Sketsa Urban & Cerita Menarik dalam Pameran 'Serap Tampak Tapak'

Bandung - TemanBaik, ada pameran seni kece nih yang digelar di Orbital Dago, Bandung, bertajuk 'Serap Tampak Tapak'. Tampil dengan nuansa visual menarik, pameran tunggal Daniel Nugraha ini menampilkan ragam kegiatan sketsa urban yang pernah dijalaninya.

Pameran tunggal ini disebut sebagai diari perjalanan alias travelling diary dalam bentuk karya sketsa dan drawing beragam gaya. Karyanya juga menjadi catatan destinasi wisata budaya yang kaya dengan keragaman dan kekayaan.

Secara garis besar, diari perjalanan itu dibagi menjadi empat wilayah, yaitu Jakarta, Surakarta, Dewata, dan Bandung. Potret aktivitas sketsa ditampilkan Daniel diperkuat narasi kegiatan sketsa urban di tempat-tempat tersebut.

"Membagikan cerita dan pengalaman melalui karya, sepulang travelling tidak hanya membawa foto-foto, tetapi juga membawa karya dalam bentuk sketsa dan drawing. Karya-karya tersebut adalah catatan perjalanan ke banyak tempat. Deberapa dilakukan secara on the spot dan beberapa difinishing atau digambar ulang di studio serta dituangkan lewat berbagai ukuran karya," beber Daniel.



Dalam pengantar pamerannya, Daniel memandang kumpulan aktivitas sketsa yang masuk dalam diari perjalanannya bisa menjadi kekuatan bangsa Indonesia sejak lama yang terus terpelihara. Hal ini akan menyadarkan banyak dari tempat tersebut yang sudah berubah, baik cerita maupun keadaannya. Sehingga, dengan menikmati pameran ini, kita dapat menyerap jejak yang pernah tampak pada suatu masa. 

Menurutnya, aktivitas komunitas sketsa tumbuh di banyak kota di Indonesia, antara lain Jakarta, Bandung, Surabaya, Bali, Medan, Ujung Pandang, Ambon, Makassar, dan masih banyak lagi. Konsep saling ajak untuk turut serta menjadi sketser menambah jumlah peserta yang mengikuti kegiatan sketsa urban ini.

Proses saling tukar informasi tentang aktivitas sketsa urban ini menjadikan workshop dan seminar, baik tingkat nasional maupun internasional, seringkali diadakan dengan dukungan banyak sponsor.  Misalnya tempat wisata, hotel dan cafe, merek alat sketsa, maskapai penerbangan, dan lainnya.      

Ia menyebut seluruh komunitas sketsa urban internasional memiliki sifat egaliter dan terbuka. Seorang peserta baru akan disambut gembira layaknya teman satu minat dan masing-masing gaya sketsa diterima terbuka untuk diapresiasi. Banyaknya gaya sketsa justru makin memperkaya keragaman dunia sketsa urban ini.



"Kita melihat bagaimana sketsa dan drawing kini sering didengar di kalangan non akademis, yakni dikerjakan oleh warga (urban) yang menggemari kegiatan menggambar sketsa dengan cara sendiri maupun berkelompok. Maka kita sedang melihat sebuah seni sketsa yang berkembang mengemas dirinya secara hybrid, ia melepaskan diri dari kuasa akademis yang cenderung definitif," jelasnya.

Nah, pameran ini mengajakmu ikut ke dalam cerita di dalam karya-karya tersebut. Di dalamnya, kita akan bertemu dengan alam, tempat, cerita, dan banyak perasaan yang menyertainya. Tercatat dalam garis dan warna, ada perasaan familiar saat mengunjungi tempat-tempat yang dituangkan dalam bentuk sketsa. Rasa ini yang kemudian mengajakmu juga ikut merasakannya.

Sebagai penutup, Daniel menyebut saat ini keberadaan sketsa sudah mendapat apresiasi baik dari masyarakat. Hasil karya sketsa pun sudah banyak yang dikoleksi, baik berbentuk karya sketsa satuan maupun dalam bentuk sketchbook. Sketsa juga telah hadir dalam berbagai bentuk dan menjadi produk alias komodifikasi baru seperti pada mural, fesyen, dekorasi rumah, pernak-pernik dan merchandise.

TemanBaik, penasaran sama diari perjalanan Daniel tentang kegiatan sketsa urban? Jangan lewatkan pameran yang berlangsung sampai 23 November 2021 mendatang ini, ya!


Foto: Rayhadi Shadiq/Beritabaik.id

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler