Menarik Makna Perkembangan Manusia Lewat 'Runtuh Mengutuh'

Bandung - Seniman Riki Suteja menggelar pameran tunggal bertajuk ‘Runtuh Mengutuh’ di Gelanggang Olah Rasa, Jalan Bukit Pakar Utara Nomor 31, Bandung. Pameran ini menyampaikan kedalaman makna perkembangan manusia.

Lewat keterangan resminya, Riki memaparkan pameran ini adalah hasil perenungannya tentang proses pembentukan gagasan dan pencarian spirtual manusia yang tak terpisahkan dari dimensi sosial. Karya-karya yang ditampilkan merupakan analogi tentang konsep manusia dalam bentuk tablet gipsum yang disusun ulang setelah dilukis dan dipecahkan.

Material ini dihancurkan dan dilebur bersama material alkimia. Proses penghancuran gipsum dianalogikan seperti tabrakan perenungan individu dengan individu lainnya. Lalu dari tabrakan yang dianalogikan sebagai proses adaptasi tersebut, muncul keruntuhan dan sebuah bentuk.

“Eksperimen saya terbentuk dari kebiasan berpikir bahwa medium bukan lagi batasan eksperimentasi,” ujar Riki.

Baca Ini Juga Yuk: Jejak 13 Tahun Rumah Asuh dalam Pameran 'Berburu dan Berguru'

Oleh karenanya, dia mengolah beragam material dan melibatkan beberapa orang dalam proses pembentukan material menjadi karya utuh. Dalam sebuah tayangan video, ia juga memutar ulang bagaimana proses penghancuran gipsum.

Eksplorasi selanjutnya adalah menggabungkan material gipsum yang dihancurkan dengan reaksi alkimia. Dalam keterangan serupa, ia menjelaskan material alkimia ini juga merupakan analogi, di mana alkimia ini dijadikan analogi untuk menyandingkan pengetahuan yang esoterik dengan fenomena fisik dari unsur-unsur alam.

Lewat pamerannya ini, Riki juga coba menggambarkan tiga elemen dasar manusia, yaitu tubuh (body) sebagai wadah, pikiran (mind) sebagai sumber aksi dan reaksi, serta semangat (spirit) sebagai ruh atau nyawa dari manusia. Ia juga menyebut manusia dan segala sesuatu memiliki energi.

Menurutnya, perkembangan manusia dipengaruhi oleh tiga unsur dasar tersebut dan unsur dari luar diri manusia. Proses saling memengaruh ini akhirnya menghasilkan transformasi. Lewat karyanya, Riki menjabarkan tiga skala transformasi dalam perkembangan kepribadian manusia, yaitu skala individu, kelompok, dan masyarakat.

Baca Ini Juga Yuk: Karya & Jejak Perjalanan Seniman Rita Widagdo dalam 'Ekuilibrium'

Kedalaman makna pesan yang coba disampaikan tersirat lewat pecahan gipsum yang ditata sedemikian rupa olehnya. Coba deh mampir ke pameran ini dan rasakan energinya!

TemanBaik, pameran ‘Runtuh Mengutuh’ masih tayang hingga 22 Oktober 2021. Oh ya, kamu bisa menghadiri sesi bincang bersama Riki sebagai senimannya pada Jumat, 15 Oktober 2021 mendatang. Selamat mengapresiasi!


Foto: Rayhadi Shadiq/Beritabaik.id


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler