkat seluk-beluk perjalanan Todung di bidang hukum ke ranah sastra.

Sebagai pembaca setia novel John Grisham, Todung Mulya Lubis berniat menulis novel dengan menimba dari pengalamannya dalam berbagai kasus hukum selama 30 tahun lebih berkarier sebagai advokat.

Novel ini juga disebutnya langkah awal dirinya mengangkat pengalaman faktual di lapangan sebagai praktisi hukum ke panggung sastra. Todung juga mengaku, ia punya obsesi menjadi novelis seperti John Grisham.

“Saya ingin menulis novel yang lebih populer, yang lebih mudah dibaca, mudah dicerna. Mudah-mudahan ada tempatnya dalam belantika sastra Indonesia," ujar Todung dalam keterangan resminya.

Baca Ini Juga Yuk: Mural Sarat Pesan dari Mahavisual dan Stereoflow

Sebagai informasi, Todung telah banyak menulis buku tentang hukum ekonomi, hak azasi manusia, dan politik hukum. Disertasinya berjudul ‘In Search of Human Rights: Legal-Political Dilemmas of Indonesia’s New Order 1966-1990’ bahkan menjadi buku rujukan hak azasi manusia . Sebab, karyanya itu merupakan buku tentang hak asasi manusia pertama yang diterbitkan pada masa Orde Baru yang menolak hak asasi manusia.

Todung memaparkan inspirasi terciptanya novel 'Menunda Kekalahan' datang dari pengalamannya sebagai pembela kasus Bali Nine, Myuran Sukumaran dan Andrew Chan, yang dituduh menyeludupkan narkoba dan oleh pengadilan dijatuhi hukuman mati. Menulis novel ini sekaligus menjadi refleksi atas pengalamannya memperjuangkan penghapusan hukuman mati selama ini.

“Pendidikan hukum bisa dilakukan melalui teater, drama, atau juga novel. John Grisham menulis banyak sekali kasus-kasus hukum dalam bentuk novel yang menurut saya pembacanya cukup banyak. Itu bagian dari proses pendidikan hukum yang menurut saya tidak konvensional,” lanjut Todung.

Menurutnya, 'Menunda Kekalahan' boleh jadi merupakan bagian dari proses pendidikan hukum itu sendiri. Dirilisnya novel 'Menunda Kekalahan' pun jadi salah satu momen istimewa bagi Todung tahun ini.

Baca Ini Juga Yuk: 'The Lyrics of Self Acceptance', Cara Berdamai Lewat Seni

Sebab, novel ini berhasil dirampungkan di tengah kesibukan menjabat sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Indonesia untuk Kerajaan Norwegia dan Republik Islandia yang diembannya sejak 2018.

TemanBaik, saat ini kamu sudah bisa mendapatkan novel 'Menunda Kekalahan' di toko buku kesayanganmu. Namun, jika hendak memesannya secara daring, kamu dapat melihat lebih lengkap di katalog pada laman resmi Gramedia Pustaka Utama. Selamat membaca dan mengapresiasi!


Foto: Gramedia Pustaka Utama


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler