Lis Andriana, Awalnya Takut Ketinggian Kini Jadi Atlet Paralayang

Bandung - Lis Andriana merupakan atlet paralayang yang akan bertanding di Asian Games 2018. Kiprahnya sebagai atlet bermula ketika Pemkot Kutai Barat membutuhkan beberapa atlet putri untuk diterjunkan dalam cabang olahraga paralayang di Pekan Olahraga Provinsi Kalimantan Timur pada tahun 2006 silam.

Awalnya, Lis tidak ingin jadi atlet, karena ia takut akan ketinggian. Tapi, bujuk rayu sang Ayah mampu membuatnya mengikuti ajang tersebut. Perempuan kelahiran 1 April 1983 ini kemudian mengikuti pusat pelatihan paralayang di Malang, Jawa Timur. Saat latihan, ia hanya bisa memejamkan mata saja. Ia mengaku butuh waktu enam kali terbang sampai akhirnya berani membuka matanya.

Baca juga: Christine Aldora Tjundawan Belajar Basket dari Sopir

Lis pernah menuai prestasi dengan menyabet tiga medali emas pada ajang SEA Games 2018 di Palembang. Ia juga berhasil menjadi juara dunia dalam ajang Para Gliding Accuracy World Cup 2012. Atas prestasinya itu, anak keempat dari tujuh bersaudara ini kemudian diundang untuk mengikuti World Games 2013 di Cali, Kolombia. World Games sendiri merupakan pekan olahraga dunia yang diadakan setiap empat tahun sekali. Ajang ini diikuti oleh 4.000 atlet dari 120 negara di seluruh dunia.

Lis ternyata pernah mempunyai pengalaman mengejutkan. Saat mengikuti perlombaan di Turki, ia pernah tersangkut di tiang listrik hingga terjadi pemadaman di satu kota. Tidak hanya itu, Lis juga pernah tersangkut di atas pohon.

Kini paralayang menjadi sesuatu yang sangat menyenangkan bagi Lis. Ia pun bertekad bahwa hidupnya akan selalu dipenuhi dengan paralayang. Olahraga satu ini mampu membuat namanya dikenal di tingkat nasional maupun internasional.

Lis selalu teguh pada pendiriannya untuk membesarkan nama Indonesia lewat olahraga paralayang. Ia juga memiliki mimpi untuk mengembangkan paralayang di tanah kelahirannya, Kutai Barat, Kalimatan Timur.



Foto: Instagram @lizandriana777


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler